Harian Haluan

Harianhaluan.com

Home »

pemda

DORONG PERCEPATAN BEROPERASI

Kementerian ESDM Tinjau Pelabuhan Teluk Tapang Pasbar

Kementerian ESDM Tinjau Pelabuhan Teluk Tapang Pasbar
Tim dari pemerintah pusat berdiskusi sejenak dengan tim dari pemerintah Kabupaten Pasbar terkait dengan progres Pelabuhan Teluk Tapang 

PASBAR, HALUAN-- Percepatan pembangunan Pelabuhan Teluk Tapang, Air Bangis, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar),  terus mendapat perhatian dari pemerintah pusat.

   

Tim dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama tim dari Pelindo II, meninjau langsung kondisi Pelabuhan Teluk Tapang tersebut,Kamis kemarin (8/3),

      Rombongan tersebut disambut oleh Sekkab Pasbar, H. Manus Handri di kantor Bappeda sambil memaparkan potensi Pelabuhan Teluk Tapang.


      Setelah itu, rombongan bersama Kepala Bappeda Jhoni Hendri, Kadis Perhubungan Pasbar, Adrinaldi menuju ke Pelabuhan Teluk Tapang.

      Kepala Badan Litbang Kementerian  ESDM,  F.X Sutijastoto mengatakan, Pelabuhan Teluk Tapang Pasaman Barat sudah termasuk salah satu faktor penting. Sebab, pelabuhan tersebut akan mengakut hasil bumi dan bangunan, salah satunya minyak CPO.

      Namun, sebelum mencapai ke tahap itu, Pemkab Pasbar yang didukung oleh semua pihak agar menyelesaikan jalan menuju pelabuhan Teluk Tapang. Sebab, pelabuhan tersebut belum bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan atau jalan darat.   "Dari laporan Pemda Pasbar kondisi jalan harus ditempuh dengan kendaraan dobel kabin. Artinya belum memungkinkan ditempuh dengan truk atau sejenisnya," kata FX Sutijastoto.

      Selain itu, kondisi pelabuhan saat ini khususnya tempat sandaran kapal atau dermaga baru satu. Namun, pelabuhan minimal harus dua. "Diharapkan tentu dermaga ini kalau bisa ditambah lagi menjadi dua," harapnya.

      Hasil dari peninjauan lapangan tersebut, lanjut F.X Sutijastoto akan dibicarakan dengan Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit. Setelah itu akan ditindaklanjuti dengan kementerian terkait di pemerintah pusat.

      Sekkab, Pasbar, H Manus Handri menyambut baik perhatian dari pemerintah pusat terhadap pembangunan Pelabuhan Teluk Tapang. Karena, pelabuhan tersebut besar artinya bagi masyarakat Pasbar.

      "Kita bersyukur dan berterima kasih kepada pemerintah pusat atas perhatian yang diberikan kepada Pasbar, khususnya dalam pembangunan Pelabuhan Teluk Tapang. Saran dan kritikan yang diberikan oleh pemerintah pusat menjadi catatan penting bagi kita. Tentunya kita tidak akan henti-hentinya meminta pemerintah pusat untuk terus mendorong pembangunan di Pasbar, terutama Pembangunan Teluk Tapang," harapnya.

Sebelumnya Bupati Pasbar, H. Syahiran melalui Kepala Bappeda, Jhoni Hendri menilai perlu percepatan pengoperasian Pelabuhan Teluk Tapang Air Bangis karena bisa berdampak ekonomi bagi masyarakat. "Banyak efek yang positif nantinya jika pelabuhan telah beroperasi. Bangunan fisik pelabuhan telah rampung, tinggal jalan dan jembatan menuju daerah itu yang sedang diusahakan oleh pemerintah pusat saat ini," katanya.

Ia mengatakan saat ini jalan sekitar 1,2 kilometer sudah diaspal sementara sepanjang 41,4 kilometer belum diaspal. Selain itu sekitar 12 jembatan besar dan 6 jembatan kecil belum dibangun.

Ia menyebutkan, banyak manfaatnya secara ekonomi jika Pelabuhan Teluk Tapang beroperasi. Pertama, mengurangi jarak tempuh jalur darat transportasi crude palm oil (CPO) kelapa sawit menuju Pelabuhan Teluk Bayur di Padang yang menempuh 140 kilometer dengan biaya Rp200.000 perton.

Jika menggunakan Pelabuhan Teluk Tapang maka biaya transportasi menjadi Rp100.000 per ton atau berkurang 50 persen.

Kedua, mengurangi frekuensi penggunaan jalan oleh truk angkutan CPO sehingga memperpanjang umur pakai jalan nasional dan jalan provinsi.

Ketiga, penuntasan status jorong tertinggal yakni Jorong Ranah Panantian dan Jorong Pigogah Pati Bubur. Keempat, penyerapan tenaga kerja untuk penurunan angka pengangguran. Kelima, mengurangi beban operasional atau kepadatan Pelabuhan Teluk Bayur.

Manfaat keenam, Pelabuhan Teluk Tapang menjadi jalan masuk barang komoditi dan distribusi serta memperlancar ekspor komoditi yang ada. Ketujuh, menjadi tempat pengapalan hasil tambang biji besi dan memperlancar transportasi air CPO dan inti kelapa sawit.

"Pasaman Barat ini memiliki produksi perkebunan, pertanian, peternakan dan perikanan. Jika pelabuhan beroperasi akan mengurangi jarak tempuh dan biaya," ujarnya.

Ia menjelaskan diantara potensi sumber daya alam yang ada adalah perkebunan kelapan sawit seluas 164.809 hektare dengan produksi 2.378.850 ton per tahun, memiliki 17 perusahan kelapa sawit dan 15 pabrik CPO.

Potensi tanaman karet dengan produksi 7.458,74 ton pertahun, kakao dengan produksi 9.396,29 ton pertahun dan nilam dengan produksi 185,92 ton per tahun.

Di bidang peternakan, Pasaman Barat memiliki kawasan peternakan Air Runding seluas 1.000 hektare dengan populasi 4.000 ekor. Estimasi populasi ternak pada tahun 2020 sebanyak 9.355 ekor.

Di sektor perikanan, Pasaman Barat memiliki garis pantai 152 kilometer dengan produksi perikanan tangkap 108.938 ton pertahun. Selain itu potensi ikan teri sebesar 24.000 ton, ikan selar 20.000 ton, ikan tetengkek 13.000 ton serta potensi ikan kerapu, rumput laut, udang, kepiting bakau, kakap putih, biji besi batu emas kaolin, granit dan mangan.

"Untuk peluang masa depannya, pelabuhan bisa dijadikan pengelolaan tangki timbun CPO, stoke file tambang, investasi infenery plan serta pengembangan pariwisata," jelasnya.

Ia berharap pemerintah pusat dapat memprioritaskan penuntasan pembangunan jalan menuju pelabuhan pada tahun ini. (***)



Ikuti kami di