Harian Haluan

Harianhaluan.com

CARA GOLKAR MEMPERTAHANKAN KEMENANGAN

Punya Kader Petarung, Targetkan 11 Kursi

Punya Kader Petarung, Targetkan 11 Kursi
Ilustrasi (haluan) 

PADANG, HARIANHALUAN.COM – Partai Golkar mulai bergerak massif jelang Pemilu 2019. Golkar tak mau main setengah hati dan menargetkan perolehan 11 kursi di DPRD Sumbar. Sebagai partai besar sekaligus pemenang Pemilu 2014 di Sumbar, target tersebut dianggap rasional.

Ketua DPD Golkar Sumbar Hendra Irwan Rahim menyebutkan, Golkar memiliki sejarah besar di kancah perpolitikan Sumbar. Tercatat hanya dua kali kursi Ketua DPRD Sumbar yang lepas dari tangan partai ini, yaitu tahun 1999 dan 2009. Pada tahun pertama pascareformasi, kursi DPRD Sumbar sempat dinikmati PAN. Namun periode selanjutnya, Golkar kembali merebut tempat terhormat itu. Selanjutnya, tahun 2009, Golkar tak sanggup melawan hegemoni Partai Demokrat dan menempati urutan kedua perolehan suara serta hanya berhak memperoleh kursi wakil ketua. Namun hanya satu periode. Selanjutnya Golkar kembali menguasai Sumbar.

 “Sebagai partai yang memiliki basis kuat di akar rumput, kami (Golkar) targetnya jelas kemenangan di 2019. Golkar mesti menjadi partai dengan perolehan suara terbanyak dengan target 11 kursi di DPRD Sumbar. Sekarang Golkar punya sembilan kursi di DPRD Sumbar, selanjutnya target 11 kursi. Itu rasional dan tidak muluk-muluk,” terang Hendra Irwan Rahim, akhir pekan lalu kepada Haluan.

Dituturkan Hendra, tiga kursi ditarget berasal dari Dapil I Kota Padang dan Dapil IV Pasaman-Pasaman Barat. Di dua dapil ini jumlah kursinya lebih banyak dibanding dapil lain, calon Golkar yang maju di dua dapil tersebut juga dianggap punya nama, dan merupakan kader petarung. “Para kader yang menjadi caleg adalah orang-orang berpengalaman, punya nama dan dekat dengan masyarakat,” papar Hendra yang kini menjabat sebagai Ketua DPRD Sumbar.

ntuk mengejar target tersebut, Golkar Sumbar mengusung sejumlah kader yang memiliki potensi meraup banyak suara. Bacaleg yang diusung itu orang-orang yang memiliki pengalaman di tengah masyarakat seperti mantan kepala daerah, tokoh masyarakat dan anggota DPRD petahana.

Ia menambahkan, Golkar Sumbar mengajukan 10 persen dari 65 Bacaleg untuk DPRD provinsi. Usia mereka juga masih di bawah 30 tahun.” Golkar memberi ruang pada generasi muda Ranah Minang untuk ikut berkiprah di dunia politik. Ini sekaligus pengkaderan di internal partai,” ungkap Hendra.

Data yang diperoleh, 38 persen dari 65 orang Caleg Partai Golkar untuk DPRD provinsi adalah perempuan. Untuk level pendidikan, sebesar 23 persen berpendidikan SMA sederajat. Kemudian sebesar 55 persen berpendidikan S-1, berpendidikan S-2 sebanyak 20 persen dan 1 orang di antaranya bergelar doktor (S-3). “Partai Golkar juga mengajukan mantan kepala daerah di Sumbar yakni mantam bupati Pasaman Benny Utama yang maju di Dapil Sumbar 4 (Pasaman dan Pasbar) serta mantan Wawako Padang, Yusman Kasim di Dapil Sumbar 1 (Padang),” terang Hendra.

 

Selain itu, terang Hendra yang juga maju di Dapil Sumbar 6 (Padang Panjang, Tanah Datar, Sawahlunto, Sijunjung dan Dharmasraya), Caleg Partai Golkar tengah menjabat Ketua DPRD di tiga daerah dan dua orang tengah menjabat wakil ketua DPRD.

Untuk mencapai target yang ditetapkan, pihaknya meminta pada setiap caleg agar paham dengan apa yang dibutuhkan masyarakat, dan menjalin komunikasi secara langsung. “Tak boleh ada caleg yang sekadar ongkang-ongkang kaki, dan hanya menyuruh kaki tangannya turun. Semua caleg mesti turun langsung sebagai bukti bahwa suara Golkar itu adalah suara rakyat,” ucap Hendra. (h/len)

 

Loading...
Ikuti kami di
Loading...
Loading...