Harian Haluan

Harianhaluan.com

Longsor di Palupuah, Tiga Ambulans Bawa Jenazah Terjebak

Longsor di Palupuah, Tiga Ambulans Bawa Jenazah Terjebak
TERJEBAK - Tiga mobil ambulance terjebak tanah longsor di Jalan Nasional Bukittinggi Medan tepatnya di depan Kantor Polsek Palupuh, Selasa (11/12). YURSIL. 

AGAM, HARIANHALUAN. COM- Tiga unit mobil ambulance membawa jenazah terjebak jalan longsor di ruas jalan Bukittinggi - Medan tepatnya di KM 25 depan Mapolsek Palupuah, Kecamatan Palupuh Kabupaten Agam, Rabu (11/12).

Tiga unit ambulance tersebut membawa jenazah dari tempat berbeda, salah seorang keluarga jenazah Tina warga Panti mengaku akan membawa jenazah amaknya dari Pekanbaru tujuan Panti. Ia berangkat dari Pekanbaru Senin (10/12)  sekitar pukul 24,00 WIB sampai di TKP Selasa (11/12) sekitar pukul 08,00 pagi.

"Sudah 2,5 jam kami menunggu di sini, kami belum tahu kapan kami bisa jalan lagi," kata Tina sambil berusaha air mata kepada Haluan di TKP.

Ia menjelaskan, pihak keluarganya di Panti sudah menunggu dan makam untuk jenazah sudah dipersiapkan.

Sementara sopir jenazah lain, Anto mengaku membawa jenazah dari Muaro Bungo tujuan Penyabungan. 

Ia mengaku berangkat dari Muaro Bungo Provinsi Jambi Senin (10/12) sekitar pukul 20,00 WIB dan sampai di TKP Selasa sekitar pukul 07,00 WIB. "Jenazah ini akan di bawa Penyabungan Provinsi Sumut," katanya.

Hal yang sama juga disampaikan Zul sopir ambulance yang mengaku membawa jenazah dari Muaro Tebo Provinsi Jambi dengan tujuan Pematang Siantar.

Ia mengaku berangkat dari Muaro Tebo Senin (10/11) sekitar pukul 18,00 WIB sampai di TKP Selasa (11/12) sekitar pukul 06,00 pagi.

"Kami tidak tahu apakah jalan alternatif aman untuk dilalui, jangan jangan di jalan alternatif pun juga longsor," kata Zul.

Sementara itu, KBO Satlantas Polres Bukittinggi IPDA Saherman, SH menganjurkan mobil jenazah yang menuju Panti mencari jalan alternatif lain.

"Kami berusaha semaksimal mungkin untuk membuka jalan secepatnya, namun saat ini kami terkendala alat berat. Sebab 2 unit alat berat yang dikerahkan untuk membuka jalan mengalami kerusakan. Oleh sebab itu, kami menganjurkan mencari jalan alternatif lain," kata Saherman di TKP.

Ia menambahkan, ruas jalan Bukittinggi Medan mengalami 13 titik longsor namun 6 titik longsor cukup besar. saat ini dua alat berat untuk menyingkirkan material longsor mengalami kerusakan, dan sedang dalam perbaikan.

"Dua alat berat saat ini sedang rusak, yang satu PP putus rantai dan satu lagi bocor slang hidrolik. Sambil menunggu perbaikan pengerjaan dilakukan secara manual bersama sama dengan  aparat terkait dibantu  masyarakat," ujarnya.(h/ril).

 

 

Ikuti kami di