Harian Haluan

Harianhaluan.com

Bersalin di Puskesmas Pauh, Peserta JKN-KIS Mendapat Pelayanan Sangat Istimewa

Bersalin di Puskesmas Pauh, Peserta JKN-KIS Mendapat Pelayanan Sangat Istimewa
Tenaga medis Puskesmas Pauh tengah memeriksa kehamilan pasien menggunakan peralatan USG 2 Dimensi dengan layar 4 Dimensi. IST 

PADANG, HARIANHALUAN.COM—Pelayanan persalinan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indoesia Sehat (JKN-KIS) di Puskesmas Pauh, Kota Padang, patut diacungi jempol. Pasalnya, ibu hamil yang hendak melahirkan di tempat ini, dilayani dengan sangat istimewa bagaikan istri raja. 

 
Ada ambulance yang siaga 24 jam untuk menjemput peserta JKN-KIS yang hendak melahirkan. Pasien bisa menelpon minta dijemput ke rumahnya atau layanan Puskelin. Puskesmas Pauh juga menyediakan “rumah tunggu persalinan”, sehingga ibu hamil bisa menunggu waktu persalinannya dan tak perlu pulang lagi ke rumah.
 
“Puskelin dan rumah tunggu persalinan adalah program unggulan Puskesmas Pauh. Program ini sangat membantu masyarakat yang tinggalnya jauh dari pusat layanan kesehatan dan sulit akses transportasi,” terang Kepala Puskesmas Pauh, dr Desy Susanty.
 
Selain itu, sarana prasarana persalinan juga lengkap, karena Puskesmas ini sudah menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) bersama 23 Puskesmas lainnya di Kota Padang. Diantaranya, ruang layanan dasar persalinan (Poned), ruang persalinan, ruang bayi, dan ruang rawat pasien dengan 3 tempat tidur.  
 
“Saat ini Puskesmas kita masih dalam tahap perbaikan. Ke depan, ruang IGD akan kita pisah antara IGD Kebidanan  dan IGD Umum. Ruang rawat inap persalinan dan non persalinan juga akan dibedakan,” katanya.
 
Pihaknya nanti juga akan melayani pemeriksaan Ultrasonography (USG) 4 Dimensi. Peralatan sudah tesedia. Untuk mengoperasikannya, Pemko Padang bekerja sama dengan Unand khususnya untuk penempatan dokter spesialis yang sedang pendidikan.
 
Selanjutnya, untuk melayani pasien ibu melahirkan ini, 14 tenaga kesehatan disiagakan 24 jam lengkap dengan mobil ambulance. Mereka dibagi 3 shif, terdiri dari 7 orang bidan PNS, 1 ners dan 6 bidang sukarela. Jika bayi yang lahir perlu dirujuk ke rumah sakit, Puskesmas menyediakan inkubator. 
 
Karena itu, tak mengherankan jika animo masyarakat untuk berobat dan melahirkan di Puskesmas ini sangat tinggi. Terlebih sejak era JKN-KIS, jumlah persalinan meningkat lebih 10 orang/bulan. Sebelum era  JKN-KIS, kurang 10 persalinan/bulan.
 
Meskipun layanan yang diberikan sangat istimewa, namun Puskemas Pauh tidak pernah memungut bayaran apapun pada pasien, terlebih bagi peserta JKN-KIS. Begitu pula ketika pasien menginap di “rumah tunggu persalinan” bersama pendamping pasien, tidak dipungut bayaran. Pelayanan prima itu diberikan secara gratis.
 
“Kita tidak memungut biaya apapun pada pasien. Bahkan saat hendak pulang ke rumah usai melahirkan, Puskesmas justru memberikan uang transport pada ibu melahirkan Rp50.000,” ujar Desy.
 



Ikuti kami di