Harian Haluan

Harianhaluan.com

Kakan Kemenag Imbau Mubalig Serukan Anti Valentine

Kakan Kemenag Imbau Mubalig Serukan Anti Valentine
Ilustasi.NET 

AROSUKA, HARIANHALUAN.COM - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Solok, Alizar meminta kepada seluruh unsur yang berada di bawah jajaran Kementerian Agama agar menyerukan kepada masarakat, untuk tidak merayakan hari Valentine yang diperingati setiap tanggal 14 Februari oleh sebagian kalangan.

"Kita minta Kepala KUA, Kepala Madrasah, Ketua Kelompok Kerja Penyuluh Agama serta par Da'i dan Mubaligh untuk menyerukannya kepada masyarakat khususnya remaja. Karena Valentine bukan budaya Islam," tegas Kakan kemenag Alizar Chan kepada Haluan di kantor Kemenag Kab Solok, Selasa (13/2).

Alizar menjelaskan, berdasarkan sejarahnya Valentine mempunyai beberapa versi yang semuanya datang dari budaya barat. Versi-versi itu tak satupun yang dibolehkan atau halal menurut Islam. Tersebab itu, tidak ada alasan bagi generasi muda islam khususnya, ikut merayakan dalam bentuk apapun, walaupun sekedar bertukar coklat atau cendera mata maupun kegiatan lain yang kahirnya menjurus ke perbuatan terlarang.

"Sebagaimana firman Allah dalam surat Al Isra' ayat 32 yang artinya "janganlah kamu mendekati zina, karena zina itu perbuatan keji dan sesungguhnya zina itu jalan yang buruk," jelasnya.

Kakankemenag yang juga dikenal sebagai Buya di Sumatera Barat ini juga mengutip Hadits Rasulullah yang diriwayatkan oleh At Tirmidzi yang artinya "barang yang siaoa yang meniru suatu kaum, berarti ia termasuk kedalam kaum tersebut". Selain ayat dan Hadits tersebut diatas masih banyak lagi ayat-ayat Allah dalam Alquran yang mengatur tata krama yang bisa dipedomani agar kita tidak termasuk golongan orang-orang yang sesat.

Lantaran itu, Alizar mengimbau semua pihak agar menyampaikan dan menyebar luaskan kepada masyarakat, bahwa Hari Valentine bukan budaya kita dan tidak ada alasan maupun esensi bagi kita untuk meniru dan mengikutinya.

Terkecuali itu, pihaknya sekaligus mengajak Ninik Mamak, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda untuk bersama-sama membendung budaya barat yang dapat merusak mental dan akhlak generasi muda kita. "Mari kita perkuat Adat Basandi Syarat dan Syarak Basandi Kitabullah untuk tegaknya Budaya Minang dan Selamatnya Generasi Muda kita," tegasnya lagi. (h/ndi)

 

Loading...
Ikuti kami di
Loading...
Loading...