Harian Haluan

Harianhaluan.com

Hari Ini Penerbangan Terakhir Padang-Singapura, AirAsia Tolak Opsi Pemprov Sumbar

Hari Ini Penerbangan Terakhir Padang-Singapura, AirAsia Tolak Opsi Pemprov Sumbar
Ilustrasi (net) 

PADANG, HARIANHALUAN.COM – AirAsia Indonesia gigih pada pendirian menutup layanan penerbangan rute Padang-Singapura. Sesuai jadwal, hari ini (16/5) menjadi hari terakhir rute tersebut beroperasi. Artinya, Pemprov Sumbar gagal melobi maskapai tersebut untuk mengurungkan penutupan layanan, meski pun tetap terbuka kemungkinan layanan tersebut diaktifkan kembali.

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit, melalui pesan singkat via Whatsapp kepada wartawan menerangkan, pihaknya telah menggelar pertemuan di Kementerian Pariwisata, Selasa (15/5). Namun, opsi penerbangan tiga kali seminggu pada akhir pekan yang disampaikan kepada pihak AirAsia belum menuai respon positif maskapai tersebut.

“AirAsia menyatakan tidak sanggup meski kami minta frekuensinya yang dikurangi menjadi tiga kali saja sepekan pada akhir pekan. Mereka menyebutkan penutupan rute ini sudah menjadi hasil dari evaluasi AirAsia, sembari menunggu konsep promosi yang konkrit dari pemerintah dan daerah,” kata Nasrul.

Artinya, lanjut Nasrul, jika daerah telah memiliki rumusan jelas model promosi wisata, AirAsia tidak menutup kemungkinan rute tersebut diaktifkan kembali.

“Minggu kedua puasa kami akan rapat lagi dengan Kementerian dan AirAsia, mempresentasikan konsep promosi yang akan dilaksanakan. Untuk itu, rencananya akan diundang pakar pariwisata dari Singapura untuk merumuskan konsep itu. Kalau pas, tentu kita berharap rute itu aktif kembali,” lanjutnya.

Sementara itu di hari yang sama, usai menggelar pertemuan dengan anggota organisasi pelaku wisata di Kantor Pemprov Sumbar, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menjelaskan beberapa hal yang menyebabkan AirAsia mengambil keputusan menutup layanan pascaempat bulan beroperasi. Dari pertemuan tersebut, beberapa langkah rencananya akan ditempuh sebagai bagian dari promosi.

“Alasan ekonomis yang menyebabkan AirAsia mengambil keputusan seperti itu. Tidak terpenuhinya target pada layanan yang dibuka setiap hari. Pemprov coba tawarkan opsi mengurangi frekuensi, tapi itu kembali ke AirAsia untuk setuju atau tidak. Yang jelas, tentu ini menjadi bahan evaluasi bagi kita untuk merumuskan langkah promosi,” kata Irwan.

Ikuti kami di