Harian Haluan

Harianhaluan.com

Ada Tiga Museum Baru di Sawahlunto, Apa Saja Koleksinya?

Ada Tiga Museum Baru di Sawahlunto, Apa Saja Koleksinya?
Ketua DPRD Sumbar Hendra Irwan Rahim dan Wako Sawahlunto Ali Yusuf mendengar penjelasan salah satu kolektor, Dian Wijaya. RIKI 

SAWAHLUNTO, HALUAN - Entah angin apa yang mendorong ketiga pecinta seni dan budaya Sumatera Barat ini, hingga begitu saja mau menempatkan ratusan koleksi seni yang mereka miliki di Kota Sawahlunto.

Ketiganya adalah Dian Wijaya, kolektor lukisan dan etnografi kayu, Yuqon Putra, kolektor instrumen atau alat musik dan Fauriza kolektor pakaian dan properti tari. Ketiganya seolah sepakat dengan begitu saja menempatkan koleksi-koleksi yang mereka kumpulkan sejak puluhan tahun tersebut.

“Sawahlunto ini kota tua yang masih terawat dengaan baik, dan kota tua dunia, dengan seorang kepala daerah yang memiliki pandangan jauh ke depan,” ujar Dian Wijaya kepada Haluan, usai peresmian Museum Budaya Sawahlunto, Jumat (23/6).

Dian Wijaya melihat, sebagai daerah yang kini menuju kota warisan dunia, Sawahlunto harus didukung semua kalangan. Tidak hanya masyarakat Sawahlunto, namun juga dari pecinta seni dan budaya, baik lokal maupun nasional.

Pendiri Padang Pos itu sendiri, menempatkan lebih dari 600 koleksi lukisan kanvas maupun etnografi kayu, dimana lebih dari 10 persennya maestro, yang siap memanjakan mata wisatawan yang berkunjung.

Senada dengan Dian Wijaya, Yuqon Putra, kolektor instrumen dan alat musik, menempatkan lebih dari 500 alat musik lokal, nasional hingga mancanegara. Kepercayaan menempatkan ratusan koleksi yang dikumpulkannya sejak muda itu, tidak terlepas dari keseriusan Sawahlunto dalam melestarikan budaya.

“Keseriusan Sawahlunto dalam melestarikan budaya membuat kami ingin membantu Sawahlunto, memajang koleksi, membantu Sawahlunto menjadi museum dunia,” ungkap pria yang pernah bertugas di Perancis dan Tokyo tersebut.

Yuqon menilai sebagai kota yang telah berlabel warisan budaya nasional, Sawahlunto memiliki prospek yang sangat cerah dalam sektor pariwisata, khususnya di bidang sejarah yang di dalamnya memuat kekayaan seni dan budaya.

Jika Dian Wijaya hadir dengan koleksi lukisan dan Yuqon dengan alat musiknya, maka pendiri SMK Pariwisata Aisiyah Sumbar ini, hadir dengan koleksi pakaian dan tari, yang dikemas dalam Museum Tari.

Fauriza, wanita kelahiran 26 Desember 1969, yang seharinya berprofesi sebagai guru di SMK Negeri 9 Kota Padang itu, juga mempercayakan lebih dari 500 koleksinya dipajang di salah satu bangunan peninggalan Belanda di Sawahlunto.

“Kita bantu Sawahlunto menuju museum dunia, dengan Museum Budaya ini mudah-mudahan Sawahlunto terbantu semakin cepat mendapatkan pengakuan dari Unesco,” ujar wanita yang juga pimpinan sanggar tari Citra Kumbara itu.

Ketiga kolektor seni dan budaya Sumatera Barat itu, Dian Wijaya, Yuqon Putra dan Fauriza, seolah sepakat dengan koleksi-koleksi yang mereka miliki tersebut, guna mendukung Sawahlunto menjadi koa warisan dunia.

Kepala Dinas Kebudayaan, Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman Kota Sawahlunto, Hendri Thalib, mengatakan, ketiga museum yang berada di bangunan peninggalan Belanda itu, akan menjadi bagian dari pelestarian budaya, pendidikan, rekreasi serta hiburan bagi wisatawan.

Walikota Sawahlunto, Ali Yusuf, ketika peresmian Museum Budaya Sawahlunto, mengungkapkan apresiasi bagi ketiga pecinta seni budaya tersebut. “Tidak ada kata-kata yang bisa saya ucapkan selain rasa syukur dan terima kasih yang sangat besar, atas dukungan yang diberikan bagi Sawahlunto,” ujar Ali Yusuf.

Bapak tiga anak itu meyakini, hadirnya ketiga pecinta seni budaya yang mempercayakan koleksi yang mereka miliki pada tiga museum yang didirikan, digerakan Allah SWT.

Ali Yusuf sangat yakin, dukungan besar yang diberikan ketiga pencinta seni dan budaya itu, tidak terlepas dari upaya pemerintah dalam melaksanakan program religius di tengah masyarakat.

“Saya kenal dengan ketiga pecinta seni dan budaya ini baru dalam beberapa bulan terakhir. Pastilah, atas izin Allah SWT menggerakan hati ketiganya untuk mendirikan museum di Sawahlunto,” pungkas Ali Yusuf.

Hadirnya Museum Budaya dengan tiga museum yang berada di bawahnya, membuat Sawahlunto semakin yakin, untuk berkembang dan semakin siap menjadi kota warisan dunia.

Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Sumbar, Hendra Irwan Rahim, ketika meresmikan tiga Museum Budaya Sawahlunto mengungkapkan, berdirinya museum merupakan wujud komitmen Sawahlunto terhadap dunia pariwisata.

“Kota kecil dengan pemimpin muda yang bersemangat, berani melakukan terobosan untuk mengangkat kota menuju nasional dan dunia. Kita harus mendukung, dan terima kasih kepada ketiga pecinta dan kolektor seni dan budaya kita,” pungkas Hendra Irwan Rahim.(h/nto)

Loading...
Ikuti kami di
Loading...
Loading...