Harian Haluan

Harianhaluan.com

Belasan Rumah Rusak, Bencana 'Tanah Bergerak' Landa Sawahlunto

Belasan Rumah Rusak, Bencana 'Tanah Bergerak' Landa Sawahlunto
TANAH BERGERAK--Warga melihat kondisi rumah dan tanah yang rusak di Lembah Santur, Kecamatan Barangin, Kota Sawahlunto, Rabu (31/10). Kerusakan itu diduga tanah di sekitar lokasi bergerak, dan akibatnya 9 kepala keluarga harus diungsikan. YUHERMAN 

SAWAHLUNTO, HARIANHALUAN.COM –Warga  Sawahlunto dikejutkan dengan peristiwa pergeseran struktur  atau biasa disebut tanah bergerak di Perumahan Lembah Santur, Kecamatan Barangin, Kota Sawahlunto.

Akibat bencana tanah bergerak yang terjadi pada   Rabu (31/10) siang itu, belasan rumah rusak dan puluhan warga terpaksa mengungsi.
 
“Setidaknya ada sembilan Kepala Keluarga dengan 35 jiwa, warga Perumahan Lembah Santur Kecamatan Barangin Kota Sawahlunto harus diungsikan akibat akibat tanah bergerak. Bahkan 2 rumah harus dirobohkan,” kata Kepala Desa Santur, Suhardi.
 
Dijelaskannya, ada 16 rumah di komplek itu yang menjadi tidak kayak huni atau rengkah akibat tanah bergerak. Selain itu akses jalan benton yang melintasi perumahan tersebut juga terbelah sepanjang 30 meter.
 
Suhardi didampingi Kepala Dusun Karanganyar, Oktaviandry menambahkan, diperkirakan kerugian materil sekitar Rp2,1 milyar itu baru dihitung dari harga rumah satu unit Rp130 juta, dan itu belum termasuk isinya.
 
Salah seorang pemilik rumah yang hancur, Fauzi (50) mengatakan, rumahnya ikut dirobohkan untuk mengantisipasi kejadian yang lebih tragis sekaligus memang sudah tak layak huni lagi. Ia mengharapkan tindakan cepat dari pemerintah agar cepat ditanggapi.
 
Warga lainnya, Fadli dan Rulli mengatakan, ia bersama yang lainnya, beberapa malam ini tidak bisa tidur karena tanah terus bergerak. "Kami  ronda semalaman karena tanah ini terus bergerak. Kami  juga sudah berupaya menutup sebagian jalan yang dialiri air dengan adukan semen agar tidak meresap terus ke tanah, akan tetapi tanah tetap terus bergerak," tuturnya.
 
Sementara itu Camat Barangin Kota Sawahlunto Zainul Anwar  membenarkan kejadian ini dan menyatakan prihatin .
 
Menanggapi kejadian ini, mantan Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Universitas Bung Hatta, Hendri Warman kepada Haluan mengatakan, ia belum bisa memastikan bagaimana karakter tanah di lokasi kejadian karena baru mengetahui kejadian tersebut.
 
Tanah bergerak, kata ahli tanah ini, dipicu dua hal, yakni adanya aliran tanah permukaan yang merembes hingga ke pori tanah yang akhirnya memicu pergerakan. Berikutnya, adalah kemungkinan lokasi di Sawahlunto itu berada di Patahan Sumatera yang memang terbentuk sepanjang Bukit Barisan di Pulau Sumatera.  (h/rki/mat)
 
 
Catatan: Berita mendalam dapat dibaca di surat kabar Harian Umum Haluan, Edisi Kamis 1 November 2018. 

Tags
Bencana
Ikuti kami di