Harian Haluan

Harianhaluan.com

Buya Gusrizal: Lebaran Momentum Bersyukur dan Berbagi

Buya Gusrizal: Lebaran Momentum Bersyukur dan Berbagi
Ketua MUI Sumbar Buya Gusrizal Gazahar. YESSI 

PADANG, HARIANHALUAN.COM-Ketua MUI Sumbar Buya Gusrizal Gazahar, menyatakan bahwa Lebaran Peduli dari sudut pandang agama islam dapat dimaknai saat seorang muslim peduli terhadap nasib dirinya sendiri dan nasib orang lain disekitarnya.

"Menyikapi kepedulian terhadap diri sendiri, setidaknya ada dua bentuk implementasi rasa kepedulian yang dimiliki diri sendiri memasuki lebaran, " ujar Buya.

Ia mengatakan, yang pertama peduli pada diri sendiri dengan tetap bersyukur dalam taat. Lebaran adalah saat seseorang mensyukuri nikmat dari Allah SWT.

Sangat disayangkan kebanyakan umat muslim, lupa dengan ketaatannya selama satu bulan berpuasa.

"Nasihat kepada seluruh umat islam terutama yang ada di Sumatera Barat adalah jangan habiskan amalan ramadan hanya karena kehilangan keistiqomahan saat memasuki lebaran. Saling mendo'akan semoga Allah limpahkan Taufik dan hidayahnya meskipun ramadan telah usai dan hari kemenangan telah tiba," tuturnya.

"Yang kedua bentuk menyikapi lebaran peduli pada diri sendiri adalah dengan kegembiraan. Kegembiraan seorang muslim adalah setelah menjalani puasa selama sebulan penuh dan yang kedua kegembiraan saat kelak bertemu dengan Tuhan di hari akhir,"ucapnyanya.

Buya menambahkan kegembiraan bukan ditunjukkan dengan memakai pakaian baru, mewah. Islam sebagai agama rahmatan lil alamin (rahmat bagi seluruh alam) tidak menyariatkan berlebih-lebihan. Janganlah tampil berlebih-lebihan, tapi tetaplah berpenampilan nan indah dipandang. Jangan jadikan lebaran harus disambut dengan sesuatu yang baru, mewah. itu bukan patokan, karena ukuran kegembiraan ramadan bukan dilihat dari situ.

"Disamping itu umat muslim juga diminta membagikan kegembiraannya kepada orang lain disekitarnya. Baik secara materil maupun secara perhatian. Saat berbagi kepada orang lain, hendaklah memperhatikan kondisi nya dan mempertimbangkan harga diri orang lain tersebut,"ujarnya.

"Kebanyakan fenomena yang kita temui banyak yang menyantuni orang-orang miskin, namun merendahkan mereka sebelumnya. Jadilah pemberi yang bisa menghormati. Karena esensi berbagi bukanlah membuat orang senang sehari namun merasakan sedih berkepanjangan setelah itu," kata Buya Gusrizal.

Terakhir, Buya berpesan agat seluruh umat muslim meluruskan niat menyambut hari nan fitri, semoga Allah membalas seluruh amal ibadah yang telah ditabung semenjak ramadan dengan kebaikan. (mg-yes)
 

Loading...
Ikuti kami di
Loading...
Loading...