Harian Haluan

Harianhaluan.com

Kader Gerindra Ditangkap KPK

Kader Gerindra Ditangkap KPK
 

JAKARTA, HALUAN — Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra M Sanusi sudah ditetapkan sebagai tersangka bersama dua orang dari Agung Podomoro Land. Sanusi diduga menerima suap dengan total Rp 1,140 miliar.

“Barang bukti uang Rp1 miliar (pertama), Rp140 juta pemberian kedua ke­pada Sanusi (MSN),” ujar Ketua KPK, Agus Rahardjo dalam jumpa pers di kan­tornya, Jl HR Rasuna Said, Jaksel, Jumat (1/4).

Sanusi ditangkap tim KPK pada hari Kamis (31/3) pada sekitar pukul 19.30 WIB di pusat perbelanjaan Jaksel. Dia ditangkap ber­sama GER sebagai pe­ran­tara yang melakukan pe­nyerahan duit tahap kedua yakni Rp140 juta. 

Duit suap ini diberikan ke Sanusi terkait pem­ba­hasan Raperda Zonasi Wi­layah Laut dan Pulau Pulau Kecil dan Raperda tentang Rencana Tata Ruang Ka­wasan Strategis Pantai Uta­ra Jakarta. Tersangka dijerat Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pi­dana Korupsi jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.


Di lain tempat, DPP Gerindra akan memberi sanksi tegas bagi kadernya, M Sanusi. Sanksi peme­catan tak bisa ter­hindarkan. Ge­rin­dra, juga meminta KPK untuk menangkap ji­ka ma­sih ada kadernya yang terlibat. “Kami meminta KPK tidak tanggung-tang­gung dalam kasus ini. Arti­nya, ungkap hingga tuntas. Jika ada kader Gerindra lainnya yang terlibat dalam kasus ini, kami juga minta ditang­kap segera,” ujar Wa­kil Ke­tua Umum DPP Par­tai Ge­rindra, Arief Pouyo­no saat mendatangi Gedung KPK di Jalan HR. Rasuna Said, Jakarta, Jumat (1/4).

Menurut Arief, kasus yang menjerat Sanusi terkait de­ngan reklamasi pantai Ja­karta. “Sudah saya kon­fir­masi ke DKI, ini masalah izin reklamasi pantai Ja­kar­ta. Artinya, ini bisa saja me­nyangkut eksekutif di Pem­da DKI Jakarta,” ungkap­nya.

Menurut Arief, Sanusi memang mendukung rekla­masi tersebut. “Sanusi men­du­kung, artinya ya nanti kita lihat aja, kita mendukung KPK untuk mengungkap setuntas-tuntasnya, semua harus ditangkap, jangan Sanusi saja,” ucao Poyuono.

Terpisah, Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerin­dra, Sufmi Dasco Ahmad. “Apabila kader melakukan tindakan tak terpuji seperti ini, yang bersangkutan akan dipecat,” kata Dasco.

Dia mengatakan, par­tainya tidak akan melin­dungi ataupun membela Sanusi. Sebab, apa yang dilakukannya adalah sikap pribadi. Sanusi akan men­dapat perlakuan sama de­ngan kader Gerindra lain yang sebelumnya terindikasi melakukan tindak pidana korupsi. “Dalam banyak kesempatan, tidak hanya dalam kasus ini, sudah ba­nyak kami buktikan dalam kasus lain,” ucap Dasco.

KPK sebelumnya mela­kukan operasi tangkap ta­ngan dalam dua kasus yang berbeda pada Kamis (31/3). Namun, KPK masih belum mau mengungkap identitas pelaku yang ditangkap dan rincian kasus yang didalami. Sejak tadi malam, kesibukan terjadi di KPK. Sejumlah mobil penyidik pun ber­datangan pada tengah ma­lam hingga subuh tadi.

Salah satu di antaranya yang terlihat adalah seorang pria yang mirip dengan ang­gota DPRD DKI Jakarta, M Sanusi, yang juga menjadi bakal calon gubernur DKI dari Partai Gerindra. Saat ini, Sanusi menjabat sebagai Ketua Komisi D di DPRD DKI Jakarta.

Sebelumnya, Ketua DPP DKI Gerindra Mohammad Taufik mengakui kelalaian partai karena ada kadernya yakni Mohammad Sanusi yang diciduk KPK karena kasus korupsi. “Ini bagian dari kelalaian kita, tapi tetap kita komit untuk mem­berantas korupsi,” kata Tau­fik di Jakarta, Jumat (1/4).

Taufik mengatakan, Ge­rin­dra tidak akan mem­berikan bantuan hukum kepada Muhamad Sanusi. Jika terbukti bersalah jelas­nya, Sanusi tidak hanya akan dicoret dari daftar bakal cagub DKI, melainkan akan dipecat dari kader partai. Hal ini diakuinya meru­pakan instruksi langsung dari Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto.

“Kalau bersalah, diber­hentikan, otomatis coret. Itu komitmen partai. Ins­truk­sinya (Prabowo) jelas, tidak boleh melindungi ko­rup­tor. Orang yang terlibat korupsi tidak boleh dilin­dungi, kan tegas tuh,” jelas dia. (h/rol)



Ikuti kami di