Harian Haluan

Harianhaluan.com

Polres Pasaman Musnahkan Sembilan Kilogram Ganja

Polres Pasaman Musnahkan Sembilan Kilogram Ganja
MUSNAHKAN BARANG BUKTI - Kapolres Pasaman bersama staf ahli bupati, Hermanto dan sederet unsur Forkopimda saat pemusnahan sembilan kilogram ganja, Rabu (22/11). YUDI LUBIS 

PASAMAN, HARIANHALUAN.COM - Sembilan kilogram barang bukti ganja kering dimusnahkan dengan cara dibakar oleh Polres Pasaman, bersama unsur Forkopimda setempat, Rabu (22/11).

Barang haram tersebut merupakan barang bukti dari dua tersangka yang diamankan Satres Narkoba di Kampung Tongah, Nagari Tarung-tarung, Kecamatan Rao, Kamis (9/11) lalu, yaitu MI (29) dan SP (19).

Kapolres Pasaman, AKBP Reko Indro Sasongko menjelaskan pemusnahan ganja ini dari pengungkapan kasus dua orang kurir yang tertangkap tangan membawa ganja oleh satuan narkoba dengan jumlah tersangka sebanyak dua orang.

"Ganja kering siap edar tersebut kita amankan 10 kilogram dari dua orang tersangka dan yang dimusnahkan sebanyak sembilan kilogram karena satu kilogram digunakan untuk barang bukti persidangan di pengadilan nanti," ujar AKBP Reko Indro Sasongko yang sebentar lagi akan mengakhiri masa tugasnya di Polres itu.

Ia menjelaskan, barang bukti tersebut dimusnahkan dengan cara dibakar dihadapan Ketua Pengadilan, staf ahli bupati Pasaman, Muspida, Dinas Kesehatan dan personil Polres Pasaman.

"Kita minta kepada dua orang tersangka agar bertobat, jangan mengulangi perbuatannya lagi. Jalanilah sidang nanti dengan baik di Pengadilan Negeri Lubuk Sikaping," sebut Reko.

Dikatakan, pemusnahan barang bukti ganja ini sebagai bentuk komitmen Polres Pasaman, untuk terus memberantasan segala bentuk peredaran narkoba di wilayah tersebut.

"Sekaligus juga, bentuk keseriusan untuk mengungkap dan menangkap para pelaku, pengedar, pembawa maupun bandar yang masuk ke wilayah hukum Polres Pasaman," katanya.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Polres Pasaman, Iptu Roni menjelaskan, penangkapan dilakukan setelah pihak kepolisian mendapatkan informasi bahwa kedua pemuda tersebut akan membawa ganja dari Mandailing Natal ke Kota Padang.

"Sebanyak 10 kilogram ganja itu disimpan di dalam dua buah tas yang diangkut menggunakan sepeda motor. Mereka adalah kurir, saat dicegat empat kali di jalanan, keduanya sempat melawan petugas sehingga kami harus memberikan tembakan peringatan," ungkapnya.

Disisi lain, pemusnahan ganja sembilan kilogram di lapangan Mapolres setempat, membuat pusing warga sekitar. khususnya mereka yang ikut menyaksikan pemusnahan barang haram tersebut. Sebab, ganja sebanyak itu dimusnahkan dengan cara dibakar.

Kepulan asap dari ganja itu menyebar ke seluruh lapangan. Bahkan, asap dari hasil pembakaran ganja itu juga masuk ke rumah-rumah warga yang ada di samping lapangan.

Beberapa petugas sudah bersiap dengan memakai masker, demikian dengan para wartawan. Sementara warga yang menyaksikan tidak mempersiapkan diri sehingga asap terhirup hidung mereka.

"Lumayan pusing sih soalnya tadi enggak pakai masker juga," kata Buyung saat menyaksikan pemusnahan di depan Mapolres setempat.

Buyung, mengaku mencium aroma ganja terbakar cukup menyengat hidungnya. Karena itu, dia merasa pusing. "Saat pembakaran ganja tersebut, asapnya memang mengarah ke atas. Namun, saat angin bertiup, aroma ganja menyebar hingga tercium," ungkap Buyung. (h/mg-yud)

 

 

 

Ikuti kami di