Harian Haluan

Harianhaluan.com

PADANG-BUKITTINGGI 5 JAM

Ribuan Pemudik Kembali ke Perantauan

Ribuan Pemudik Kembali ke Perantauan
ARUS BALIK – Ribuan pemudik yang ingin kembali ke perantauan memadati BIM, Rabu (20/6). IRHAM 

PADANG, HALUAN— Hingga Rabu (20/6), puluhan ribu perantau sudah kembali ke perantauan dengan menggunakan pesawat udara via Bandara Internasional Minang Kabau (BIM). Total pergerakan penumpang dibandingkan tahun 2017 pada periode yang sama naik sekitar 14,15 persen.

Pada Selasa (19/6), sebanyak 8.393 pemudik terbang ke perantauan. "Jumlah pemudik yang berangkat mengalami peningkatan dibandingkan hari sebelumnya yang hanya 6.788 orang diangkut 45 penerbangan," kata Humas PT Angkasa Pura II Bandara Internasional Minangkabau, Fendrick Sondra di Padang Pariaman, Rabu.

Ia memperkirakan puncak arus balik di Bandara Internasional Minangkabau akan terjadi pada 23 Juni 2018 seiring berakhirnya masa libur Lebaran. Namun sejak H+3 arus balik sudah mulai terjadi karena penumpang yang berangkat jumlahnya lebih banyak dibandingkan yang tiba, kata dia. Total penumpang yang berangkat sejak H+1 hingga H+3 mencapai 21.081 pemudik, katanya lagi.

Sementara pada H+3 jumlah pemudik yang tiba mencapai 7.849 orang. Dibandingkan periode yang sama pada 2017 terjadi peningkatan arus balik 14,15 persen karena pada tahun lalu jumlah pemudik yang balik hanya 6.859 orang.

Akan tetapi ia menilai arus mudik tetap tinggi karena selisih antara yang tiba dengan berangkat tidak terlalu jauh. "Banyak juga yang memilih berangkatnya beberapa hari setelah Hari Raya," ujar dia.

Ia menyampaikan pergerakan penumpang di Bandara Internasional Minangkabau pada Lebaran tahun ini diperkirakan meningkat sekitar 12 sampai 20 persen sementara pergerakan pesawat sekitar 5 sampai 10 persen. "Untuk pesawat sekitar 864 pergerakan dan penumpang sekitar 152 ribu orang mulai dari H-7 hingga H+7," kata dia.

Guna memaksimalkan pelayanan kepada pemudik pihaknya menyiapkan hiburan musik tradisional Minang yaitu talempong, bekerja sama dengan Dinas Pariwisata kabupaten dan kota. Ia juga mengimbau penumpang yang akan balik agar senantiasa memperhatikan jadwal penerbangan dan tidak membawa barang terlalu banyak. "Diharapkan penumpang tidak bercanda tentang bom karena sesuai Undang-undang bisa ditindak secara pidana dan merugikan orang lain hingga jadwal penerbangan ditunda," kata dia dilansir Antara.

Bandara Internasional Minangkabau saat ini memiliki panjang landasan 2.750 meter dan dapat didarati oleh pesawat berbadan lebar. Sementara kapasitas terminal saat ini mencapai 2,7 juta penumpang per tahun walaupun pada 2017 jumlah penumpang sudah mencapai empat juta orang. "Untuk kapasitas apron mampu menampung delapan pesawat parkir dalam waktu bersamaan," kata dia.

Jalur Darat Padat

Arus kendaraan masih mengalami kepadatan hingga H+4. Meski demikian, dari data Ditlantas Polda Sumbar sebanyak 30 persen kendaraan itu telah mulai memasuki wilayah Provinsi tetangga. "Mungkin dilihat dari data kendaraan  yang masuk ke Sumbar, prediksi kita hingga kini 20-30 persen yang sudah kembali (keluar wilayah Sumbar)," kata Kabag Bin Ops Ditlantas Polda Sumbar, AKBP Erwin kepada langkan.id.

Menurut Erwin, kepadatan kendaraan berpusat di lokasi wisata yang ada di Sumbar. Meski padat, tidak ada kemacetan seperti di objek wisata wilayah Solok dan Tanah Datar. "Sedangkan untuk wilayah pintu keluar, kendaraan yang melintas mulai merangsur, seperti di Kabupaten 50 kota terpantau sudah banyak kendaraan bernomor polisi BM kembali masuk ke Riau. Begitupun untuk di Kabupaten Dharmasraya terpantau dari pos sudah mulai banyak juga plat B, BE, dan lainnya memasuki Jambi," sambung Erwin.

