Harian Haluan

Harianhaluan.com

Penyebar Video Hoaks Penculikan Anak di Solsel Minta Maaf

Penyebar Video Hoaks Penculikan Anak di Solsel Minta Maaf
Ilustrasi (net) 

SOLOK SELATAN, HARIANHALUAN.COM- Masih ingat kasus viralnya video anak yang diculik di Solok Selatan beberapa waktu lalu. Kini, dua orang pelaku penyebar video itu meminta maaf, karena telah menyebarkan berita bohong atau hoaks.

Video penculikan anak di Taman Kota Muara Labuh Solok Selatan (Solsel) malalui media sosial (Medsos) itu viral pada 24 November. Pelaku mengakui kesalahannya dan meminta maaf dan disampaikan secara terbuka dihadapan jajaran Polres Solsel dan keluarga korban, di Mapolres setempat Senin, (24/12).

Kedua pelaku yakni, FA (28) warga Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh dan IW (27) warga Sungai Pagu, Solsel.

"Kami meminta maaf kepada keluarga anak-anak yang kami informasikan diculik, serta kepada masyarakat dan aparat penegak hukum, atas kelalaian kami dalam bermedia sosial," ujar FA dan IW.

Menurut IW kejadian tersebut membuat mereka lebih berhati-hati dalam menyebarkan informasi di media sosial pada masa yang akan datang.

"Kami tidak berniat dalam hal penyampaian berita bohong. Namun, hanya sebagai penyampaian informasi kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap penculikan anak," katanya.

Namun, tidak menyangka persoalan ini akan menjadi masalah dan membuat kegaduhan ditengah-tengah masyarakat.

"Sekali lagi kami berdua memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada jajaran kepolisian Polres Solok Selatan, keluarga korban dan masyarakat luas atas postingan kami. Kedepan menjadi pelajaran berarti untuk kami berdua," tuturnya.

Kapolres Solsel AKBP Imam Yulisdianto menjelaskan, kasus hoaks penculikan anak ini berawal pada 24 November 2018 yang lalu.

"Kedua pelaku menyebarkan video di group medsos dengan caption, ko kejadian ditaman kota kabanyo Ado penculikan anak (Ini Kejadian di Taman Kota kabarnya ada penculikan anak)," ujar Kapolres.

Ia melanjutkan, video inilah yang membuat gaduh di masyarakat dengan bermacam-macam komentar dan dikait-kaitkan dengan berbagai informasi seputar penculikan anak sebelumnya.

"Kami bertindak cepat, namun setelah dilakukan kroscek informasi tersebut ke lapangan dengan menemui keluarga dan anak-anak yang ada di video tersebut, ternyata informasi tersebut tidak benar," katanya.

Kedua pelaku, lanjut Kapolres, telah dilakukan pemanggilan dan pemeriksaan, dan selama proses tersebut keduanya cukup kooperatif.

"Kami mengimbau kepada masyarakat agar bijak dalam bermedia sosial karena ada kaidah yang bisa saja dilanggar salah satunya UU ITE. Dampaknya bukan hanya di satu daerah tetapi bisa lebih luas, bijaklah bermedia sosial demi kenyamanan bersama," ucapnya. (h/jef)



Ikuti kami di