Harianhaluan.com | Mencerdaskan Kehidupan Masyarakat

Harianhaluan.com

Sebelum Tertangkap, Mahasiswa Sudah Diimbau Tak Masuki Samanud

Sebelum Tertangkap, Mahasiswa Sudah Diimbau Tak Masuki Samanud
ilustrasi Polisi Mesir sedang berjaga 

PADANG, HARIANHALUAN.COM--Dua mahasiswa Indonesia asal Limapuluh Kota, Sumatra Barat, Nurul Islami dan Muhammad Hadi, ditahan polisi Markaz Aga, Provinsi ad-Daqohliyyah, Mesir, sejak 1 Agustus. Mereka ditahan karena memasuko wilayah terlarang, yakni di Desa Samanud. Hingga kini, dua mahasiswa Jurusan Syariah tingkat III itu masih ditahan.
 
Ketua Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir, Pangeran Arsyad Ihsanulhaq, mengatakan,  setelah mendengar kabar tertangkapnya dua mahasiswa itu, pihaknya langsung berkoordinasi dengan KBRI Kairo dalam upaya pembebasan dua mahasiswa tersebut. KBRI Kairo lalu mengirimkan nota diplomatik kepada Grand Syeikh Al-Azhar, National Security Mesir, dan Kementerian Luar Negeri untuk memohon bantuan pembebasan dua mahasiswa itu. 
 
Namun, sejauh ini, kata Pangeran, belum banyak hasil yang didapatkan atas usaha itu karena KBRI sampai saat ini belum diperkenankan untuk bertemu dengan kedua mahasiswa tersebut. 
Sebelum dua mahasiswa tersebut tertangkap, kata Pangeran, PPMI Mesir sudah mengimbau mahasiswa Indonesia untuk memasuki wilayah terlarang itu. 

Ikuti kami di