Harian Haluan

Harianhaluan.com

Satu Keluarga Tertimbun Longsor di Padang Pariaman

Satu Keluarga Tertimbun Longsor di Padang Pariaman
Keluarga membantu mengevakuasi korban longsor yang masih anak-anak ke Sungai Geringging, Kabupaten Padang Pariaman, Kamis (11/10). IST 

PADANG PARIAMAN, HARIANHALUAN.COM--Tanah Longsor menimbun satu keluarga di Korong Padang Toboh, Nagari Parit Malintang, Kecamatan Enam Lingkung, Padang Pariaman Rabu (10/10) malam. Akibatnya, satu rumah tertimbun dan enam orang meninggal dunia. 

Kepada Haluan, Kepala Pelaksana BPBD Padang  Pariaman, Budy Mulya mengatakan, akibat curah hujan yang begitu tinggi di daerah Padang Pariaman, satu rumah tertimbun tanah longsor yang terjadi Rabu malam. Satu keluarga dinyatakan tertimbun. 

"Dalam bencana ini satu keluarga menjadi korban. Dimana dari hasil evakuasi 3 orang korban bernama Nando (9), Restu (5), dan Raka (5) masih berusia anak-anak," ujarnya. 

Ia menjelaskan, ketiganya berasal dari satu keluarga asal Nagari Sungai Sirah Kuranji Hulu, Kecamatan Sungai Geringging. Ia juga menjelaskan, diduga saat terjadi longsor korban tak sempat lari," tambahnya.

Lanjutnya, korban ditemukan oleh anggota BPBD, Selasa (10/10) sekitar 23.30 WIB dan langsung membawa korban ke rumah sakit terdekat. Namun nyawa korban tidak bisa diselamatkan.

"Kami sudah berusaha semampunya untuk menyelematkan semua korban, Namun, takdir berkata lain dan nyawa korban tak bisa diselamatkan," ujarnya lagi.

Pada malam itu juga BPBD Padang Pariaman, mengantarkan korban ke rumah duka di Sungai Geringging. Ia juga menyampaikan pihaknya telah berkoordinasi dengan dinas sosial, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak serta bagian kesra terkait bantuan.

"Kami turut berduka cita atas telah terjadinya bencana longsor ini," katanya.

Ia juga menghimbau kepada seluruh warga yang tinggal di pinggir tebing maupun di pinggir sungai agar lebih waspada lagi. Karena sampai saat ini curah hujan  di Padang Pariaman masih sangat tinggi. Hal ini dapat sewaktu-waktu dapat memicu bencana longsor dan banjir.

"Saya menghimbau kepada seluruh warga Padang Pariaman khususnya yang tinggal di bantaran sungai dan bukit agar waspada," ucapnya. 

Data yang diterima Haluan dalam satu bulan ini Kabupaten Padang Pariaman, sudah empat kali di landa banjir dan tanah longsor. Dimana waktunya sangat berdekatan. Diantaranya, Nagari Kampung Dalam, Nagari Sikucua, Padang Sago dan Nagari Parit Malintang. (h/rul)

Ikuti kami di