Harian Haluan

Harianhaluan.com

Sewindu Lepas, Adipura Kembali ke Pelukan Padang

Sewindu Lepas, Adipura Kembali ke Pelukan Padang
Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah menerima Adipura dari Presiden Joko Widodo, Rabu (2/8). Humas 

PADANG, HARIANHALUAN.COM-- Kota Padang kembali menerima Adipura, Rabu (2/8), setelah sewindu (delapan tahun) lepas dari pelukan Kota Padang. Penghargaan bergengsi ini diterima langsung oleh Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah yang diserahkan oleh Presiden Indonesia Joko Widodo.

Padahal penghargaan bagi kota terbersih itu dulunya terus menerus didapat. Tercatat, sebanyak 17 kali penghargaan Adipura menjadi milik Kota Padang.

Namun trend positif itu terhenti pada tahun 2010 (setelah gempa besar). Sejak itu, Adipura tidak lagi singgah di Padang. Tercatat, hanya sertifikat Adipura saja yang diperoleh beberapa kali.

Memasuki tahun 2016 dan 2017, ada perubahan yang terjadi di Padang. Komitmen dua pimpinan, Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo dan Wawako Emzalmi untuk menjadikan kotanya bersih benar-benar diwujudkan secara nyata. Gerakan hidup bersih dimulai dari masyarakat.

Sampah tidak ada lagi yang berserakan di pinggir jalan. Masyarakat tidak asal buang sampah. Semua telah ada tempatnya. Bahkan waktu buang sampah pun sudah ditetapkan. Masyarakat hanya boleh membuang sampah di kontainer yang telah ada mulai pukul 17.00 - 05.00 Wib. Sedangkan pukul 05.00 - 17.00 Wib, warga tak boleh membuang sampah di kontainer. Sebab pada jam itu kontainer tidak mangkal di tempat yang ditetapkan.

Selain itu, setiap pembuang sampah sembarangan akan didenda. Mereka yang kedapatan, ditindak pidana ringan (Tipiring) dari Satpol PP.

Sebab, mulai 1 Oktober 2015 lalu, Peraturan Daerah (Per­da) Kota Padang Nomor 21 tahun 2012 yang mengatur tentang pengelolaan sampah diberlakukan. Pembuang sampah sembarangan dikenakan hukuman tindak pidana ringan berupa kurungan 3 bulan atau denda Rp 5 juta.

Tidak itu saja, Sumber Daya Manusia (SDM) yang bekerja membersihkan kota dari sampah juga direkrut. Mereka yang disebut dengan "Relawan Kebersihan" ikut menjaga kota dari sampah berserakan.

Begitu halnya dengan andil besar dari 'pasukan kuning' yang bekerja tak kenal lelah. Sebanyak 650 orang pasukan kuning bekerja selama 24 jam membersihkan Padang dari sampah. Termasuk dukungan dari RT, RW, Lurah, maupun Camat dalam mengajak warga untuk hidup bersih.

Itu pula yang menjadikan Padang meraih Adipura pada tahun ini. Rabu (2/8), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyerahkan Adipura kepada Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo. Penghargaan diserahkan di Kompleks Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta Pusat dan disaksikan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo.

Walikota Padang nampak senang begitu menerima penghargaan ini. Sebab, di tangannya pulalah penghargaan ini diraih. Dan Mahyeldi pula yang menjemputnya ke Jakarta.

Ikuti kami di