Harian Haluan

Harianhaluan.com

PEMBANGUNAN PASA ATEH DIMULAI

Wali Kota Ramlan Nurmatias Lakukan Peletakan Batu Pertama

Wali Kota Ramlan Nurmatias  Lakukan Peletakan Batu Pertama
Wali Kota Ramlan Nurmatias melakukan penandatangan prasasti peletakan batu pertama pembangunan kembali Pasa Ateh. 

BUKITTINGGI, HARIANHALUAN.COM-Perjuangan keras yang dilakukan Pemko Bukittinggi ke Pemerintah Pusat untuk pembangunan kembali Pasa Ateh Bukittingg yang terbakar pada 30 Oktober 2017 lalu, ternyata tidak sia-sia.

Kurang dari satu tahun, perjuangan tanpa kenal lelah itu akhirnya berbuah manis. Senin (22/10), pembangunan kembali Pasa Ateh Bukittinggi yang dibiayai sepenuhnya oleh Pemerintah Pusat melalui APBN  dimulai,  yang ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias bersama unsur Forkopimda dan DPRD Bukittinggi.

Kegiatan peletakan batu pertama dilakukan  dengan penekanan tombol sirine tanda resmi dimulainya  pembangunan kembali Pasa Ateh, serta  penandatanganan prasasti oleh Wali Kota. Turut hadir dalam kegiatan ini Satker Penataan Bangunan dan Lingkungan Direktorat Cipta Karya Kementrian PUPR Provinsi Sumbar, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Kembali Pasa Ateh  Satker Provinsi Sumbar, Direktur Operasi II PT Abipraya – Penta KSO, Mantan Walikota Bukittinggi H. Djufri dan H. Ismet Amzis, Sekda, Kepala OPD, Niniak Mamak, Bundo Kanduang, tokoh masyarakat  dan sejumlah tamu undangan lainnya.

Kepala Satker Penataan Bangunan dan Lingkungan Provinsi Sumbar Gatot Joko Sungkawa, menjelaskan, pembangunan kembali Pasa Ateh Bukittinggi menggunakan  metode design Green Building (Bangunan Hijau) yang hemat energi, aman dari bencana, nyaman dan  sehat bagi pedagang maupun pengunjung serta dapat memfasilitasi seluruh lapisan masyarakat termasuk para penyandang disabilitas

 Pembangunan kembali Pasa Ateh dibangun melalui  dana APBN sebesar Rp 292 milyar lebih, dimana proyek ini sudah dikontrak sejak 20 Agustus 2018, dan ditargetkan selesai pada akhir Desember 2019. Pasa Ateh dibangun empat lantai  dengan 834 kios dan 315 los.Pasa Ateh  Dilengkapi food court pada bagian roof top dan akan menjadi pasar percontohan di Indonesia.

Direktur Operasi II Abipraya – Penta KSO, Widyo Praseno menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan pemerintah pusat untuk pembangunan kembali Pasa Ateh. Menurutnya, meski target kontrak harus selesai pada Desember 2019, namun pihaknya akan mengupayakan pembangunannya bisa selesai hingga Oktober 2019. Sehingga pasar ini nantinya dapat segera dimanfaatkan.

“Desain Pasa Ateh tidak terlalu banyak menggunakan listrik, karna sirkulasi udara dibuat semaksimal mungkin sehingga tidak perlu memakai AC dan penggunaan listrik dapat lebih hemat. Kami berharap dukungan dari seluruh pihak untuk mensukseskan pembangunan Pasa Ateh, sehingga target yang diberikan dapat tercapai, bahkan dapat diselesaikan dengan cepat,” ujarnya.

Ketua LKAAM Bukittingg  S. DT. Palang Gagah mengatakan,  atas nama masyarakat Bukittinggi, pihaknya mengapresiasi upaya dan perjuangan yang dilakukan pemerintah kota untuk  membangun kembali Pasa Ateh yang menjadi kebanggaan masyarakat Bukittinggi. Ia juga kasih atas perhatian dari pemerintah pusat yang telah menganggarkan dana begitu besar untuk pembangunan ini.

