Harian Haluan

Harianhaluan.com

Narkoba Jaringan Internasional Dikendalikan dari Dalam Lapas

Narkoba Jaringan Internasional Dikendalikan dari Dalam Lapas
 

CIREBON, Haluan — Kapolri Jenderal Polisi Bad­rodin Haiti me­mas­tikan, narkoba jaringan internasional dikendalikan narapidana dari lembaga pemasyarakatan (lapas). Hal tersebut diung­kapkan­nya di sela pemusnahan ratusan kilogram sabu dan ratusan ribu butir pil ekstasi yang disita dari jaringan internasional di dermaga Muara Jati Pelabuhan Cire­bon, Jawa Barat.

Narkoba yang dimus­nahkan merupakan barang bukti hasil Operasi Bersinar joint operation atau operasi bersama antara Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), Ditjen Bea Cukai, Ditjen Hubungan Laut Kemen­terian Perhubungan, dan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Ke­men­kumham).

Narkoba yang dimus­nahkan masing-masing be­ru­pa sabu kristal dengan berat lebih dari 144 kilog­ram, 44,64 kilogram sabu cair, 197.874 butir ekstasi, sekira 579 ton ganja yang diamankan dari 332 hektare ladang ganja di Aceh, mau­pun 2,7 ton ganja yang dia­mankan di Cianjur dari Sumatera.

Kesemuanya merupa­kan hasil Operasi Bersinar yang dilaksanakan 30 hari, sejak 21 Maret-20 April 2016 ini, dari 46 tersangka yang telah diamankan.


Bukan hanya itu, sebuah Kapal dengan nama Bahari I milik PT Inti Galangan Samudra juga turut dia­mankan untuk disidik da­lam tindak pidana pen­cu­cian uang (TPPU). Kapal ini disangkakan sebagai alat angkut yang menyusupkan sekira 40 kilogram sabu dan sekira 180 ribu butir ekstasi, dari Belanda melalui Ma­laysia-Pekanbaru menuju Pelabuhan Cirebon.

Narkoba yang diangkut di kapal tersebut, berhasil diungkap dari tersangka yang ditangkap di Peru­mahan Bumi Citra Lestari, Blok A Nomor 2 Jalan Jenderal Sudirman, Kam­pung Wanacala, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, pertengahan Maret lalu.

Narkoba yang dite­mukan di Cirebon itu, dipastikan Kapolri, dikendalikan narapidana di Lapas Tanjung Gusta, Medan, dan Lapas Cipinang, Jakarta.

“Biaya dan pere­da­ran­nya oleh mereka. Ini bukti, walau sudah berstatus napi, mereka masih aktif edarkan narkoba,” tegasnya, Rabu (6/4).

Diantara barang bukti yang diamankan, sabu cair disebut merupakan model narkoba baru dari Iran. Sabu cair tersebut dikemas dalam kaleng untuk me­ngelabui petugas. Sabu cair itu nantinya diolah menjadi sabu kristal.

Penyelundupan narko­tika itu, dituturkannya, me­libatkan tiga jaringan in­ternasional, seperti Iran, Belanda, dan Cina. Khusus untuk sabu cair, pengiriman berasal dari Iran, ekstasi dari Belanda, dan sabu kris­tal dari Iran dan Cina. Jalan masuknya melalui Ma­lay­sia.

Dalam kesempatan itu, dia pun meminta setiap ke­luarga di Indonesia agar mencegah keluarganya tak terlibat bahkan mengon­sumsi narkoba. “Sifat nar­koba itu addict, ketika sudah kena, susunan saraf bisa menyebabkan seseorang jadi paranoid bahkan meng­hilangkan nyawa,” im­bau­nya.

Dari narkoba yang dia­man­kan sebagai barang bukti tersebut, dia menga­takan, bisa menyelamatkan nyawa sekira 1,97 juta rakyat Indonesia. (h/oke)



Ikuti kami di