Harian Haluan

Harianhaluan.com

Kantongi Izin Petugas

Terpidana Korupsi Rp62,5 Miliar Keluar Lapas untuk Pergi Pijit ke Bukittinggi

Terpidana Korupsi Rp62,5 Miliar Keluar Lapas untuk Pergi Pijit ke Bukittinggi
 

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sumbar, Dwi Prasetyo memastikan bahwa foto yang beredar di kalangan wartawan adalah Yusafni Ajo, terpidana kasus korupsi Rp62,5 miliar yang sedang menjalani masa hukuman di Rutan Anak Aia, Padang. Namun diungkapkan bahwa Yusafni keluar Rutan dalam rangka berobat, tidak sekadar jalan-jalan.

"Benar, yang di dalam foto adalah Yusafni Ajo, terpidana korupsi Rp62,5 miliar yang sedang menjalani masa hukuman di Rutan Anak Aia, Padang," terang Dwi Prasetyo dalam jumpa pers yang digelar di Kanwil Kemenkumham Sumbar, Selasa (10/7) sore.

Dijelaskan Dwi, kasus Yusafni baru inkrah Selasa kemarin, dan yang bersangkutan belum dieksekusi oleh jaksa. Meski demikian, dia tetap mengakui kalau pengawasan Yusafni berada dijajarannya. "Yusafni kan terpidana, pengawasanya di kami (Kemenkumham). Selasa kemarin kasusnya baru diputus," ucap Dwi.

Sejak ditahan, menurut Dwi, Yusafni beberapa kali sakit. Dia didiagnosis mengalami sakit jantung dan sudah tiga kali menjalani perawatan. Terkait foto yang beredar, kata Dwi, Yusafni sedang dalam rangka berobat. Dia dibawa keluarganya berobat dan terapi pijit ke Bukittinggi karena mengalami sesak nafas.

"Dengan rasa cemas dan menimbang sisi kemanusiaan, kami memberikan izin kepada keluarganya untuk berobat ke Aur Kuning, Bukittinggi. Dia ke sana untuk dipijit," kata Dwi.

Foto yang beredar diyakini diambil ketika Yusafni beristirahat di Padang Panjang, menuju Padang. "Ia keluar benar, tapi itu untuk berobat. Bukan berkeliaran bebas. Saya pastikan tidak ada unsur uang. Murni kemanusiaan," tegas Kakanwil Kemenkumham.

Dwi menyebutkan kalau Yusafni memang tidak dikawal, tapi dia dalam jaminan keluarganya. "Kami punya SOP yang jelas. Bila seorang napi yang izin keluar dijamin keluarga, maka itu tidak perlu dilakukan pengawalan," kata Dwi yang mengaku berterimakasih kepada wartawan karena cepat melakukan klarifikasi dalam persoalan ini. (h/mg-hen)

Loading...
Ikuti kami di
Loading...
Loading...