Harian Haluan

Harianhaluan.com

Diduga Bunuh Bayinya, Sepasang Kekasih di Agam Diciduk Polisi

Diduga Bunuh Bayinya, Sepasang Kekasih di Agam Diciduk Polisi
Ilustrasi Pembuangan Bayi. 

AGAM, HARIANHALUAN.COM - Warga Jorong Caruak, Nagari Koto Tuo, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, dibuat buncah dengan penemuan mayat bayi di tempat pembuangan sampah, Kamis (24/1) sekitar19,30 WIB.

Informasi yang diperoleh Haluan, bayi malang merupakan hasil hubungan gelap berjenis kelamin perempuan dengan berat 4,5 kg panjang 45 cm diperkirakan umur bayi sekitar 2 hari sebelum meninggal.

Bayi lahir dalam keadaan hidup, kuat dugaan bayi  dibunuh oleh ibunya sebelum meninggal dengan tanda kekerasan pada leher bayi. 

Wali Jorong Kapalo Kapalo Koto Nagari Koto Tuo Kec.IV Koto Taufik Rahmat (35) menyebutkan, pada Rabu (23/1) sekitar  08.30 WIB di Jorong Kapalo Koto, ada seorang perempuan yang berstatus gadis berinisial GD (19) mengalami pendarahan.

"Informasi tersebut di dapat dari ibu GD yang  mendatangi rumah seorang bidan di Nagari Koto Tuo. Namun, karena bidan tersebut tidak berada ditempat, akhirnya GD oleh ibu nya ke Rumah Sakit Ahmad Muchtar untuk di rawat," kata Taufik Rahmat.

Menurut keterangan pihak RS Ahmad Muchtar bahwa GD dirawat bukan karena penyakit tetapi karena habis melahirkan. 

Mengetahui hal itu, kakak ipar GD bernama Erik langsung marah dan menanyakan dimana lokasi disembunyikannya bayi tersebut.. GD menjawab bahwa bayi itu sudah dibuang di lereng tempat pembuangan sampah.

Kemudian, Erik memberitahu warga kampung untuk mencari bayi tersebut, akhirnya warga melakukan pencarian, hingga bayi ditemukan ditempat pembuangan sampah dalam keadaan sudah meninggal dunia.

Kapolsek IV Koto Iptu Edi Yunasri mengatakan bayi tersebut diduga merupakan anak dari sepasang kekasih GD (19) hasil hubungan luar nikah dengan DS (25). 

"Kedua tersangka sempat melarikan diri dan akhirnya dapat kami tangkap tadi malam, GD kita tangkap di Lubuk Buaya Padang di rumah salah seorang keluarganya, sedangkan DN kita tangkap di Padang Luar ketika ingin kabur," ungkap Edi Yunasri.

Kedua tersangka dijerat dengan pasal 340 tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman seumur hidup.(h/ril).

 

 

Ikuti kami di