Harian Haluan

Harianhaluan.com

Bongkar Kasus Suap Meikarta, Rumah CEO Lippo Group James Riady Digeledah KPK

Bongkar Kasus Suap Meikarta,  Rumah CEO Lippo Group James Riady  Digeledah KPK
CEO Lippo Group James Riady mendampingi  Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan yang memberkan sabutan saat resepsi topping-off dua tower Meikarta. dok.NUSANTARANEWS 

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM-Rumah kediaman  CEO Lippo Group, James Riady, Kamis ini digeledah Tim Penyidik KPK (Komis Pemenrantasan Korupsi). Penggeledahan ini terkait  kasus dugaan suap proyek Meikarta .

"Setelah lakukan penggeledahan di 5 lokasi sejak Rabu siang sampai tengah malam tadi, penyidik melanjutkan kegiatan tersebut ke 5 tempat lain hingga Kamis pagi ini," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Kamis (18/10) seperti dikutip okezone.com.

Lima lokasi tersebut, yakni ‎Apartemen Trivium, rumah CEO Lippo Group James Riady, kantor Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Damkar Bekasi. Dari kelima lokasi tersebut, tim menyita sejumlah barang bukti.
Selain itu Febri mengatakan KPK telah menyita sejumlah barang bukti terkait kasus ini dari penggeledahan sebelumnya. Barang yang disita antara lain, dokumen terkait perizinan oleh Lippo ke Pemkab, catatan keuangan, dan barang bukti elektronik seperti komputer dan lainnya.

"Total lokasi penggeledahan sejak kemarin siang hingga pagi ini di 10 lokasi di Tangerang dan Bekasi," ucapnya.

Dalam perkara suap proyek Meikarta ini, sebelumnya  KPK menetapkan sembilan orang tersangka diduga penerima suap, yakni Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin,Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Jamaludin, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Pemkab Bekasi Sahat MBJ Nahor, Kepala Dinas DPMPTSP Kabupaten Bekasi Dewi Tisnawati, dan Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Neneng Rahmi.

KPK juga telah menetapkan empat  orang tersangka diduga pemveri suap yakni, Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro, Konsultan Lippo Group Taryadi, Konsultan Lippo Group Fitra Djaja Purnama, dan Pegawai Lippo Group Henry Jasmen.

Para tersangka dari jajaran Pemkab Bekasi itu diduga menerima Rp 7 miliar sebagai bagian dari fee fase pertama yang bernilai total Rp 13 miliar. Duit itu diduga terkait perizinan proyek Meikarta.

Diduga, Neneng Hasanah dan kroni-kroninya menerima hadiah atau janji dari pengusaha terkait pengurusan perizinan proyek pembangunan Meikarta. Adapun, izin yang dimuluskan terkait proyek seluas 774 hektare yang dibagi dalam tiga tahapan.

Pemberian dalam perkara ini diduga sebagai bagian dari komitmen fee fase proyek pertama dan bukan pemberian yang pertama dari total komitmen Rp13 miliar melalui sejumlah dinas.

Namun, pemberian uang suap yang telah terealisasi untuk Bupati Bekasi dan kroni-kroninya yakni sekira Rp7 miliar. Uang Rp7 miliar tersebut telah diberikan para pengusaha Lippo Group kepada Bupati Neneng melalui para kepala dinas.(dn/okz)

 

 

Sumber: Okezone


 



Ikuti kami di