Harian Haluan

Harianhaluan.com

Home »

pemda

DIDANAI APBD DAN APBN

Pemkab Lahirkan Ratusan Wirausaha Baru

Pemkab Lahirkan Ratusan Wirausaha Baru
JALIN KERJA SAMA—Bupati Solok Gusmal bersama Kepala Perwakilan BI Sumbar, Endy Dwi Tjahjono selepas penandatanganan nota kesepahaman di Padang, Kamis (7/9) lalu. Pada kesempatan itu disepakati kerja sama pengendalian pangan strategis komoditas bawang merah sebagai upaya pengendalian inflasi di Sumbar. YUTIS WANDI 

AROSUKA, HALUAN—Penciptaan wirausaha merupakan salah satu solusi untuk menekan tingkat pengangguran yang terjadi saat ini.

Selain menciptakan pekerjaan bagi diri sendiri pelaku wirausaha diharapkan juga dapat membuka kesempatan kerja bagi orang lain.

Menyikapi hal itu Pemerintah Kabupaten Solok terus berupaya menetapkan kebijakan dan program kerja untuk membangkitkan dan mengembangkan program wirausaha.

“Dengan semangat kewirausahaan yang inovatif, kreatif dan berdaya saing, para pelaku wirausaha ini diharapkan menjadi ujung tombak sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan koperasi yang mampu menciptakan lapangan kerja baru,” kata Bupati Solok saat pembekalan manajemen usaha bagi wirausahawan baru melalui inkubasi bisnis 2017 di Arosuka, Senin (11/9).

Di hadapan pimpinan DPRD Kab. Solok Septrismen, Kadis DPMPPTSP Naker Kabupaten Solok Erizal, Sekretaris Dinas Koperindag Yuniarli, Camat dan wali nagari se Kab. Solok serta para wirausahawan di daerah itu, bupati mengungkapkan Pemerintah Daerah Kabupaten Solok melalui Dinas Penanaman Modal, PTSP dan Tenaga Kerja menargetkan menciptakan 50 wirausaha baru dengan dana APBD, serta melalui dana APBN sebanyak 100 wirausaha baru selama lima tahun mendatang. “Tahun ini dilaksanakan melalui bantuan peralatan kerja pangkas rambut dan salon,” kata bupati.

Program unggulan yang dikembangkan dalam pembinaan kewirausahaan meliputi, pelatihan usaha mandiri dan manajerial tenaga kerja, padat karya produktif, pemagangan, teknologi tepat guna dan pendampingan peserta pelatihan lainnya yang disesuaikan dengan minat, bakat dan potensi masyarakat.

Untuk menambah keterampilan kerja lembaga-lembaga pendidikan dapat mengembangkan kerja sama dengan Balai Latihan Kerja.

Terutama mengembangkan program keterampilan untuk mendukung wirausaha baru, salah satunya di bidang usaha jasa pangkas rambut dan salon.

“Untuk itu perlu ada pelatihan-pelatihan wirausaha baru berbasis potensi lokal untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal juga ini bisa dikembangkan dengan kerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK),” jelasnya.

Sementara itu di tengah jumlah wirausaha yang masih sedikit, pemerintah juga menemui berbagai kendala seperti masih tingginya angka pengangguran usia muda, terlalu rendahnya daya saing dan produktivitas Tenaga Kerja Indonesia karena minimnya pendidikan dan minat terhadap pelatihan kerja.

Lantaran itu, dalam menghadapi tantangan dan permasaalahan ketenagakerjaan tersebut ada 3 program yang dilakukan yaitu peningkatan kualitas dan produktifitas tenaga kerja, peningkatan kesempatan kerja baik di sektor formal maupun informal, serta perlindungan dan pengembangan lembaga ketenagakerjaan.

Searah dengan itu, kepada camat dan wali nagari, bupati berharap untuk terus melakukan pembinaan dan dorongan, sehingga bantuan peralatan kerja yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Kepada seluruh peserta diharapkan menjadi wirausahawan baru yang siap bersaing pada pasar kerja khususnya di Kabupaten Solok serta memilliki terobosan terbaru dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat sehingga dapat menjadi wirausahawan yang tahan terhadap segala keadaan,” pungkas bupati. (h/ndi)



Ikuti kami di