Harian Haluan

Harianhaluan.com

Duo Bali Nine Dieksekusi Mati

Duo Bali Nine Dieksekusi Mati
 

Dia mengakui surat perintah pemindahan tersebut sudah diterbitkan oleh Kejaksaan Agung, Momock memastikan, setelah seluruh koordinasi selesai, maka proses pemindahan dilaksanakan.

Sedangkan terpidana mati kasus narkotika Mary Jane Fiesta Veloso masih menunggu waktu eksekusi. Meskipun Mary Jane mengajukan Peninjauan Kembali, eksekusi mati tidak akan terhalangi dengan upaya hukum terakhir itu.

Informasi waktu untuk mem­bawa Mary Jane, yang merupakan warga Filipina itu ke Nusa­kam­bangan hingga kemarin petang masih belum jelas. Berdasarkan informasi, Mary Jane akan dibawa ke lokasi eksekusi itu pada Selasa ini, 3 Maret 2015.

Asisten Pidana Umum Kejak­saan Tinggi Daerah Istimewa Yogya­karta Tri Subardiman t dita­nyakan soal tim eksekutor dari Kejaksaan, Tri memastikan tim sudah dibentuk. Karena salah satu kewenangan Kejaksaan adalah sebagai tim ekse­kusi putusan pengadilan, otomatis tim harus dibentuk.

Tri menambahkan, untuk pe­min­dahan Mary Jane, terpidana mati karena heroin 2,6 kilogram, tidak harus menunggu perintah dari Kejak­saan Agung. Karena sudah menjadi kewenangan Kejaksaan Negeri.

Dari informasi yang dihimpun Tempo, Kejaksaan Tinggi sudah membentuk tim dalam eksekusi mati Mary Jane. Ada lima orang yang ditunjuk sebagai tim eksekutor. Satu jaksa dari Kejaksaan Tinggi, dua orang jaksa dari Kejaksaan Negeri Sleman, dan dua pengawal.

Dijaga Ketat

Di Nusa Kambangan, duo warga Australia, Andrew Chan dan Suku­maran akan dieksekusi mati oleh regu tembak bersama delapan nara­pidana lainnya. Dari 10 terpidana mati yang akan dieksekusi tersebut, enam orang di antaranya sudah berada di Nusa Kambangan, semen­tara empat lainnya dalam proses pemindahan.

Sejak Senin kemarin sudah tam­pak empat perahu karet terlihat berpatroli di Selat Nusakambangan, Jawa Tengah. Perahu karet milik pasukan elite TNI Angkatan Laut Detasemen Jala Mangkara (Den Jaka) diterjunkan untuk penga­manan menjelang eksekusi terpidana mati di Nusakambangan. “Baru datang tadi malam dan langsung dirakit,” kata Lilik Sumaryadi, 45 tahun, nelayan di Pelabuhan Sleko, Cilacap, Senin.

Menurut sumber di Pangkalan TNI AL Cilacap, empat perahu sengaja didatangkan ke Nusakam­bangan. Selain Den Jaka, pasukan elite lain, yakni Paskhas TNI AU dan Kopassus TNI AD, sudah ada di Cilacap.

Selain pasukan elite, sebuah kapal perang didatangkan ke Nusa­kambangan selatan. Kapal itu akan berangkat pada Selasa besok.

Pesawat Sukhoi juga terlihat melintas di atas Pulau Nusa­kam­bangan sebelah barat. Pesawat terse­b­ut disiapkan untuk mengawal dua terpidana mati anggota Bali Nine.

Sedangkan Jaksa Agung HM Prasetyo mengatakan, persiapan pelaksanaan eksekusi terhadap dua terpidana mati “Bali Nine” sudah 95 persen. Ia menyebutkan, kejaksaan juga telah menyiapkan lokasi ekse­kusi di Nusakambangan. “Sedang dipersiapkan, mungkin 95 (persen). Tinggal sedikit,” ujar Prasetyo di Gedung KPK, Jakarta, Senin.

Ia memastikan eksekusi akan dilakukan pada bulan Maret ini.

Tentang ancaman PM Australia Tonny Abbott, pemerintah Indo­nesia tampaknya sudah tidak gentar lagi. “Mau ada seribu Tony Abbott, seribu Sekjen PBB, Perdana Menteri Bra­sil, enggak masalah. (Eksekusi mati) jalan terus. Kan sudah disiap­kan,” kata Tjahjo setelah membuka acara Musyawarah Ren­cana Pem­bangu­nan 2016 DIY di Hotel Inna Ga­ruda, Yogyakarta, Senin kemarin.

Kedua terpidana mati itu  bagian dari sem­bilan warga negara Aus­tralia yang tertangkap membawa 8,3 kilo­gram heroin di Denpasar, Bali, 17 April 2005 lalu. Sementara tujuh orang lainnya menjalani hukuman penjara selama 20 tahun.

Adapun enam terpidana mati dalam kasus narkoba sudah diek­sekusi di Nusakambangan di la­pangan tembak Limusbuntu. Kee­namnya adalah Marco Archer Car­doso Mareira (53 tahun, warga nega­ra Brasil), Daniel Enemua (38, Nigeria), Ang Kim Soe (62, Belan­da), Namaona Dennis (48, Malawi), dan Rani Andriani atau Melisa Ap­rilia, warga negara Indonesia. Yang menjalani hukuman mati di Boyolali adalah Tran Thi Hanh, warga Viet­nam berusia 37 tahun. (h/dn/tmp)

Ikuti kami di