Harian Haluan

Harianhaluan.com

Sembilan Tahun Menanti, Sawahlunto Kembali Raih Adipura

Sembilan Tahun Menanti, Sawahlunto Kembali Raih Adipura
Presiden Joko Widodo menyerahkan Piala Adipura kepada Walikota Sawahlunto, Ali Yusuf, dalam acara puncak Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Jakarta, Rabu (2/8).Humas 

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM-- Cerminan kehidupan masyarakat Kota Sawahlunto, yang bersih, nyaman dan asri diganjar oleh Pemerintah Pusat dengan penghargaan piala Adipura.

Prestasi membanggakan supremasi tertinggi sebuah penghargaan bagi kota di Indonesia yang berhasil dalam kebersihan serta pengelolaan lingkungan perkotaan yang diselenggarakan oleh Kementerian Negara Lingkungan Hidup dan Kehutanan ini menambah catatan prestasi yang diterima oleh Sawahlunto. Khusus untuk Adipura kali ini diraih setelah sembilan tahun menanti, terakhir " Kota Arang " ini mendapatkannya pada 2008 silam.

Bertempat di plaza Ir Soedjono Soeryo Kementrian Kehutanan dan Lingkungan Hidup RI Jakarta, Rabu (2/8) dalam perayaan puncak hari lingkungan hidup sedunia, sejarah kembalinya Adipura ke kota ini, terangkum dalam momen prestisius dimana Presiden RI, Ir. Joko Widodo menyerahkan piala Adipura kepada Walikota Sawahlunto, Ali Yusuf.

"Keberhasilan ini tentu tidak lepas dari kerja keras semua pihak terlebih pasukan kuning atau pasukan kebersihan sebagai ujung tombak dalam memelihara dan memastikan lingkungan kota menjadi bersih," ungkap Wako Ali Yusuf.

Terima kasih yang setinggi tingginya juga disematkan kepada seluruh warga kota, karena partisipasi dan kesadarannya dalam menjaga dan mengaplikasikan hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari hari, sehingga tercipta lingkungan yang asri dan bersih. Aplikasi hidup bersih lanjutnya, tidak saja ketika ada penilaian saja, akan tetapi sudah menjadi budaya dan kehidupan sehari-hari masyarakat.Tak lupa pula apresiasi disematkan kepada para polisi cilik atau pocil yang ada di sekolah dasar, yang mempu menjadi pionir duta kebersihan diri dan lingkungan sekolahnya.

Adipura sebut bapak tiga anak itu, hanyalah sebuah lambang kebersihan kota. Gerakan kebersihan di Kota Sawahlunto sendiri memang telah berada pada titik puncak dimulai di tahun 2013 atau empat tahun yang lalu melibatkan seluruh masyarakat dan kemudian diperkuat dengan sistem kebersihan bersama.

Ikuti kami di