Harian Haluan

Harianhaluan.com

Tangis Andriani Melihat Kebun Sawitnya Hanyut Terseret Banjir

Tangis Andriani Melihat Kebun Sawitnya Hanyut Terseret Banjir
Andriani (41) sambil menggendong anaknya menemui Bupati Pasaman, Yusuf Lubis saat turun meninjau jembatan putus di lokasi terdampak bencana di Nagari Lubuk Layang. 

PASAMAN, HARIANHALUAN.COM--Andriani (41), warga Curantiang, Nagari Lubuk Layang, Kecamatan Rao Selatan, hanya bisa mengurut dada, begitu melihat ratusan batang sawit miliknya hanyut diterjang banjir dua hari lalu. 

Meski mengaku pasrah, namun Ibu tiga anak ini tetap tak kuasa menahan air mata kesedihan. Sawit yang menjadi pengharapan hidup bagi keluarganya, kini sudah tak bersisa. 

Padahal, pengakuan Andriani, ratusan batang sawit yang ia tanam dilahan seluas dua hektar itu baru sekali panen dan usia tanaman sawit itu masih terbilang produktif. 

Ironisnya lagi, lahan warisan dari orang tuanya itu, kini hanya menyisakan sepertiganya saja. Sebab, pasca banjir melanda kawasan itu sebagian lahan lainnya sudah berubah menjadi aliran sungai Batang Sibinail. 

"Tak ada yang tersisa dari musibah ini. Ratusan batang pohon sawit yang baru sekali panen, batangnya sudah tidak tampak lagi. Sudah hanyut 'dilanyau' banjir, kemarin," ungkap Andriani kepada Haluan, Kamis (11/10). 

Bahkan, kata dia, keberadaan lahan sawit miliknya itu sudah tidak tampak lagi dari tempat dia berdiri. Biasanya, kata dia, ratusan batang sawit miliknya tampak jelas terlihat dari reruntuhan jembatan gantung Jorong Ampek Kubu tersebut. 

"Dari tempat saya berdiri sekarang, sawit-sawit saya terlihat. Tapi sekarang, bisa Bapak lihat sendiri sudah rata dengan tanah. Tidak ada lagi pohon sawit disepanjang aliran sungai ini," tukasnya.

Andriani mengaku hanya bisa pasrah dengan musibah yang menimpa ladang sawit miliknya itu. Meski kebun sawitnya itu, kini sudah rata dengan tanah, namun ia tetap tegar. Ia mengatakan, selalu ada hikmah dibalik sebuah musibah. 

"Walau masih sedih, mau gak mau kita harus ikhlas. Maut dan reseky itu hanya tuhan yang tahu. Dia yang maha mengetahui yang terbaik bagi hambanya itu apa," tutur Ani sambil menahan isak tangisnya. 

Kedatangan Bupati Pasaman, Yusuf Lubis untuk meninjau kondisi banjir dan warga terdampak bencana di daerah itu, dimanfaatkan Andriani beserta warga lainnya untuk berkeluh-kesah. 

Dikatakan Andriani, ia berharap, ada bentuk perhatian dari pemerintah daerah setempat terhadap musibah yang menimpa dirinya, serta warga yang kehilangan lahan pertanian sebagai mata pencaharian sehari-hari. 

"Saya berharap, pak Bupati bisa bantu kami mengatasi persoalan ini. Kami tidak punya mata pencaharian lagi Pak, setelah lahan pertanian milik kami dihantam dahsyatnya banjir," katanya. 

Sementara Bupati Pasaman, Yusuf Lubis meminta warga yang terkena musibah bersabar. Pemda, kata dia, akan berusaha mengatasi kesulitan warga. Sejumlah bantuan baik pusat maupun kabupaten akan diupayakan untuk warga setempat. 

"Kami akan upayakan memberi bantuan terhadap warga yang terkena musibah, demikian pula dengan lahan pertanian yang rusak. Infrastruktur yang rusak segera kita perbaiki. Pemukiman yang masih terisolasi, kita buka agar dapat diakses secepatnya," ucap Yusuf Lubis, dihadapan warga dan Ketua DPRD, Yasri. (h/yud)

Loading...
Ikuti kami di
Loading...
Loading...