Harian Haluan

Harianhaluan.com

Home »

pemda

Pasbar, Hasilkan 1,6 Juta Ton TBS Setiap Panen

Pasbar, Hasilkan 1,6 Juta Ton TBS Setiap Panen
Wakil Bupati Pasbar H. Yulianto berfoto bersama dengan kepala OPD dan pengurus KPS Perintis PIR Bun Ophir pada panen perdana setelah peremajaan. Osniwati  

PASBAR, HARIANHALUAN.COM—Kabupaten Pasaman Barat memiliki luas perkebunan sawit sebanyak 100 ribu ha dan panen setiap hari 1,6 juta ton. Namun, kondisi tersebut saat ini sudah menurun dengan adanya peremajaan di beberapa perkebunan, baik milik perusahaan maupun milik petani.

Wakil Bupati Pasbar H. Yulianto SH ketika panen perdana dan pengiriman TBS anggota plasma I KLP sampai dengan XXVI siklus II ke PT. GSA Koperasi Perkebunan Kelapa Sawit (KPS) Perintis Pir Bun Ophir kemarin (15/8), mengatakan Pasbar khususnya  perkebunan sawit di Simpang Tigo Ophir pernah menjadi perkebunan percontohan hingga ke tingkat nasional.

“Apresiasi tersebut diberikan oleh pemerintah ke Pasbar, kita pernah mengalami atau merasakan kesuksesan tersebut. Perkebunan sawit kita pernah menjadi yang terbaik di Indonesia malah,”tutur H. Yulianto.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Pasbar Alfitri Noven menjelaskan perkebunan sawit di Pasbar memiliki beberapa persoalan yang menjadi penyebab menurunnya hasil panen. Seperti pemilihan bibit yang kurang bagus yang berimbas kepada kualitas buah.  Harga TBS yang sering mengalami fluktuasi atau mengalami perubahan serta timbangan dari pembeli sawit yang tidak jujur atau tidak melalui KIR.


“Inilah menjadi tugas kita bersama ke depan, bagaimana luas perkebunan sawit kita itu menghasilkan buah yang bagus serta membuat perekonomian meningkat,”urai Alfitri Noven.

Selanjutnya, kata Alfitri Noven peremajaan yang dilakukan oleh kelompok tani saat ini sudah mulai melirik bibit yang unggul. Sebanyak 13.700 ha peremajaan yang dilakukan sudah menunjukkan hasil yang memuaskan. Sedangkan untuk harga TBS sekarang ini mencapai Rp 1.785 per kg.

“Kerjasama kita dengan koperasi sawit yang sudah berjalan selama ini cukup bagus. Petani sudah melirik teknologi sebelum terjun ke perkebunan,”pungkas Alfitri Noven.(h/ows)

 

Editor: Rivo Septi Andries



Ikuti kami di