Harian Haluan

Harianhaluan.com

Jaga Suplai Listrik Selama Lebaran, PLN Sumbar Siagakan 600 Petugas

Jaga Suplai Listrik Selama Lebaran, PLN Sumbar Siagakan 600 Petugas
Ilustrasi (haluan) 

PADANG, HARIANHALUAN.COM--Pasokan listrik selama lebaran 2018 di Sumatera Barat dinyatakan aman. Untuk menjaga kebutuhan itu, Perusahaan Listrik Negara (PLN) wilayah Sumbar meningkat status siaga saat lebaran.

Hal ini disampaikan General Manager (GM) PLN Sumbar Susiana Mutia saat buka bersama dengan Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) Sumbar di salah satu restoran di Kota Padang, Selasa (5/6).

Dijelaskannya, beban puncak pada lebaran di mencapai 500 Mega Watt (MW). Namun, hal itu sudah diantisipasi dengan adanya PLTMH serta interkoneksi dari Sumatera bagian selatan.

"Itu beban puncaknya (500 MW) dan daya kita mampu lebih dari itu. Kami punya reset margin sekitar 30 Mega Watt, jadi kalau pasokan energi listrik posisinya aman untuk sekarang. Itu kami dapat dari pembangkit sendiri dan juga disuplay dari Sumatera bagian selatan melalui 150 kV,"ucapnya kepada harianhaluan.com, Rabu (6/6).

Selain itu dijelaskannya, PLN sudah meningkatkan status siaga dari H-7 hingga H+7 lebaran dan membuat pos siaga.

"Ada 138 pos dan 41 titik yang penting lalu ada 600 petugas yang siaga dan jadwalnya sudah fix, kordinasi dengan pihak terkait juga sudah beres," ujarnya.

Dikatakannya ada 41 titik lokasi di hari raya yang menjadi perhatian PLN seperti lapangan salat idul fitri dan masjid. Bahkan untuk hal itu, pihaknya sudah memastikan pasokan listrik, suplai utama hingga cadangan listriknya.

"Siapa yang di lokasi itu juga sudah ada,"ucapnya.

Sementara Ketua MKI Sumbar, Insanul Kamil menyampaikan, sebagai organisasi yang diisi anggotanya dengan latar ahli energi, memberikan sumbangan pemikiran kepada PLN dan masyarakat untuk kebutuhan energi listrik.

Ia menjelaskan, hampir semua sektor kehidupan memerlukan kelistrikan, dan untuk itu diperlukan energi terbarukan agar energi yang dibutuhkan tetap tersedia.

"MKI adalh gudangnya para pemikir yang ahli dibidangnya, dan kita tahu ke depanya energi listrik harus clean engrgy atau energi bersih. Di sumbar ini ada dua potensi besar, yakni air dan geothermal dan kami MKI Sumbar mendorong ini. Hasilnya energi bersih itu meningkat,"tuturnya.

Kordinasi BMKG

Mengantisipasi daerah yang rawan bencana dan dapat mengganggu pasokan listik, PLN Sumbar melakukan kordinasi dengan pihak terkait salah satunya dengan BMKG.

"Untuk saat ini kita sudah membentuk tim siaga serta siaga plus. Tapi saat ini masih tahap siaga, karena masih dalam kategori aman, karena kami selalu update informasi dari BMKG. Kami sudah mendapatkannya apakah ada angin besar, curah hujan tinggi itu kami dapat satu hari sebelumnya," tuturnya.(h/rvo)

Ikuti kami di