MENU TUTUP

Kader Mengamuk, Kantor Golkar Sumbar Diserang

Senin,16 April 2018 | 14:12:21 WIB
Kader Mengamuk, Kantor Golkar Sumbar Diserang Kondisi kantor DPD Golkar Sumbar, yang rusak diserang sekelompok orang, Minggu (15/4) sore. IRHAM

PADANG, HARIANHALUAN.COM— Belasan kader Golkar Sijunjung mengamuk dan merusak Kantor DPD Golkar Sumbar, Minggu (15/4) sore. Amukan itu dipicu penolakan penyelenggaraan Musyawarah Daerah (Musda) DPD Golkar Sijunjung yang diadakan di Padang dan dinilai penuh kejanggalan.

Kericuhan terjadi bertepatan dengan Musda yang sedang berlangsung. Kader yang sudah kalap memecahkan kaca kantor yang terletak di Jalan Rasuna Said tersebut. Sejumlah pot bunga yang awalnya berjejer rapi dihempaskan dan dilempar hingga hancur. Bahkan, seorang kader Golkar Sijunjung terluka akibat terkena serpihan kaca.

Suasana kian tak kondusif. Sekretaris Golkar Sijunjung, Hartani bahkan nyaris baku hantam dengan Mukhlis R, mantan Ketua DPRD Sijunjung yang juga kader Golkar. Sebelum adu jotos terjadi, keduanya dipisahkan oleh kader lain. “Kacau. Kondisinya tidak terkendali. Di dalam sedang Musda. Di luar ruangan kader mengamuk, bahkan memecahkan kaca,” terang seorang saksi mata.

Menurut informasi dari sejumlah kader Golkar, kaca itu dipecahkan dari luar tempat digelarnya Musda, dan itu terjadi beriringan dengan penolakan Musda yang disampaikan Arrival Boy. "Belum diketahui siapa orang yang memecahkannya, karena ini berentetan saat Arrival Boy menolak digelarnya Musda Sijunjung," kata Wahyu Iramana Putra, Ketua DPD Golkar Padang, Minggu sore.

Wahyu menjelaskan, awalnya, jalannya Musda tak ada masalah. Namun begitu selesai menyanyikan lagu Indonesia Raya dan sambutan Ketua DPD Golkar Sumbar, lalu Arrival Boy langsung merampas mikrofon. Hanya hitungan detik setelah Arrival Boy mengamuk, kericuhan terjadi di pekarangan kantor yang berseberangan dengan Dinas Peternakan Sumbar tersebut. Polisi sempat datang dan mengamankan lokasi.

Kericuhan ini memicu Mikadri Miyar, pengurus Golkar Sumbar melaporkan Arrival Boy ke Polresta Padang dengan nomor nomor LP/936/K/IV/2018/SPKT Unit II. Dalam laporannya, Midakri menyebut Arrival Boy yang memecahkan kaca dan melempar pot bunga. “Selain itu terlapor juga merusak meja tamu dengan cara membalikkannya, sehingga kaca meja tamu pecah dan mikrofon dibantingnya hingga rusak. Akibat kejadian itu, tiga kaca jendela pecah, meja tamu, mikrofon dan bunga rusak. Kami mengalami kerugian kurang lebih sebanyak Rp7,5 juta," ungkapnya.

Kasatreskrim Polresta Padang, AKP Edrian Wiguna menyebutkan, pihaknya telah menerima laporan perusakan Kantor DPD Golkar Sumbar itu dan menindaklanjutinya. "Kami telah menerima laporan dan kami akan memeriksa saksi-saksi yang ada di lokasi kejadian. Setelah itu baru kami akan panggil terlapor untuk dimintai keterangannya," ungkapnya.

Lebih detail, Ketua Golkar Sumbar, Hendra Irwan Rahim menegaskan, kericuhan memang bermula dari penolakan Musda oleh Arrival Boy. “Padahal kita melaksanakan Musda sesuai dengan surat dari DPP yang ditandatangani oleh Ketua Umum Eirlangga Hartarto, dan Sekjen Lodewijk F Paulus. Kami diperintahkan untuk melakukan Musda Siunjung hari ini paling lambat, dengan agenda pemilihan Ketua DPD Golkar Sijunjung,” ungkap Hendra, Minggu (15/4).

Perintah dari DPP untuk melaksanakan Musda ulang DPD Golkar Sijunjung ternyata tidak diterima oleh Ketua DPD Golkar Sijunjung Arrival Boy, sehingga acara Musda dihentikan “Arrival tidak mau Musda dan menolak penyelenggaraan. Kalau soal pemecahan kaca, saya tidak tahu orangnya. Namun yang jelas pihak kepolisian sudah melihat kondisi kantor. Biasalah dalam organisasi ini ada yang suka, ada yang tidak suka, ada yang belum dimulai tapi sudah memperlihatkan ketidaksukaannya,” jelasnya.

Ditegaskan Hendra, walau sekarang tertunda, Musda akan kembali dilaksanakan. “Calon nanti kita bicarakan karena Musda ini ada tahapannya. Setelah Musda dibahas nanti, dan akan meminta siapa yang berkeinginan untuk maju, lalu mendaftarkan ke pimpinan sidang. Setelah itu, pimpinan sidang akan mengumumkan kandidat calon ketua,” ujarnya.

Arrival Boy sendiri mengaku pantas melakukan protes dan menolak upaya Ketua DPD I Partai Golkar Sumbar, Hendra Irwan Rahim untuk melakukan Musda. Bahkan Golkar Sijunjung menyampaikan mosi tak percaya pada DPD Golkar Sumbar. "Kami sudah bersusah payah melakukan pengkaderan, lalu kenapa ada Musda lagi," ungkap Arrival Boy.

