Harian Haluan

Harianhaluan.com

Napi di Bukittinggi yang Kabur Sempat Sembunyi di Got Selama 10 Jam

Napi di Bukittinggi yang Kabur Sempat Sembunyi di Got Selama 10 Jam
TEMPAT MELARIKAN DIRI - Terlihat salah seorang wartawan menunjuk tembok tempat kedua orang napi melarikan diri, Rabu (9/1). YURSIL. 

BUKITTINGGI, HARIANHALUAN.COM - Dua orang Narapidana (Napi) Lapas Kelas II A Bukittinggi yang kabur pada Minggu (6/1) ternyata sempat bersembunyi selama 10 jam di dalam got.

Kepala Lapas Kelas II A Bukittinggi Marten mengatakan, kedua orang napi yang kabur itu  bernama Arif Junaidi (22), masa penahanan 7 tahun dan Roy Anggara (34), dengan masa penahanan 5 tahun, keduanya terjerat kasus narkoba. 

Sebelum kabur dari dalam Lapas, mereka bersembunyi di dalam got atau saluran air buangan selama 10 jam sambil menunggu waktu yang tepat melarikan diri. 

Marten menceritakan, pelarian kedua napi itu berawal dari pergantian shift jaga petugas pada Sabtu (5/1) pukul 18,00 WIB. Waktu pergantian shift jaga tersebut dimanfaatkan mereka untuk menyelinap sehingga luput dari pantauan petugas.

"Kedua napi itu, ditempatkan di blok C yang berisi sebanyak 126 orang Napi," kata Marten kepada Haluan di ruang kerjanya, Rabu (9/1).

Ia melanjutkan, setelah lolos dari blok c sekitar 18,00 WIB, mereka bersembunyi di dalam got yang tergolong kecil antara bangunan mushala dan dapur hingga 04,00 WIB atau 10 jam. 

Kemudian mereka merayap dan menyelinap di dalam got yang tidak dipagar.

"Kami tidak menduga got yang sekecil itu bisa dilewati mereka. Tapi sekarang got tersebut sudah kita cor dan kami tanam besi sehingga tidak bisa dilewati lagi," tambah Marten.

Setelah merayap di dalam got mereka berlari menuju tembok dekat lapangan basket. Untuk memanjat tembok setinggi 4 meter mereka membuka celana panjang dan menyangkutkannya diatas tembok berkawat  yang bertujuan untuk memudahkan mereka memanjat.

"Pelarian mereka diketahui ketika pergantian shift jaga pada Minggu pagi. Setelah dihitung jumlah mereka berkurang 2 orang. Mengetahui hal itu, kita langsung melihat rekaman CCTV dan dari rekaman CCTV itu kita melihat bagaimana caranya mereka kabur," ulasnya.

Sebelumnya diketahui dua napi bernama Arif Junaidi dan Roy Anggara berhasil kabur dari Lapas. Dan sampai saat ini masih dalam pengejaran petugas. (h/ril).

 

 

Ikuti kami di