Logo Harianhaluan
Home »

ekbis

Rimbun Café

Menjual dan Populerkan Kopi Asal Sumbar

Menjual dan Populerkan Kopi Asal Sumbar
Sejumlah kawula muda memesan kopi di Rimbun Café, kafe kopi di Jl. Mangun Sarkoro No 10, Kota Padang beberapa waktu lalu.  

PADANG, HALUAN — Selain sebagai tempat berkumpulnya kawula muda untuk menikmati kopi, Rimbun Café ternyata juga berjuang untuk kembali membangkitkan kopi asli dari Sumatera Barat (Sumbar).

Baca Juga : Korupsi Bukan Satu-satunya Faktor Penyebab Tidak Efisiennya Investasi di Indonesia

Hal ini terlihat dari jenis kopi yang disediakan di kafe ini. Kopi yang ditawarkan Rimbun Café seluruhnya berasal dari wilayah Sumbar. Salah satu bentuk perjuangan yang dilakukan kembali oleh Rimbun Café untuk kembali membumikan kopi asli Sumbar ini adalah dengan membuka koperasi Solok Rajo yang diikuti sekitar 40 kelompok petani kopi.

Rimbun Café yang terletak di Jl. Mangun Sarkoro No 10, Kota Padang ini sekilas sama dengan kafe-kafe lain. Tetapi siapa sangka di balik itu semua terkandung filosofi yang cukup menarik dari pemilik Rimbun Café. Adalah Allan Arthur, pemilik Rimbun Café. Dalam menja­lankan bisnisnya, ia tidak hanya sekadar mencari ke­untungan, tetapi juga berjuang supaya kopi yang dihasilkan dari bumi Sumbar bisa kembali berkembang serta dikenal luas oleh para pencinta kopi, baik pencinta kopi yang yang ada di seluruh Indonesia maupun yang ada di luar Indonesia.

“Untuk kopi yang saya tawarkan di Rimbun Café, seluruh kopinya adalah kopi asli dari Ranah Minang. Kopi itu di antaranya berasal dari daerah Solok. Untuk lahan kopi, di daerah tersebut sudah mulai berkurang. Makanya saya dan teman-teman berinisiatif untuk melakukan pembinaan kepada para petani kopi di sana dengan menggunakan wadah koperasi. Koperasi tersebut bernama koperasi Solok Rajo, sampai sekarang sudah ada sekitar 40 petani kopi yang bergabung di koperasi ini. Tidak hanya itu, untuk meningkatkan penge­tahuan tentang bagaimana bertani kopi yang baik, kita juga pernah mendatangkan pakar dari Belanda untuk bertukar fikiran dengan para petani kopi di Solok dan Surian,” papar Allan kepada Haluan, Selasa (19/1).

Baca Juga : Tips Mengumpulkan Dana Darurat di Masa Pandemi Covid-19

Kopi yang ditawarkan di Rimbun Café dita­war­kan mulai dari  Rp17.000 sampai Rp22.000. Kualitas kopi yang ditawarkan di sini adalah kopi dengan grade special tea coffee.

Special coffee tea adalah kopi dengan kualitas terbaik. Kopi dengan kualitas ini dihasilkan dengan menyeleksi satu per satu biji kopi tersebut. Dengan penyeleksian itu didapatlah kopi dengan kualitas special coffee tea,” tutur Allan.

Di Rimbun Café, Allan juga menyediakan kopi asli tanah Minang yang ada dalam kemasan, yang seperempat kilogramnya dihargai Rp95.000.

“Bagi para pencinta kopi yang ingin membawa kopi khas Minang ini untuk dinikmati dan diseduh di rumah juga bisa. Di sini saya juga menyediakan kopi dengan kemasan-kemasan yang bisa dibawa pulang untuk dinikmati sendiri atau dijadikan sebagai buah tangan. Untuk saat ini kopi Solok yang saya tawarkan di Rimbun Café sudah sampai ke­luar negeri, seperti Malaysia, Singapura, Korea Se­latan, bahkan juga sudah sampai ke Amerika,” te­rangnya.

Baca Juga : Surge ‘Melantai’ di Bursa Saham, Demi Suguhkan Internet Tanpa Bayar di Ruang Publik

Ke depannya, sebagai bentuk kecintaan Allan kepada kopi asli dari Ranah Minang, ia juga melakukan penelitian di beberapa daerah di Sumbar. Penelitian tersebut untuk mengetahui kopi apa saja yang pernah tumbuh di wilayah itu.

“Saat ini saya sedang melakukan penelitian di be­berapa daerah yang pernah menghasil kopi, sa­lah satunya adalah Sijunjung. Dari penelitian se­men­ta­ra saya, diketahui bahwa Sijunjung pernah menjadi penghasil kopi dengan skala yang cukup besar pada tahun 1.700-an,” sebutnya. (h/mg-bay)

Follow Social Media Kami