Harian Haluan

Harianhaluan.com

Kajati Sumbar: Jajaran Intel Bisa Optimal

Kajati Sumbar: Jajaran Intel Bisa Optimal
Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumbar Priyant (dok haluan) 

PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumbar Priyanto melantik dan mengambil sumpah jabatan Teguh Wibowo sebagai Asisten Intel Kejati di Aula Kejati Sumbar, Kamis (9/8).

Teguh Wibowo sebelumnya menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Pasaman Barat, dan sekarang menggantikan posisi Yuswadi yang ditarik ke Kejaksaan Agung yang ditempatkan sebagai Kepala Sub Direktorat Bantuan Hukum Tata Usaha Negara pada Direktorat Tata Usaha Negara (TUN) Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan TUN Kejaksaan Agung Republik Indonesia.

Sementara, posisi Kajari Pasaman Barat yang ditinggalkan Teguh Wibowo diduduki oleh Tailani, yang sebelumnya bertugas sebagai Koordinator pada Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat di Mataram.

"Asintel merupakan indera adhyaksa, sebagai mata dan telinga lembaga kejaksaan. Ke depan, diharapkan dapat memaksimalkan fungsi dalam rangka peningkatan kinerja kejaksaan tinggi di Sumbar,” kata Priyanto.

Untuk itu, ia meminta Asintel untuk segera melakukan konsolidasi dengan jajarannya, dan menjalankan tugas baru sebagai Intel.

"Teguh Wibowo sudah tiga tahun di Sumbar, saya yakin sedikit banyaknya ia telah mengenali Sumbar," katanya.

Selanjutnya, Priyanto meminta kepada Tailani yang menjabat sebagai Kajari Pasaman Barat, segera menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja yang baru.

"Pelajari dan kenali semua adat istiadat yang ada dimasyarakat. Selain itu meningkatkan konsolidasi baik di dalam maupun di luar," katanya.

Ia meminta, kehadiran Tailani di Pasaman Barat hendaknya membawa penyegaran di lingkungan kerja sehingga ke depan kinerja Kejari semakin baik.

"Saat ini ada satu kasus korupsi di di Pasaman Barat, saya minta Kajari untuk segera menuntaskannya," kata Priyanto.

Kejati mengajak keluarga Adhyaksa Sumbar untuk terus berupaya meningkatkan kinerja dalam rangka penegakan hukum. Pihaknya akan bekerja secara profesional dalam penegakan hukum tanpa tebang pilih.

Tidak hanya itu, ia juga menegaskan sikap terkait pelaksanaan tahapan pemilihan umum dan pemilihan presiden yang tengah berjalan saat ini. Lembaga Kejaksaan tidak berpihak kepada kelompok atau golongan manapun. Aparat kejaksaan jangan menjadi alat penindakan yang dimanfaatkan untuk kepentingan politik.

“Aparat kejaksaan harus tetap berpedoman kepada yuridis normatif dalam penegakan hukum, bukan opini atau pendapat dari orang lain atau sekelompok orang untuk kepentingan tertentu,” ujarnya. (h/mg-hen).

 

Ikuti kami di