Harian Haluan

Harianhaluan.com

Jangan Anggap Sepele, Tahun 2016 Diperkiraan Ada 15.105 LGBT di Sumbar

Jangan Anggap Sepele, Tahun 2016 Diperkiraan Ada 15.105 LGBT di Sumbar
ILUSTRASI 
PADANG,HARIANHALUAN.COM-Data Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) tahun 2016, terdapat 15.105 orang LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender) di Sumbar.
 
Data yang ditampilkan dalam rapat bersama membahas kesepakatan menumpas LGBT di Sumbar itu menjelasakan bahwa ada sebanyak 14. 252 LSL (lelaki suka lelaki), dan 853 waria.
 
Dirincikan bahwa jumlah oknum LGBT di Sumbar antara lain Kabupaten Mentawai LSL182 orang, waria 0. Pesisir Selatan LSL 882, waria 80. Solok LSL 716, waria 40. Sijunjung LSL 459, waria 35. Tanah Datar LSL 634, waria 32. Padang Pariaman LSL 750, waria 34. Agam LSL 903, waria 52. Kabupaten Limapuluh Kota LSL 718, waria 14. Pasaman 536, waria 14. Solok Selatan 339,waria 22. Dharmasraya 518, waria 35. Pasaman Barat 870, waria 50. Kota Padang 5267, waria 212. Kota Solok 360,waria 56. Kota Sawahlunto 155, waria 0. Padang Panjang 135, waria 32. Bukittinggi 495 waria 83. Payakumbuh 333, waria 62. Kota Pariaman 217, waria 49.
 
Konsultan Penyakit Tropik dan Infeksi Rumah Sakit Umum Pusat M Djamil Padang, dr Armen Ahmad, SpPD- KPTI FINASIM yang dihubungi Haluan, Rabu (31/10) mengatakan meskipun bukan real data dan hanya estimasi / diperkirakan, namun kondisi di lapangan biasanya memang cocok dan mendekati data tersebut.
 
"Angka-angka itu bukan real data, hanya estimasi/perkiraan jumlah oknum LGBT nya. Karena bagaimana juga mendata orang yang mau mengaku sebanyak itu. Namun datanya seputar itu juga. Kondisi di lapangan biasanya memang cocok dan mendekati data tersebut," ungkap dr. Armen.
 
Lebih lanjut, ia mengatakan memperoleh data tersebut biasanya dengan cara ditanyakan ke setiap orang yang sudah terkena HIV.
 
"Untuk metode yang digunakan. Pasti ada, tapi tidak tahu juga pastinya. Namun biasanya ditanyakan ke oknum atau pasien HIV. Punya berapa pasangan LSL. Biasanya ada yang jawab 4, 10, 11. Nah dai pengakuan-pengakuan itu nanti ada metode nya lagi dihitung dengan populasi dan sebagainya. Sehingga bisa disimpulkan kurang lebih jumlah pelaku LGBT di Sumbar segitu," ungkap nya lagi.
 
Dikatakan dr. Arman, yang perlu dibahas bukan hanya jumlahnya. Namun penanggulangannya dan langkah kedepan memberantas LGBT di Sumbar.
 
"Kita tidak bisa menutup mata, bahwa kasus LGBT di Sumbar memang ada dan jumlahnya tidak sedikit. Namun yang paling penting bagaimana langkah kedepannya dan apa yang bisa kita buat. Itulah makanya kemarin diadakan rapat bersama membahas kesepakatan menumpas LGBT di Sumbar itu yang dihadiri oleh berbagai stakeholder mulai dari Pemprov Sumbar, MUI Sumbar, Kepolisian, LKAAM, Bundo Kanduang Kejaksaan dan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Sumbar," katanya.
 
Dari hasil rapat tersebut kata dia, dirumuskan beberapa rancangan dan kesepakatan untuk memusnahkan LGBT di Sumbar. "Seluruh pihak harus terlibat. Makanya ada kesepakatan bersama apa yang akan dibuat. Salah satu rancangannya seperti perda nagari yang mengatur tentang LGBT, itu sedang dirumuskan. Kita memerangi perangainya, bukan orangnya," jelas dr. Arman.
 
Hal senada juga disampaikan ketua MUI Sumbar Buya Gusrizal Gazahar, yang dihubungi Haluan via whatsApp. "Semua pihak harus sepakat dalam melihat dan menyikapi. Sikap permisif dari berbagai pihak, membuat pelaku merasa nyaman berbuat sekehendak nafsunya. Ini tidak boleh dibiarkan," kata Buya Gus. (yes)

Ikuti kami di