Harian Haluan

Harianhaluan.com

49 Penumpang Selamat

Batik Air Tabrakan di Halim

Batik Air Tabrakan di Halim
Pesawat Batik Air rute Halim Perdanakusuma-Unjung Pandang registrasi PK-LBS dengan nomor penerbangan ID 7703 yang akan melakukan take off bersenggolan dengan pesawat Trans Nusa hingga mengakibatkan beberapa kerusakan dan penerbangan tersebut dibatalkan, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. (ANTARA) 

JAKARTA, HALUAN – Pesawat Batik Air 7703 bertabrakan dengan pesawat Trans Nusa di lapangan terbang Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Kece­lakaan ini terjadi Senin (4/4)  sekira pukul 19.55 WIB.

Para penumpang Batik Air yang ber­jumlah 49 orang dan petugas di Bandara Halim Perdanakusuma dibuat panik saat api berkobar di sayap sebelah kiri pesawat yang nahas.

Puluhan orang berlarian. Beberapa orang terdengar mengucap astaghfirulla­halaazim. Seorang wanita juga terdengar berteriak-teriak karena ketakutan.

Salah seorang penumpang Batik Air, Rify Al Kautsar (20) mendengar suara dentuman keras saat pesawat yang ditum­panginya bertabrakan dengan pesawat Transnusa.


“Kaya terdengar suara dentuman gitu, kejadiannya sekitar 10 menit setelah take off,” kata Rify kepada wartawan di Bandara

Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (4/4/2016).

 Awalnya, dia sama sekali tak menyangka bahwa dentuman itu merupakan insiden tabrakan. Namun saat berdiri, ia melihat ada percikan api di sayap pesawat tersebut.

“Saya kan duduk di tengah, hampir mendekati sayap. Enggak ada yang merhatiin ada api, waktu saya teriak ‘api’, semua baru berdiri,” tambahnya.

Tak ada kejanggalan saat pesa­wat itu hendak berangkat, Rify mengaku pesawat dijadwalkan berangkat pukul 20.00 WIB, sejak pukul 19.30 pesawat sudah boarding.

“Enggak ada penundaan, eng­gak ada kejadian apapun, berjalan lancar ada sekitar 10 meter baru ada benturan,” tandasnya.

Public Relations Manager Lion Air Group Andy M Saladin menyebutkan, pesawat dengan rute Halim Perdanakusuma - Ujung Pandang dengan registrasi PK-LBS itu sudah dizinkan untuk take off oleh menara pengawas atau ATC.

“Sewaktu melakukan proses take off bersenggolan dengan pesawat TransNusa yang saat itu sedang ditarik oleh traktor (ka­rena sedang dalam proses pemindahan),” tulis Andy dalam rilisnya, Senin (4/4/2016).

Insiden itu membuat pilot yang bertugas memutuskan untuk mem­batalkan take off guna me­mastikan keselamatan penumpang.

Penerbangan ini sendiri mem­bawa 49 penumpang dan 7 crew. Semua penumpang dan crew dalam keadaan selamat, meski pesawat mengalami keru­sakan yang cukup parah.

PT Lion Group pun menye­diakan pesawat pengganti dengan nomor registrasi berbeda untuk menerbangkan para penumpang tujuan Ujung Pandang itu.

Presiden Direktur Lion Air Group, Edward Sirait me­ngata­kan, pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan terkait kece­lakaan itu.   “Terkait dengan apa yang terjadi, kita akan menunggu hasil penyelidikan dari lembaga yang berwenang”, ujarnya.

Pasca-insiden tabrakan itu, pendaratan Batik Air ID 7016 dialihkan kedatangannya di Soe­karno Hatta.

Saat terjadi tabrakan antara pesawat Batik Air 7703 dengan pesawat TransNusa di Bandara Halim Perdanakusuma, Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan baru tiba di pelabuhan Wasior, Papua Barat.

Keberadaan Jonan di Papua Barat untuk menemani Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang akan meresmikan pelabuhan Wasior pagi ini. Staf Khusus Menhub, Hadi M Djuraid menyampaikan instruksi dari Jonan terkait insiden ini. Jonan meminta Ko­mite Nasional Keselamatan Trans­portasi (KNKT) melakukan investigasi penyebab kecelakaan.

“Investigasi dilakukan terha­dap petugas ATC Perum LPPN PI, perusahaan ground handling, dan PT AP II,” kata Hadi.

Jonan juga meminta pesawat yang terlibat insiden ditahan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Selanjutnya, izin operasi peru­sahaan ground handling dibeku­kan sampai ada rekomendasi KNKT dan perusahaan bersang­kutan menjalankan rekomendasi tersebut.

“Menhub telah menegur Di­rut AP II (Budi Karya Sumadi) karena sudah hampir dua minggu Bandara Halim tidak memiliki Kepala Bandara setelah dimutasi ke Bandara Kuala Namu,” ungkapnya.

Teledor

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai tra­gedi itu menjadi bukti ketele­doran pemerintah dalam me­ngatur transportasi. 

“Tabrakan atau senggolan antara Batik Air dan TransNusa di Bandara Halim malam ini merupakan keteledoran yang sangat serius, dan harus diusut tuntas oleh KNKT,” kata Ketua Harian YLKI Tulus Abadi, Ja­karta, Senin (4/4/2016).

Tulus mengatakan, tabrakan kedua pesawat menandakan tidak adanya koordinasi antara petugas ATC dengan petugas darat yang sedang menarik (towing) pesawat TransNusa ke hanggar.

Ratusan Tentara Terlantar

Ratusan tentara perdamaian terlantar akibat insiden tabrakan antara Pesawat Batik Air dengan  TransNusa. Seha­rusnya, pesawat yang mereka tumpangi berangkat sekira pukul 11.00 WIB, namun pada akhir­nya delay.

“Ini tim mau berangkat ke Sudan, dalam rang­ka misi perda­maian satu tahun,” kata salah satu personel. Personel ini berjumlah 800 orang, 11 di antaranya merupakan wanita dan sisanya laki-laki. (okz/met)



Ikuti kami di