Harian Haluan

Harianhaluan.com

Sumbar 'Dikepung' Banjir Bandang, Tujuh Tewas Tiga Hilang

Sumbar 'Dikepung' Banjir Bandang, Tujuh Tewas Tiga Hilang
Seorang warga melintas di salah satu rumah yang hancur karena banjir bandang di Ranah Batu, Nagari Tanjung Bonai, Kecamatan Lintau Buo Utara, Kabupaten Tanah Datar, Jumat (12/10). Willy Stevan 

Tiga bocah bersaudara di Pariaman tertimbun longsor saat tertidur pulas. Ketiganya tak sempat menyelamatkan diri dan ditemukan petugas BPBD dalam kondisi tak bernyawa. Sementara, kedua orangtuanya berhasil lolos dari maut.

PADANG PARIAMAN, HARIANHALUAN.COM – Rentetan bencana yang melanda Sumbar merenggut korban jiwa. Di Padang Pariaman, tiga bocah bersaudara meninggal dunia setelah rumahnya tertimbun longsor. Peristiwa serupa juga terjadi di Tanah Datar. Tiga orang dilaporkan tewas, sementara empat lainnya dinyatakan hilang.

Peristiwa yang menewaskan tiga bersaudara di Padang Pariaman, persisnya di Nagari Parit Malintang, Korong Padang Toboh, Kecamatan Enam Lingkung terjadi pada, Rabu (10/10) malam. Korban tidak tahu bencana datang karena sedang tertidur pulas. Diketahui, korban berasal dari Sungai Geringging dan memiliki pondok pembuatan batu bata di Parit Malintang.

Sementara di Tanah Datar dilaporkan, dua orang meninggal di Ranah Batu, Nagari Tanjung Bonai, Kecamatan Lintau Buo Utara, Kabupaten Tanah Datar akibat dihantam longsor. Lalu satu orang tewas diseret banjir bandang di Lubuak Jantan. Empat lainnya masih dicari dan belum diketahui nasibnya hingga pukul 23.30 WIB, Kamis (11/10).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Padang Pariaman, Budi Mulya menyebutkan, curah hujan yang begitu tinggi memicu tanah bukit yang berada di dekat rumah mengalami pergerakan dan terjadilah longsor. Akibatnya, rumah Wisnu (34) yang memang berada di pinggang bukit tertimbun. Tiga bocah kakak beradik yang jadi korban adalah Raka (5), Nando (9), dan Restu (5).

Budi menjelaskan, melihat kondisi tubuh korban yang ditemukan di dalam rumah, diperkirakan mereka tak sempat lari.

“Tim BPBD yang mendapat informasi langsung turunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi. Sebenarnya petugas berhasil menemukan korban yang tertimbun dan melarikannya ke rumah sakit, tapi nyawanya tak bisa diselamatkan. Wisnu harus menerima kenyataan pahit. Tiga anaknya itu tertimbun material tanah. Sebelum terjadinya longsor, Wisnu bersama keluarganya memang berada dalam satu rumah. Pasalnya, pada saat yang bersamaan curah hujan sangat deras,” terang Budi.

Pada malam itu juga BPBD Padang Pariaman, mengantarkan jasad korban ke rumah keluarga besar korban di Sungai Geringging. Ia juga menyampaikan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial, pemberdayaan perempuan dan perlindungan Anak serta Bagian Kesra agar santunan untuk korban bisa segera dicairkan.

"Kami turut berduka cita atas telah terjadinya bencana longsor ini. Semoga tak ada lagi korban berikutnya," tambahnya lagi.

Ia juga mengimbau kepada seluruh warga yang tinggal di pinggir tebing mau pun di pinggir sungai agar lebih waspada lagi. Pasalnya, curah hujan di Padang Pariaman masih sangat tinggi. Hal ini dapat sewaktu-waktu dapat memicu bencana longsor dan banjir.

"Saya mengimbau kepada seluruh warga Padang Pariaman khususnya yang tinggal di bantaran sungai dan bukit agar waspada. Bencana bisa datang kapan saja dan tidak bisa diprediksi," pungkas.

Tiga Tewas, Dua Hilang

Tak jauh berbeda dengan peristiwa di Padang Pariaman, longsor yang merenggut tiga nyawa di Lintau Buo Utara, Tanah Datar juga dipicu hujan deras yang melanda sejak Kamis sore.

“Ada dua rumah yang dihantam longsor di Tanjung Bonai. Ketika kejadian di dalam dua rumah ada tiga orang. Hanya satu yang berhasil selamat, sementara dua lainnya meninggal,” terang Kapolres Tanah Datar, AKBP Bayuaji Yudha Prajas.

Sedangkan di Lubuk Jantan yang masih berada di Kecamatan Lintau Buo, satu korban tewas karena terseret banjir bandang. Upaya pencarian yang dilakukan oleh petugas terkendala cuaca. Hingga tengah malam, Tanah Datar masih diguyur hujan lebat.  

“Korban yang dinyatakan hilang masih dalam pencarian oleh tim gabungan yang terdiri dari personel Polri, BPBD, TNI dan dari instansi lainnya. Keberadaannya belum diketahui,” tutur Kapolres.

Pada Jumat (12/10) pagi tim SAR gabungan bersama warga berhasil menemukan seorang warga lagi dalam kondisi meninggal dunia..(h/rul)

Loading...
Ikuti kami di
Loading...
Loading...