Harian Haluan

Harianhaluan.com

Dies Natalis Ke-36

UBH Menuju World Calss University

UBH Menuju World Calss University
Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno dan Sekretaris Pelaksana Koordinator Kopertis Wilayah X, Hanfi turut menghadiri Dies Natalis ke-36 Universitas Bung Hatta. 

Universitas Bung Hatta (UBH) kini menapak usia 36 tahun, usia yang dewasa dan berada pada level kematangan. Di usia tersebut UBH semakin cemerlang, berbagai pengembangan telah dilakukan baik dari sisi akademis maupun intitusi. UBH juga terus melahirkan dan mencetak lulusan yang berkualitas serta memiliki daya saing yang kompetitif.

Momen Dies Natalis ke-36, UBH menyelenggarakan di Aula Balairung Caraka Gedung B Kampus Proklamator I Universitas Bung Hatta, Kamis (20/4) terasa spesial. Karena selain dihadiri dua putri sang proklamator, Prof Dr Meutia Farida Swasono dan dan Dr Dra Gemala Rabi'ah Hatta, MRA, MKes, di momen ini pulalah semangat menjadikan UBH sebagai universitas berkelas dunia semakin dikobarkan.

Hal tersebut dilihat dari pencapaian yang telah di peroleh UBH saat ini sebagai PTS terbaik di Kopertis Wilayah X (Sumbar, Riau, Kepulauan Riau dan Jambi) dan juga telah mengantongi akreditasi Intitusi B. UBH juga mendapat dukungan penuh dari badan dewan pembina dan badan pengurus, serta civitas akademika, serta dukungan Pemrov Sumbar guna mencapai tujuan tersebut.

“Pencapaian target menjadi universitas kelas dunia, tidak terlepas dari kualitas sumber daya manusia, terutama kualifikasi dosen yang dimiliki. Karena, kualitas dosen sebagai tenaga pengajar merupakan hal yang menentukan kualitas proses belajar mengajar dan akhirnya mempengaruhi kualitas lulusan,” kata Rektor UBH, Prof Dr Niki Lukviarman, SE, Akt, MBA, CA, saat menyampaikan laporannya pada sidang terbuka perayaan Dies Natalis ke-36.

Dosen tetap UBH saat ini berjumlah 302 orang. Dari segi tingkat pendidikan, 65 orang atau 21% dosen UBH telah berpendidikan doktor (S-3), 236 orang (77%) berpendidikan magister (S-2), dan hanya satu orang dosen yang berpendidikan sarjana (S-1) dan dalam proses akhir penyelesaian magister. Di samping itu, UBH juga sudah memiliki tiga guru besar, 73 dosen berpangkat lektor kepala, serta 92 berpangkat lektor.

Peningkatan kualitas lulusan juga dilakukan lewat meningkatakan kualitas pembelajaran dengan menitikberatkan pada upaya membekali lulusan sesuai kebutuhan stakeholder.  Perbaikan kurikulum dilakukan sebagai upaya meningkatkan kinerja proses belajar mengajar dan pengembangan peneilitian dan pengabdian kepada masyarakat.

"Peningkatan produktifitas kerjasama akademik dan riset yang menghasilkan publikasi internasional terus didorong. Di tahun 2016/2017, ini baru terhitung 4 judul karya dosen yang berhasil diterbitkan pada jurnal Internasional, satu judul pada jurnal terakreditasi nasional dan 17 judul yang dibublikasikan pada jurnal nasional tidak terakreditasi,” ujarnya.

Dalam upaya untuk mewujudkan UBH menjadi institusi pendidikan yang bermutu, bermartabat dan berkelas dunia, UBH mengembangkan kerja sama baik dengan institusi dalam negeri dan luar negeri. Kerja sama dengan institusi luar negeri yang sudah terjalin sejak beberapa tahun lalu masih berlanjut sampai saat ini.

“Untuk tahun ini kerja sama dengan institusi luar negeri yang baru kita jalin adalah dengan konjen Jepang, bidang kerja sama, di mana pemerintah Jepang memberikan dana hibah ke UBH melalui program bantuan hibah Grassroots kebudayaan untuk peningkatan sarana pembelajaran bahasa Jepang kepada prodi. Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Bung Hatta dengan nilai Rp632.831.625,” terangnya.

Tahun ini UBH juga menjalin kerja sama dengan SMK Toh Muda Abdul Aziz Sungai Siput Perak Malaysia, Saveetha University, Chenai  dan Kolej Yayasan Pahang (KYP) Malaysia. Upaya menjadi universitas berkelas dunia juga didukung Ketua Badan Pengurus Yayasan Pendidikan Bung Hatta Prof Dr Ir Fachri Ahmad MSc.

Menurutnya, perjalanan panjang telah mengatarkan UBH hingga saat ini dan bercita-cita menuju perguruan tinggi berkelas dunia. UBH terus berkiprah di dalam dan luar negeri. Hasil penelitian dan pengabdian yang dihasilkan dapat berkontribusi untuk pembangunan daerah dan bangsa.

Sementara itu, Prof Dr Meutia Farida Swasono, MS mewakili keluarga Bung Hatta, melihat banyak perkembangan dan kemajuan dari UBH, hal tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga Bung Hatta. Seperti pesan ibundanya, agar UBH terus menjaga pemikiran-pemikian Bung Hatta yang tidak hanya diimplentasikan secara internal, tapi kepada seluruh masyarakat.

“Kita berharap universitas ini dapat melahirkan lulusan atau tokoh-tokoh yang ikut memikirkan bagaimana kemajuan Indonesia melalui pemikiran Bung Hatta. Mereka harus lebih keluar lagi, tidak hanya pengimplementasian di kampus saja. Bung Hatta selalu mengutamakan kepentingan rakyat, perekonomin di tujukan untuk rakyat, ilmu diamalkan untuk rakyat,” ungkapnya.

Sementara Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Bung Hatta, Zuiyen Rais mengungkapkan di usia 36 tahun Bung Hatta, dirinya ingin adanya pemikiran-pemikiran baru untuk kemajuan UBH. Untuk mencapai hal tersebut, pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah-langkah.

“Saat ini alumni Bung Hatta sangat banyak, untuk yang di Jakarta saja mencapai 20.000 orang. Dari angka tersebut tidak sedikit yang menjadi orang-orang berhasil dan sukses. Untuk itu para alumni bertekad menyediakan beasiswa di Bung Hatta,” katanya.

Hal lain yang ingin dikembangkan adalah peningkatan status program studi yang sebelum nya B menjadi A, sehingga juga akan menaikan akreditasi Intisusi menjadi A. “Dua puluh sembilan prodi saat ini akreditasinya B, dan ini akan kita perjuangkan menjadi A, saat ini sedang proses. Kalau nanti dapat minimal 6 yang A, maka intisusi juga akan naik menjadi A,” ujarnya.

Selain itu, dirinya berencana membangun Bung Hatta Tower yang terdiri dari delapan lantai, “Tahun ini telah dimulai penimbunan, nanti untuk pembangunan kita akan lelang kepada pihak-pihak yang ingin berkantor di Bung Hatta Tower. Selain itu, kita juga telah membuat master plan akses jalan dari Bypass, sehingga memudahkan mahasiswa atau masyarakat datang ke Bung Hatta,” terangnya. (*)

Ikuti kami di