Harian Haluan

Harianhaluan.com

Home »

pemda

Tambang Koral di Nagari Aia Dingin, Jalan Tertutup Lumpur

Tambang Koral di Nagari Aia Dingin, Jalan Tertutup Lumpur
Kondisi jalan yang berlumpur di Jorong Cubadak Kenagarian Air Dingin Kabupaten Solok, Senin (27/2). RINA 

PADANG, HALUAN—Sejumlah warga Jorong Cubadak Kenagarian Air Dingin Kabupaten Solok mengeluhkan aktivitas tambang koral di daerahnya. Kegiatan itu dapat merugikan masyarakat.

 

Salah satunya yang disampaikan oleh Ninik Mamak Suku Tanjung Air Dingin Ardiyunas, Senin (27/2). Ia mengatakan banyak warga yang resah dengan aktivitas tambang koral ini karena jalan yang baru saja selesai dibangun oleh PNPN kembali rusak.

 


Hal itu disebabkan oleh kendaraan proyek yang besar dengan beban yang berat melalui jala tersebut.

 

“Bahkan warga disini sering bertengkar dengan pemilik perusahaan tambang. Namun, hingga kini tidak ada solusi yang diberikan,” ungkapnya.

 

Ia juga mengatakan, tidak hanya merusak kondisi jalan namun jika hujan sudah mengguyur kawasan tersebut maka jalanan akan dipenuhi oleh lumpur, dan jika panas terik jalanan akan mengeluarkan debu yang pekat sehingga mengganggu aktivitas warga setempat.

 

“Debu ini juga berdampak pada kesehatan manusia, bukan hanya membuat kami tidak nyaman tapi juga menjadi sumber penyakit nantinya jika sering-sering menghirup debu. Apalagi kalau hari sudah hujan, jalanan licin, berlumpur juga membahayakan bagi pengendara yang lewat,” ulasnya.

 

Aktivitas tambang koral ini sudah berjalan dalam satu tahun terakhir, namun pemilik tambang juga tidak memiliki komunikasi yang bagus dengan masyarakat setempat bahkan dengan pemuda setempat juga tidak berkoordinasi.

 

Ia juga mengaku sudah melaporkan kejadian ini pada pejabat setempat, baik walinagari hingga ke DPRD dapil IV namun tidak ada tanggapan.

 

“Kami sudah mengadu, namun jawabannya hanya nanti saja, nanti ditanggulangi. Namun hingga sekarang tidak ada tindakan, dan didiamkan saja,” ujarnya.

 

Hal yang senada juga dikatakan oleh Amirudin, bahwa aktivitas tambang koral ini banyak merugikan masyarakat dan juga meresahkan karena dampaknya yang dirasakan langsung oleh warga setempat. Mulai dari kondisi jalan yang rusak, hingga kabut yang menggangu kesehatan masyarakat.

 

Ia berharap, agar ada perhatian dari pemerintah atau SKPD terkait untuk menertipkan tambang koral ini atau setidaknya membarikan aturan yang tegas yang tidak merugikan kedua belah pihak baik warga maupun perusahaan. (h/rin)

 

Editor : Rivo Septi Andries

 



Ikuti kami di