“Hari ini menjadi sejarah bagi Bukittinggi. Karena menjadi saksi sejarah pembangunan kembali Pasa Ateh yang terbakar pada Oktober 2017 lalu. Hari ini Senin 22 Oktober 2018,  akan tercatat dalam lembaran sejarah Bukittinggi sebagai tanggal pembangunan kembali Pasa Ateh,” ungkap DT. Palang Gagah.

Diakuinya, pada Oktober dan November 2017 lalu, memang meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat dan pemerintah daerah. Karena pada saat itu dua urat nadi perekonomian  Bukittinggi terbakar, yakni  Pasa Ateh dan Pasa Aua Kuning. “Namun berkat kesigapan dan perjuangan pamerintah daerah bekerjasama dengan masyarakat serta dukungan berbagai pihak, maka Pasa Aua dapat segera dibenahi dan Pasa Ateh dapat dibangun kembali,” ungkap DT Palang Gagah.

Sementara itu Wali Kota Ramlan Nurmatias menyampaikan rasa syukur dengan  telah dimulainya pembangunan kembali Pasa Ateh yang sudah dinanti-natikan masyarakat Bukittinggi. Pemko dan masyarakat Bukittinggi menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat yang telah mengalokasikan anggran untuk pembangunan kembali Pasar Atas. Karena sangat jarang pemerintah daerah mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat dengan anggaran ratusan milyar rupiah ini.

Menurutnya, pemerintah daerah memang berjuang keras agar pembangunan kembali Pasa Ateh dapat dilakukan segera mungkin, meskipun anggaran pemerintah daerah untuk pembangunan ini sangat terbatas. Dengan keterbatasan anggaran itu, pemerintah daerah terus berusaha dan meyakinkan pemerintah pusat agar Pasar Ateh yang terbakar itu dapat dibangun kembali dengan menggunakan dana APBN, bukan melalui pihak ketiga atapun investor.

“Alhamdulillah, berkat kerja keras dan dukungan serta doa masyarakat semua, pemerintah pusat bersedia menganggarkan dana sebesar Rp 292 milyar rupiah untuk pembangunan kembali Pasa Ateh. Sehingga hari ini dapat terlaksana peletakan batu pertamanya,” ungkap Ramlan.

Ia menuturkan, Pemko Bukittinggi memang  berjuang sekuat tenaga  dan kemampuan untuk memperjuangkan pembangunan kembali Pasa Ateh. Hal ini disebabkan 2 sisi  yang mendasarinya yakni sisio  ekonomi dan dan fakltor historis. Secara ekonomi, kebakaran Pasa Ateh telah memberikan dampak yang sangat besar terhadap kelangsungan  perekonomian daerah  maupun masyarakat Bukittinggi bahkan Sumbar.

Dari sisi historis, Pasa Ateh adalah salah satu pasar tertua di Sumbar dan mempunyai nilai sejarah bagi Kota Bukittinggi, yang harus dipertahankan keberadaannya. “Keberadaan Pasa Ateh ini juga memberikan multiflier effect terhadap kunjungan wisatawan ke Bukittinggi. Untuk itu pemerintah daerah gigih berjuang ke pusat aga Pasa Ateh bisa dibangun kembali, mengingat keungan daerah yang terbatas,” tutur Ramlan.

Pekerjaan pembangunan Pasa Ateh ulasnya,  dilaksanakan 1×24 jam dengan system 3 shift. Hal ini dilakukan agar pekerjaan dapat segera diselesaikan. Pasa Ateh dibangun   empat lantai dengan jumlah petak kios sebanyak  834 kios dan 315 los. Pasa Ateh dilengkapi dengan basement yang nantinya dapat menampung 234 kendaraan roda empat. Kemudian bangunannya dibangun dengan sistem Green Building dan anti gempa. Semua pertokoan menghadap ke dalam dan tidak ada menghadap keluar. (h/tot)

Ikuti kami di