Polemik bermula dari surat DPP Partai Golkar nomor B-1727/GOLKAR/IV/2018 yang memberikan penegasan pada DPD Golkar Sumbar untuk melakukan Musda Golkar Sijunjung. Dalam surat tersebut tertulis sembilan poin, diantaranya DPP Golkar telah menugaskan tim fact finding untuk membantu DPD Golkar dalam penyelesaian permasalahan Golkar Sijunjung. Kedua, berdasarkan rekomendasi dari tim fact finding, DPP telah memanggil DPD Golkar Sumbar dan Sijunjung agar memberikan keterangan dan klarifikasi terkait penyelenggaraan Musda Golkar Sijunjung yang dilaksanakan 6 September 2017 lalu.

Dengan hasil klarifikasi dan mendengarkan keterangan tersebut, DPP menegaskan pelaksanaan Musda Sijunjung 6 September 2017 tidak sesuai dengan jadwal yang telah diputuskan dalam rapat pleno DPD Golkar Sumbar dan diperintahkan menggelar Musda paling lambat 15 April. Poin berikutnya, rekomendasi DPP kepada calon ketua DPD kabupaten Sijunjung yang akan maju tetap sah dan berlaku, termasuk Arrival Boy.

Proses yang terjadi, menurut Arrival Boy tidak adil. Tim fact finding dianggap tidak memenuhi syarat. "Pertemuan di DPP hanya mendengarkan cerita saya dan Hendra tanpa ada solusi. Pembahasan yang disampaikan tidak masuk akal. Padahal pelaksanaan Musda di Sijunjung dulu telah diketahui dan disarankan juga oleh Darul Siska kepada kami saat pertemuan di FX MALL Jakarta, yang dihadiri oleh Khairunas, Desra Ediwan dan Sekretaris Yulman Hadi,” jelasnya. (h/rin/mg-irh)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




Berita Terkait +

Kader Muda NU Sumbar Diskusi dan Nobar Film G30S/PKI

Tokoh Masyarakat Dharmasraya Desak Golkar Tindak Tegas Kadernya

Sekjen PB HMI Ditangkap, Kader Pasbar : Ini Sudah Kayak Zaman PKI

TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
Loading...
1

Perampok di Padang Ini Tidak Sakit Ditembak Polisi, Tapi Minta Ampun Karena Penyakit Hernia

2

Ditembak Polisi, Perampok di Padang Ini Tidak Merasakan Sakit

3

Tersangka RN, Produksi Sabu Dua Kali Dalam Sebulan di Payakumbuh

4

Tersangka 'Pabrik' Sabu di Payakumbuh Kumpul Kebo dengan Remaja 16 Tahun

5

Sebelum Ramadan, PKL Kelok Sembilan Akan Direlokasi

6

Penurunan Status Hutan di Solsel

7

Seluruh Fakultas Disurati, Unand Kembalikan Uang Negara

8

Satu Pekan Razia, Polresta Solok Sita Seribu Lebih Botol Miras

9

Longsor Landa Agam, Satu Unit Truk Terseret ke Jurang

BERIA SEBELUMNYA +
Loading...
Tiga Remaja Cantik di Limapuluh Kota Ini Diciduk saat Sedang Isap Lem

Tiga Remaja Cantik di Limapuluh Kota Ini Diciduk saat Sedang Isap Lem

Rabu,25 April 2018 - 23:04:43
Tak Punya Izin, Warung yang Menjual Miras Dirazia Polres Solsel

Tak Punya Izin, Warung yang Menjual Miras Dirazia Polres Solsel

Rabu,25 April 2018 - 22:29:07
Diduga Depresi,  Wanita Tanpa Identitas dan Keluarga Ini Melahirkan di RSAM Bukittinggi

Diduga Depresi, Wanita Tanpa Identitas dan Keluarga Ini Melahirkan di RSAM Bukittinggi

Rabu,25 April 2018 - 22:25:01
KI Putuskan Perkara Sengketa Informasi Nagari Sundatar

KI Putuskan Perkara Sengketa Informasi Nagari Sundatar

Rabu,25 April 2018 - 21:15:48
Perampok di Padang Ini Tidak Sakit Ditembak Polisi, Tapi Minta Ampun Karena Penyakit Hernia

Perampok di Padang Ini Tidak Sakit Ditembak Polisi, Tapi Minta Ampun Karena Penyakit Hernia

Rabu,25 April 2018 - 18:30:03
Ditembak Polisi, Perampok di Padang Ini Tidak Merasakan Sakit

Ditembak Polisi, Perampok di Padang Ini Tidak Merasakan Sakit

Rabu,25 April 2018 - 18:17:07
Operasi Pekat, Polres Solok Sita Puluhan Liter Tuak Nagari Koto Baru

Operasi Pekat, Polres Solok Sita Puluhan Liter Tuak Nagari Koto Baru

Rabu,25 April 2018 - 17:25:26
Rhino X-Tri Dihelat Bersama Rhino Trail Run dan Rhino MTB XCM

Rhino X-Tri Dihelat Bersama Rhino Trail Run dan Rhino MTB XCM

Rabu,25 April 2018 - 17:17:43
Tersangka RN, Produksi Sabu Dua Kali Dalam Sebulan di Payakumbuh

Tersangka RN, Produksi Sabu Dua Kali Dalam Sebulan di Payakumbuh

Rabu,25 April 2018 - 17:08:37
Tersangka 'Pabrik' Sabu di Payakumbuh Kumpul Kebo dengan Remaja 16 Tahun

Tersangka 'Pabrik' Sabu di Payakumbuh Kumpul Kebo dengan Remaja 16 Tahun

Rabu,25 April 2018 - 15:48:25
Selengkapnya