Harian Haluan

Harianhaluan.com

Sidak, Gubernur Temukan Puluhan Parsel Kedaluwarsa

Sidak, Gubernur Temukan Puluhan Parsel Kedaluwarsa
LAKUKAN SIDAK – Gubernur Sumbar Irwan Prayitno melakukan sidak ke pusat perbelanjaan, Kamis (7/6). Hasilnya, dari ratusan toko yang disidak, ditemukan sejumlah parcel yang rusak dan kedaluwarsa. ISHAQ 

PADANG, HARIANHALUAN— Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno menemukan puluhan parsel yang rusak dan tak layak edar. Parsel-parsel itu ditemukannya ketika melakukan inpeksi mendadak ke 128 toko. Temuan ini menjadi peringatan kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam memilih parsel.

Irwan Prayitno meminta masyarakat lebih teliti. “Sebab, saat permintaan terhadap produk-produk tersebut meningkat, seperti yang terjadi setiap kali menjelang lebaran, maka bisa saja dimanfatkan oleh oknum tertentu untuk menjual produk yang telah kedaluwarsa dan tak layak edar,” terangnya usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) bersama jajarannya di sejumlah outlet penjualan produk makanan di Plaza Andalas (PA) Padang, Kamis (7/6).

Dalam sidak tersebut, tim menemukan bebepara produk makanan olahan daging yang sudah kedaluwarsa seperti, produk merk Willy Burger Sapi, Trene Sosis, dan Andif Burger. "Ada produk seperti sosis daging untuk burger yang sudah tak layak. Selain itu, dari 128 toko penjualan parsel lebaran yang disidak, di 28 toko kami temukan produk dalam parsel yang tidak layak edar dan rusak. Untuk yang ini, para pedagangnya sudah dimintai keterangan, dan diminta memusnahkan produk-produk tersebut,” kata Irwan.

Irwan juga mengingatkan, masyarakat jangan tergiur dengan harga parsel yang murah, dan memutuskan membeli tanpa memastikan tanggal kedaluwarsa setiap produk dalam parsel tersebut. Oleh karena itu, ia dan jajaran terkait seperti BPPOM Padang, Polda Sumbar, Dinas Kesehatan, dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, rutin melakukan sidak terhadap perdagangan parsel lebaran. “Masih ada yang nakal menyelipkan makanan tak layak edar dalam parsel yang dijual. Lalu dijual dengan potongan harga khusus. Jangan sampai pembeli tergiur dengan ini. Harus teliti membeli, pastikan tanggal berlaku pada kemasannya,” ujarnya.

Sebelumnya Irwan menyebutkan, pihaknya telah melakukan sidak hidangan berbuka di 18 kabupaten/kota di Sumbar kecuali di Mentawai. Dari perjalanan sidak tersebut, 28 dari 135 sampel yang diambil dari pedagang untuk diteliti, mengandung bahan makanan yang tidak dianjurkan, sehingga dilakukan pemusnahan terhadap produk-produk tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, Merry Yuliesday menyebutkan, bahaya masyarakat mengkonsumsi produk yang sudah tidak layak jual. Apalagi kadaluwarsa. "Jika termakan yang produk bermasalah itu akan berakibat buruk pada tubuh. Sebab makanan yang bermasalah mengandung bakteri, apalagi itu yang mengandung daging-daging," katanya.

Di sisi lain, Manager Supermarket PA, Dani, menyebutkan bahwa ditemukannya produk makanan olahan kedaluwarsa di PA murni merupakan kesalahan pihaknya. Kelalaian petugas dalam mengecek dan mengeluarkan produk-produk kedaluwarsa membuat tim sidak Pemprov Sumbar menemukan beberapa produk tersebut. “Murni kelalaian kami. Tidak ada unsur kesengajaan, apalagi memanfaatkan momentum lebaran. Hanya lalai saja ditarik dari showcase oleh petugas. Kami akan segera musnahkan produk-produk tersebut,” kata Dani.

Kandungan Kimia Pada Pabukoan

Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Padang juga masih menemukan kandungan bahan kimia berbahaya dalam jajanan buka puasa yang dijual di daerah. Dari hasil pemeriksaan di 8 kabupaten/kota di Sumbar, jajanan buka puasa masih ada yang mengandung boraks dan rhodamine B.

Kepala BPOM Padang, Martin Suhendri, menjelaskan bahwa kandungan boraks paling banyak ditemukan pada kerupuk nasi dan olahan rumput laut. Sedanhgkan rhodamine b terkandung dalam minuman kolak delima. Meski masih ditemukan kandungan zat kimia berbahaya dalam jajanan buka puasa, temuan pada tahun ini berkurang dibanding tahun 2017 lalu.

Berdasarkan catatan BBPOM, dari sejumlah pasar buka puasa di delapan daerah yang dikunjungi, terdapat tiga daerah yang bisa dibilang bebas dari zat kimia berbahaya. Ketiganya yakni Kabupaten Padang Pariaman, Kota Solok, Kabupaten Solok. "Pada 5 daerah lain masih kita temukan makanan dan minuman yang tak memenuhi syarat," kata Martin.

Di Kabupaten Dharmasraya misalnya, ditemukan dua sampel makanan yang mengandung boraks. Sementara di Payakumbuh ditemukan dua sampel minuman mengandung rhodamine b. Kemudian di Kota Pariaman didapati dua sampel makanan yang juga mengandung boraks. Kondisi yang sama juga terjadi di Pesisir Selatan dan Kota Padang. "Kita lakukan pembinaan terhadap pedagang yang menjual makanan mengandung zat kimia berbahaya. Kita datangi lokasi pembuatannya. Kita sita bahan berbahaya itu," jelas Martin dilansir Republika.

Sejak awal Ramadhan 1439 H ini, BBPOM Padang sudah menurunkan sembilan tim yang turun ke lapangan. Sisa waktu Bulan Puasa ini akan dimanfaatkan petugas untuk melakukan pengecekan di Kabupaten Tanah Datar, Pasaman, Pasaman Barat, Kota Padang Panjang, dan Kota Sawahlunto. (h/isq)

Ikuti kami di