Erwin mengungkapkan, hingga kini belum bisa dipastikan apakah hari ini menjadi puncak arus balik. Pihaknya masih terus memantau arus kendaraan hingga pada hari Minggu mendatang. "Kita lihat dengan sampai hari Minggu, saya tidak bisa memastikan. Tapi kita harapkan tetap landai, lancar, sehingga tidak terjadi kepuncakan arus balik sehingga menimbulkan kemcaten," pungkasnya.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumbar, Amran mengatakan, selain arus balik memang sudah mulai meningkat melalui jalur penerbangan dari BIM ke bandara tujuan para perantau, peningkatan arus balik juga terpantau melalui jalur darat dengan menggunakan kendaraan pribadi. Namun, Amran pun belum bisa memprediksi persentasi peningkatan arus balik dengan menggunakan kendaraan pribadi tersebut, karena arus balik lebaran akan berlangsung hingga H+15 Lebaran 2018. "Untuk jumlahnya kami belum bisa memastikannya, yang jelas peningkatan arus balik dengan kendaraan pribadi cukup tinggi, dan itu terpantau dari plat kendaraan yang ke luar dari Sumbar," kata Amran.

Ia pun juga memaparkan bahwa pantauan arus balik dengan kendaraan pribadi itu, berasal dari beberapa daerah. Di antaranya, terpantau dari Sandiang Baka dan Lintau. "Jumlah kendaraannya mencapai ratusan. Pada umumnya, mereka keluar dari Sumbar menuju arah Riau," ujarnya.

Sementara itu, terkait dengan kendaraan umum yang hingga kini belum ada pergerakkan, Amran pun menuturkan bahwa kemungkinan itu terjadi karena angkutan umum tidak jadi pilihan bagi perantau untuk balik mudik. Kendati begitu, kata dia, Dinas Perhubungan Sumbar pun memprediksi bahwa pergerakkan arus balik menggunakan operator kendaraan umum akan meningkat setelah H+ lebaran, karena liburan lebaran kali ini bertepatan dengan moment libur akhir semester. "Menurut saya, moment lebaran yang bertepatan dengan libur sekolah ini banyak dimanfaatkan oleh perantau yang anak-anaknya sedang libur sekolah, dan mereka menambah jadwal liburnya hingga menjelang tahun ajaran baru dimulai. Kemungkinan, perantau yang memperpanjang jadwal liburnya itu akan balik ke tanah rantau dengan angkutan umum," pungkasnya.

Padang – Bukittinggi 5 Jam

Dinas Perhubungan Sumbar juga mencata bahwa waktu tempuh dari Padang menuju Bukittinggi mencapai 5 jam perjalanan. 

Waktu tempuh dari Padang menuju Bukittnggi dapat berkurang pada H+4 Lebaran 2018 ini, karena dipengaruhi oleh adanya penurunan pengunjung objek wisata, baik yang ada di Bukittinggi atau yang ada di sepanjang jalur Padang-Bukittinggi. Sedangkan waktu tempuh dari Bukittinggi menuju Payakumbuh meningkat, karena arus balik dari Sumbar ke Riau. Sebab, Bukittinggi adalah pusat pertemuan dari berbagai daerah di Sumbar seperti Pasaman, Pariaman dan Padang Pariaman, Padang, Tanah Datar, serta Agam. "Jadi itulah penyebabnya kenapa waktu tempuh Bukittinggi-Payakumbuh mencapai 3 jam, karena masyarakat dari berbagai daerah tersebut yang bertolak ke Riau, melewati jalan lintas Bukittinggi-Payakumbuh, sehingga arus kendaraan di sepanjang jalur tersebut padat," ungkap Amran.

Di sisi lain, orang nomor satu di lingkungan Dinas Perhubungan Sumbar itu juga meminta agar perantau yang balik mudik dengan kendaraan pribadi, diharapkan untuk hati-hati dan siapkan stamina yang prima ketika akan memulai perjalanan. "Kalau kelelahan, cari rest area dan istirahat di sana. Jangan paksakan untuk terus melanjutkan perjalanan kalau pengemudi sudah merasa lelah. Kalau dipaksakan, bisa menyebabkan kecelakaan," pungkas Amran. (h/mg-irh)



Ikuti kami di