Harian Haluan

Harianhaluan.com

Rupiah Sedikit Menguat, IHSG Masih Lemah

Rupiah Sedikit Menguat, IHSG Masih Lemah
Ilustrasi 

 JAKARTA, HARIANHALUAN.COM-- Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis (6/9) pagi bergerak terapresiasi sebesar 48 poin menjadi Rp 14.880 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 14.928 per dolar AS. Namun pada waktu bersamaan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih lemah.

Ekonom Samuel Sekuritas, Ahmad Mikail di Jakarta, dilansir republika, Kamis mengatakan mata uang dolar AS bergerak melemah terhadap beberapa mata uang dunia seperti euro dan poundsterling. Pelemahan itu menyusul pernyataan Presiden The Fed St Louis James Bullard bahwa The Fed harus menghentikan kenaikan tingkat suku bunga.

"Risiko perang dagang dan data ekonomi yang belum cukup kuat menjadi salah satu alasan bagi pejabat The Fed itu untuk menghentikan kenaikan suku bunga," katanya.

Di tengah situasi itu, lanjut dia, mata uang rupiah diuntungkan. Namun, masih adanya risiko yang tinggi bagi mata uang negara-negara berkembang akibat krisis keuangan yang terjadi Argentina, Turki dan Afrika Selatan dapat menahan apresiasi rupiah.

Meski rupiah cenderung menguat, namu pada pembukaan Kamis pagi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih lemah.  Pelemahan IHSG sudah berlangsung sejak Rabu kemarin. 
Dikutip  detikFinance, pada perdagangan pre opening, IHSG turun 21,537 poin (0,38%) ke 5.661,964. Indeks LQ45 juga melemah 5,348 poin (0,60%) ke 889,191. 

Membuka perdagangan, Kamis pagi, IHSG melemah 11,649 (0,20%) ke 5.671,862. Indeks LQ45 juga melemah 2,020 poin (0,25%) ke 888,337. 

Pada pukul 09.05 waktu JATS, IHSG berbalik arah menguat 37,891 poin (0,67%) ke 5.720,201. Indeks LQ45 juga naik 7,362 poin (0,83%) ke 897,999. 
Sementara itu, indeks utama bursa AS ditutup variatif dengan mayoritas berada di zona merah pada perdagangan kemarin (05/09). Indeks Dow Jones berakhir menguat sebesar 0.09% ke level 25,974. Sedangkan, S&P tertekan 0.28% ke level 2,888 dan Nasdaq turun sebesar 1.19% ke level 7,995.

Pelemahan pada bursa utama AS terjadi seiring dengan adanya pelemahan di saham teknologi yang membebani indeks S & P 500 dan Nasdaq. Saham Twitter Inc turun lebih dari 6% dan Facebook Inc. Selanjutnya, sentimen negatif lain adalah defisit perdagangan AS bulan Juli yang mencapai level tertinggi dalam lima bulan terakhir. Lemahnya ekspor kedelai dan pesawat sipil menjadi penyebab naiknya defisit perdagangan. (dn/*)
 

Ikuti kami di