Harian Haluan

Harianhaluan.com

KPK Lakukan Operasi Tangkap Tangan

Tiga Orang Ditetapkan Sebagai Tersangka Suap

Tiga Orang Ditetapkan Sebagai Tersangka Suap
 

Jakarta, Haluan —Tim Satgas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengamankan tiga orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Kamis (31/3) pagi.

Tiga orang tersebut, yakni, Direktur Keuangan PT Bran­tas Abipraya Sudi Wantoko, Senior Manager PT Brantas Abipraya, Dandung Pamu­larno dan seorang lainnya, bernama Marudut ditangkap usai bertransaksi suap di toilet pria di sebuah hotel di kawa­san Cawang, Jakarta Timur.

Selain menangkap ketiga orang tersebut, Tim Satgas KPK juga menyita uang se­besar US$ 148.835. Uang tersebut diduga diberikan kedua petinggi PT Brantas Abipraya kepada Marudut untuk diserahkan kepada ok­num di Kejati DKI. Uang tersebut dimaksudkan meng­amankan perkara PT Brantas Abipraya yang ditangani Ke­jati DKI.

“Pemberian tersebut didu­ga untuk menghentikan pe­nye­lidikan atau penyidikan tindak pidana korupsi pada PT BA (Brantas Abipraya) di Kejati DKI Jakarta,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo dalam konferensi pers di Ge­dung KPK, Jakarta, Jumat (1/4).


Setelah diperiksa intensif selama 1X24 jam, KPK mene­tapkan Sudi, Dandung, dan Marudut sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait penanganan perkara yang ditangani Kejaksaan Tinggi DKI.

Atas tindak pidana yang dilakukannya, ketiga ter­sang­ka dijerat KPK dengan Pasal 5 Ayat (1) huruf a UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

“Setelah pemeriksaan 1x­24 jam, dan melakukan gelar pekara, KPK meningkatkan status ke penyidikan. Surat penyidikan sudah kami tan­datangani,” ungkapnya.

Tim penyidik KPK lang­sung bergerak cepat mengusut kasus ini. Usai memeriksa para tersangka, tim penyidik memeriksa Kepala Kejati DKI, Sudung Situmorang dan Asisten Pidana Khusus (As­pidsus) Kejati DKI, Tomo Sitepu. Pemeriksaan kedua orang ini berdasar informasi yang diperoleh penyidik dari pemeriksaan terhadap ketiga tersangka. “Ya itu dua orang (Sudung dan Tomo) itu yang kita periksa memang ada kaitannya,” katanya.

Meski demikian, Agus enggan mengungkap lebih jauh kaitan Sudung dan Tomo dalam kasus ini. Termasuk mengenai dugaan Sudung dan Tomo merupakan pihak Kejati DKI yang hendak menerima uang suap itu. “Kan ada data awal. Itu strategi peme­rik­saaan. Jangan dibuka semua,” katanya.

Tak hanya memeriksa Su­dung dan Tomo, dalam meng­usut kasus ini, tim penyidik KPK langsung menggeledah sejumlah lokasi. Pada Jumat (1/4) pagi ini, KPK meng­geledah Kajati DKI dan Kan­tor PT Brantas Abipraya. (h/bs)



Ikuti kami di