Harian Haluan

Harianhaluan.com

Sumbar kembali Diterjang Longsor, Seorang Bocah Tewas, Jalan Putus, Rumah Ambruk

Sumbar kembali Diterjang Longsor,  Seorang Bocah Tewas, Jalan Putus, Rumah Ambruk
Bocah malang, Gilang Saud Saputra (5) meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan tembok kamar yang diterjang longsor. OGI SUNANDAR 
PADANG, HARIANHALUAN.COM-Tingginya intensitas curah hujan memicu  bencana tanah longsor di  beberapa daerah di Sumbar. Akibatnya,
sejumlah rumah ambruk, jalan putus, bahkan seorang bocah  meninggal dunia.
 
Hujan deras Jumat (2/11)  dinihari mengakibatkan bencana longsor di Jorong Guguk Naneh kenagarian Tanjung Gadang, Sijunjung.
Bencana ini menyebabkan satu orang bocah berumur lima tahun bernama Gilang Saud Saputra meninggal dunia akibat tertimpa tembok rumah yang tertimpa longsoran.
 
Dari informasi yang diperoleh, di tengah hujan makin deras  saat itu sang ibu korban bernama Rera(40) warga Guguk Naneh Kenagarian Tanjung Gadang memindahkan anaknya yang tertidur pulas dari ruangan tengah ke kamar yang biasanya digunakan oleh anaknya tersebut.
 
Namun, tak lama berselang suara dentuman pun terdengar oleh ibu korban dan menghantam tembok kamar dimana anaknya tersebut sedang tertidur pulas. Terkejut dengan suara tersebut, sang ibu langsung berusaha untuk menyambangi kamarnya tersebut, sang ibu pun berteriak histeris karena mendapatkan anaknya tersebut terhimpit runtuhan tembok yang jebol akibat terdorong oleh material longsor.
 
Kapolsek Tanjung Gadang Iptu Zamrinaldi, SH menyatakan,  kejadian yang merenggut korban jiwa itu disebabkan curah hujan yang cukup tinggi dari sore hingga malam hari hingga peristiwa terjadi. Tak ayal mengakibatkan terjadinya longsor di tanah perbukitan dengan ketinggian sekitar 10 meter menerjang rumah keluarga korban.
 Kepala BPBD Hardiwan SP kembali menghimbau kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten Sijunjung untuk selalu waspada dan siap siaga jika terjadi bencana alam seperti banjir, longsor maupun pohon tumbang, sebab cuaca saat ini tidak bisa diprediksi.
 
Rumah Ambruk
 
Sementara di Kabupaten Padang Pariaman, sebanyak  delapan rumah rusak ditimpa longsor.
 
Data BPBD Padang Pariaman, lokasi rumah yang ditimpa longsor tersebut yaitu di Korong Kampuang Pinang Nagari III Koto Aur Malintang dan  Kecamatan IV Koto Aur Malintang.
 
Kondisi rumah yang terdampak longsor mulai dari rusak berat hingga ringan. Namun tidak ada korban jiwa dalam bencana ini.

Bencana tanah longso juga terjadi  di Kayu Pasak, Nagari Silareh Aia, Kecamatan Palembayan pada Jumat (2/11) sekitar pukul 13.30 WIB, mengakibatkan ruas jalan provinsi terban sepanjang 12 meter dan jalan tidak bisa dilalui kendaraan.
Sedangkan  tanah longsor di Koto Tuo, Nagari Simarasok, Kecamatan Baso pada Jumat (2/11) sekitar pukul 20.10 WIB, mengakibatkan satu unit rumah milik Armi (62) mengalami rusak berat.
 
Longsor juga terjadi  di KM 43 Jorong Haraban, Nagari Nan Tujuh, Kecamatan Palupuh pada Sabtu (3/11) sekitar pukul 08.00 WIB, mengakibatkan ruas jalan tertimpa material longsor.
 
Material tanah longsor yang menimbun rumah dan menimbun ruas jalan sudah dibersihkan anggota Satgas BPBD, Satpol PP Damkar, TNI, Polri dan masyarakat. (dn/og)

Ikuti kami di