Harian Haluan

Harianhaluan.com

Puluhan Rumah Terancam Roboh, Tanah Bergerak Resahkan Warga Kampung Tongah

Puluhan Rumah Terancam Roboh, Tanah Bergerak Resahkan Warga Kampung Tongah
Warga Kampung Tongah, Panti Selatan, menemukan rengkahanakibat tanah bergerak di atas bukit dan mengancam permukiman warga, Sabtu. YUDHI  

PASAMAN, HARIANHALUAN.COM-Tanah bergerak terjadi di Kampung Tongah, Nagari Panti Selatan, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman. Akibatnya, puluhan rumah di wilayah itu terancam roboh.


Bencana terjadi setelah hujan lebat mengguyur wilayah itu sejak Jumat (2/11) siang, hingga Sabtu (3/11) pagi. Dari penuturan warga, sebelumnya tidak ada retakan, namun setelah semalaman diguyur hujan, rekahan tanah muncul, tanah bergerak menurun.  

Salah seorang warga, Amri Masta mengatakan, hujan yang terus mengguyur wilayah itu sejak kemarin menyebabkan terjadinya tanah bergerak dari atas bukit. Peristiwa itu mengancam belasan rumah warga di bawahnya. 

"Kondisi wilayah tersebut sudah tidak layak untuk permukiman, tetapi warga kesulitan untuk pindah karena terkendala biaya," kata Masta saat dihubungi. 

Tanah bergerak itu menyebabkan amblasnya tanah sepanjang puluhan meter dengan kedalaman 60 centimeter. Bahkan, akibat peristiwa itu menyebabkan beberapa rumah warga pada bagian dapur tertimpa longsoran tanah. 

"Akibat dari hujan lebat, tanah bukit yang berada dibelakang rumah penduduk bergeser dan menimbun dapur rumah penduduk. Ada empat rumah warga yang dapurnya tertimbun," kata Masta. 

Peristiwa tanah bergerak itu membuat warga setempat resah. Ada warga sudah mengungsi ke rumah kerabat terdekat, karena khawatir bencana tanah longsor akibat tanah bergerak itu menerpa mereka. 

"Masyarakat Kampuang Tongah, kini resah. Mereka cemat bercampur khawatir tanah longsor sewaktu-waktu bisa menimpa mereka. Apalagi kalau malam ini hujan deras, tidak tertutup kemungkinan akan menyebabkan lonsor dan menimbun rumah masyarakat," ucap Masta. 

Agar tidak ada jatuh korban, Masta meminta BPBD Kabupaten Pasaman, segera bergerak cepat dan melakukan penanganan terhadap peristiwa tanah bergerak di wilayah itu. 

"BPBD harus bergerak cepat ini. Jangan sampai ada korban. Segera datangi lokasi, lakukan evakuasi. Sebab, sudah empat rumah rusak, dan dikhawatirkan mengancam permukiman yang dihuni 400 kepala keluarga (KK)," ujar Masta.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Pasaman, Maspet Kennedy mengatakan, pihaknya sudah melaporkan peristiwa tanah bergerak di Kampung Tongah, Nagari Panti Selatan, Kecamatan Panti kepada Badan Geologi Bandung, untuk segera diteliti penyebabnya. 

"Sudah. Peristiwa itu sudah kita laporkan ke Badan Geologi di Bandung. Mungkin, dalam waktu dekat mereka akan segera tiba untuk meneliti peristiwa tanah bergerak itu lebih lanjut," ujar Maspet. 

Untuk menghindari jatuhnya korban jiwa, Maspet mengajak masyarakat sekitar tanah bergerak itu mengungsi kerumah kerabat untuk sementara waktu. Sebab, hujan dengan curah tinggi masih melanda kawasan itu. 

"Kita menghimbau warga yang rumahnya ada disekitar bukit untuk mengungsi sementara waktu. Ini untuk mengantisipasi bencana tanah longsor akibat tanah bergerak yang bisa terjadi sewaktu-waktu," imbuhnya.

Maspet juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrim dan hujan tinggi yang saat ini tengah melanda wilayah Kabupaten Pasaman. Karena rentan menyebabkan bencana  banjir, tanah longsor dan pohon tumbang.

"Kita meminta warga meningkatkan kewaspadaan. Saat ini sudah terjadi lagi tanah longsor di Silalang, Nagari Cubadak Barat dan Barilas-Lambau, Simpang Tonang, Duakoto. Pohon tumbang di Rimbo Panti menuju Duokoto. Beruntung tidak ada korban jiwa," ungkap Maspet.

Fenomena tanah bergerak  sebelumnya juga terjadi di kota Sawahlunto  yang berkibat jalan merekah dan sejumlah rumah roboh.(yud)

 

Ikuti kami di