Harian Haluan

Harianhaluan.com

Home »

pemda

Banjir Kunjungan Wisman, Sektor Pengamanan di Mentawai Jangan Lengah

Banjir Kunjungan Wisman, Sektor Pengamanan di Mentawai Jangan Lengah
Sceenshot 

PADANG, HARIANHALUAN.COM – Semakin diliriknya Kepulauan Mentawai sebagai salah satu destinasi tempat berwisata, mesti dibarengi dengan upaya peningkatan pengawasan keamanan. Jika tidak, dikhawatirkan Mentawai juga dilirik sebagai ladang tempat dilakukan aksi kriminalitas.

Peringatan itu disampaikan Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit, Rabu (21/2), dalam rapat kordinasi (Rakor) dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) di Istana Gubernuran. Menurut Nasrul, pengawasan juga penting ditingkatkan mengingat Mentawai tengah diusulkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

“Wisata di Kabupaten Mentawai menggeliat. Minat wisatawan asing ke Mentawai makin meningkat. Tapi kita tidak boleh lengah soal pengawasan dan keamanan. Jika lengah, itu bisa dimanfaatkan oleh orang tak bertanggung jawab, dengan melakukan tindak kriminal di sana,” kata Nasrul.

Tindakan kriminal yang dimaksud Nasrul, seperti upaya penyelundupan barang-barang yang melanggar ketentuan hukum, seperti narkotika dan lain sebagainya. Oleh karena itu, ia berharap seluruh pihak berkepentingan di Mentawai memastikan keamanan dan pengawasan sesuai dengan standar yang dibutuhkan.


“Di tengah tingginya kunjungan wisman (wisatawan mancanegara), bisa saja ada yang memanfaatkan momen melakukan aksi kriminalitas. Ini yang patut kita waspadai sejak jauh-jauh hari,” tambahnya.

Dikatakan Nasrul, ia bersama jajaran di pemerintaan provinsi berencana melakukan kunjungan ke Mentawai pada 25 hingga 28 Februari nanti. Kunjungan ini juga akan dimanfaatkan untuk melihat sejauh apa standar keamanan yang diterapkan di pusat-pusat destinasi wisata di daerah tersebut.

“Selain memastikan itu, kita juga akan membahas Trans Mentawai dan KEK Mentawai. Nanti dalam kunjungan juga ada perwakilan Kementerian Koordinator Maritim. Juga akan dibahas soal sentra perikanan, pelabuhan, dan bandara dengan standar internasional di sana. Kita berharap hasil kunjungan itu nanti berbuah laporan yang jelas, sehingga bisa menarik anggaran pusat juga untuk pembangunannya,” pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya menilai Kepulauan Mentawai paling potensial untuk dijadikan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Sumatera Barat karena memiliki hamparan lahan yang memenuhi syarat. Berdasarkan data, lahan yang tersedia di Mentawai mencapai 2.600 hektare dan telah dibebaskan. Ini mencukupi untuk KEK.

Modal terbesar yang dimiliki Mentawai adalah keindahan pantai dan jenis ombak yang diminati oleh peselancar dari seluruh dunia. Pantai Kuta sebagai lokasi surfing telah membawa Bali secara keseluruhan dikenal dunia. Begitu pula Pantai Plekung atau G Land Banyuwangi juga dikenal karena lokasi surfing-nya. Mentawai pasti juga bisa, ujarnya.

Ia menambahkan jika KEK telah terbentuk, biasanya destinasi wisata lain di provinsi itu juga akan terpacu untuk menyiapkan diri menjadi KEK. Contohnya di Bangka Belitung. Setelah Tanjung Kelayang ditetapkan jadi KEK, dua destinasi lain juga tertarik dan telah diusulkan menjadi KEK, yaitu Tanjung Gunung dan Sungai Liat. (h/isq)



Ikuti kami di