Harian Haluan

Harianhaluan.com

Wajib Bangun Smelter

Janji Freeport Bisa Meleset

Janji Freeport Bisa Meleset
 

JAKARTA, HALUAN — Ke­tidakseriusan PT Freeport Indonesia (Freeport) mem­bangun unit pengolahan dan pemurnian (smelter), makin kentara saja. Rencana smel­ter di Gresik, Jawa Timur baru dimulai Juni 2016.

Berdasarkan UU No 4 Tahun 2009 tentang Mi­nerba jelas-jelas mewa­jib­kan industri tambang mem­bangun smelter. Dan, dalam renegosiasi kontrak karya pada akhir 2014, Freeport menyepakati smelter sudah bisa beroperasi pada 2017.

Rasanya sulit memer­cayai janji Freeport tentang beroperasi smelter pada 2017. Karena, ya itu tadi, pembangunannya baru di­mu­lai pertengahan tahun ini.

Direktur Jenderal Mine­ral dan Batubara Kemen­terian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bam­bang Gatot pun meng­akui bahwa progres pemba­ngunan smelter Gresik, sa­ngat minim. “Masih kecil sih sekitar 20-30 persen. Dari jumlah yang mengajukan,” kata Bambang kepada war­ta­wan di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Se­nin (4/4).


Bambang mengatakan, sampai saat ini, Kemen­terian ESDM belum ada rencana untuk memanggil perusahaan tukang keruk emas tersebut. “Belum, be­lum, kita juga belum sele­sai,” kata Bambang.

Anak buah Menteri Ener­gi Sumber Daya Mi­neral (ESDM) Sudirman Said ini mengakui, per­kem­bangan pembangunan Smel­ter Freeport ini sangat lam­bat.

“ Yaa mungkin yaa (agak lambat),” tandasnya.

Asal tahu saja, UU Mi­ner­ba juga melarang ekspor bagi industri tambang yang belum membangun smelter. Sayang­nya, aturan tersebut tak berla­ku untuk Freeport. (h/inl)



Ikuti kami di