Harian Haluan

Harianhaluan.com

Lantamal II Padang Gelar Diskusi Bahaya DBD

Lantamal II Padang Gelar Diskusi Bahaya DBD
Dinas Kesehatan (Diskes) berkolaborasi dengan Dinas Administrasi Personil (Disminpers) Lantamal II adakan diskusi kesehatan demam berdarah (Dengue) dan penyuluhan di Gedung Nanggala Mako Lantamal II, Padang, Kamis, (12/7).  

PADANG, HARIANHALUAN.COM--Dalam rangka memperingati HUT ke-12 Lantamal II pada 1 Agustus 2018, Dinas Kesehatan (Diskes) berkolaborasi dengan Dinas Administrasi Personil (Disminpers) Lantamal II adakan diskusi kesehatan demam berdarah (Dengue) dan penyuluhan di Gedung Nanggala Mako Lantamal II, Padang, Kamis, (12/7). 

Dalam diskusi yang disampaikan oleh Letda Laut (K) dr. Hendra Nuryanto, demam dengue atau yang dikenal secara umum oleh masyarakat Indonesia sebagai demam berdarah merupakan penyakit yang dapat membuat suhu tubuh penderita menjadi sangat tinggi. Dan pada umumnya disertai sakit kepala, nyeri sendi, otot, dan tulang, serta nyeri di bagian belakang mata.

"Sebetulnya demam dengue dan demam berdarah merupakan dua kondisi yang berbeda, namun sebagian besar masyarakat Indonesia sudah terlanjur salah kaprah. Demam berdarah atau dengue hemorrhagic fever (DBD) merupakan komplikasi dari demam dengue (dengue fever) yang memburuk,"terangnya.

Ia menjelaskan, gejala DBD tergolong parah (meskipun pada fase ini panas tubuh mengalami penurunan) di antaranya adalah kerusakan pada pembuluh darah dan kelenjar getah bening, muntah-muntah yang disertai darah, keluarnya darah dari gusi dan hidung, napas terengah-engah, dan pembengkakan organ hati yang menyebabkan nyeri di sekitar perut.

Sementara itu, Pabanspers Lantamal II Letkol Laut (PM) Syafrizal menyampaikan, pembinaan terhadap keluarga  prajurit dan PNS Lantamal II merupakan bagian dari kepedulian komando atas dan pembinaan personel untuk mewujudkan mental seorang prajurit dan PNS yang handal.

"Tujuannya adalah agar setiap tindakan prajurit dan PNS dilandasi moral, semangat, dan motivasi yang tinggi. Sehingga terbentuk insan prajurit dan PNS yang bertumpu pada jati dirinya yang telah terbina secara serasi, selaras, serta seimbang serta terbentuknya keluarga yang harmonis."tuturnya.

Ia menyampaikan, pembinaan mental yang bertujuan agar setiap prajurit TNI dalam melaksanakan tindakannya senantiasa dilandasi moral, semangat dan kesadaran yang tinggi serta diarahkan untuk membentuk insan prajurit yang bertumpu pada jati dirinya.

Harmonisasi dengan rakyat juga di jalin setiap hari karena bersama rakyat TNI kuat, hebat, profesional, dan siap mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian. Pelaksanaan kegiatan pembinaan keluarga  tersebut bermaksud agar prajurit dan PNS Lantamal II, mampu meningkatkan disiplin, dedikasi, dan loyalitas, sebagai jati diri TNI guna mengurangi pelanggaran dan kejahatan dalam tubuh TNI seperti narkoba, pencurian dan kekerasan dalam berumah tangga serta tindak kejahatan lainnya.(h/rel)

 

Loading...
Loading...
Loading...