Harian Haluan

Harianhaluan.com

Home »

pemda

30 Petani Kopi Arabika di Kajai Disekolahkan

30 Petani Kopi Arabika di Kajai Disekolahkan
Ilustasi 

PASBAR, HARIANHALUAN.COM—Sebanyak 30 orang petani kopi arabika Nagari Kajai mengikuti Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT) selama 7 minggu di Jorong Timbu Abu, Nagari Kajai, Kecamatan Talamau, Pasaman Barat (Pasbar). Kegiatan itu diadakan oleh Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Sumbar yang bekerja sama dengan Dinas Perkebunan Pasbar.

“Kami sengaja memilih Nagari Kajai sebagai tempat SLPHT kopi arabika karena pada tahun lalu Keltan Saiyo Kajai Pasbar menjadi juara satu Festival Kopi Sumbar. Kami mengadakan pelatihan tersebut selama 7 minggu, setiap Senin per minggunya,” ujar Kasi Perbenihan DTPHP Sumbar, Vera Yusria, Selasa (17/4).

Vera menjelaskan, dalam SLPHT, petani kopi di Kajai diberikan tata cara budi daya, pengamatan hama dan penyakit, serta perawatan. Selain itu, petani diberikan penyuluhan proses pascapanen kopi arabika yang baik dan benar. Penyuluhan itu dipandu oleh Yetti Pendri, ahli tanaman kopi dan kakao.

"Pada tahap awal diperlukan bimbingan bagi kelompok tani untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas kopi yang dihasilkan,” ucap Vera.


Vera mengutarakan, pembinaan tanaman kopi dilakukan dari proses pemilihan bibit yang berkualitas, penanaman, pemeliharaan, sampai dengan proses pemanenan mengingat kualitas kopi sangat tergantung pada cara panennya. Pemanenan kopi harus dilakukan secara selektif. Hanya kopi yang berwarna merah yang dipanen dan kemudian diolah menjadi serbuk kopi.

“Proses itu dilakukan untuk memberikan nilai tambah, terutama pada jenis Arabika, sehingga mampu menembus pasar internasional. Jenis Arabika direkomendasikan untuk dipasarkan ke mancanegara karena rasanya disukai wisatawan,” tutur Vera.

Sementara itu, Kadis Perkebunan Pasbar, Alfitri Noven, mengimbau para petani yang mengikuti SLPHT tersebut untukbetul-betul belajar karena mereka akan dijadikan manager pada kebunnya sendiri.

“Artinya, kalau tidak ada kemauan yang kuat untuk belajar pada SLPHT, lebih baik tidak usah ikut,” ucapnya.

Alfitri Noven menginformasikan, saat ini, luas tanam kopi arabika di Pasbar sudah mencapai 200 hektare. Sentralnya berada di Kecamatan Talamau. Harga jual kopi arabika oleh petani cukup bagus, mulai dari Rp50.000—120.000 per kg.

Di tempat terpisah, Wakil Ketua Keltan Saiyo Kajai Pasbar, Hendi, mengatakan, pihaknya sangat bersyukur dan berterima kasih  kepada DTPHP Sumbar dan Disbun Pasbar yang sudah memilih Nagari Kajai sebagai tempat kegiatan SLPHT kopi arabika.

"Dengan adanya kegiatan SLPHT ini, kami harapkan para petani kopi arabika bisa mengerti tentang budi daya, perawatan, serta yang paling penting sekali proses pascapanen yang benar pada kopi arabika," ucapnya. (h/ows)



Ikuti kami di