Harian Haluan

Harianhaluan.com

Diduga Jual Sate Daging Babi, Pedagang di Padang ini Digerebek Tim Gabungan

Diduga Jual Sate Daging Babi, Pedagang di Padang ini Digerebek Tim Gabungan
Saat Tim SK4 beserta Dinas Kesehatan Padang, Dinas Perdagangan Padang, dan Badan Pengawas Obat (BPOM) Padang, menggrebek penjual sate daging babi, di Jalan Dr. Soetomo, kawasan Simpang Haru, Kecamatan Padang Timur, Selasa (29/1). PERI 

PADANG, HARIANHALUAN.COM-Tim Satuan Kerja Keamanan Ketertiban Kota (SK4), beserta Dinas Kesehatan Padang, Dinas Perdagangan Padang, dan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Padang, menggrebek penjual sate diduga memakai daging babi, di Jalan Dr. Soetomo, kawasan Simpang Haru, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang,Selasa (29/1), 18.00 WIB.

Pantauan Harianhaluan.com di lapangan setelah melakukan penggerebekan di lokasi tempat berjualan, petugas menggeledah rumah pedagang sate.

Di rumah tersebut ditemukan sejumlah daging babi yang sudah ditusuk dijadikan sate tergeletak di dalam got.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Endrizal, mengatakan, penggrebekan ini pertama berdasarkan ada laporan dari masyarakat bahwa di sate KMS tersebut diduga ada daging babinya. Kemudian setelah itu, petugas diam-diam melakukan pencekan sekitar satu bulan yang lewat.

"Hasil pengecekan tersebut ternyata benar, tapi dalam Standar Operasional (SOP) dia (pemilik sate) menandatangani hasil pemeriksaan tersebut. Kemudian kami cek kembali sekitar satu Minggu yang lalu. Dan tadi sekitar 15.00 WIB dicek kembali ternyata betul-betul ada daging babi, makanya kami tindak langsung,"ujarnya.

Endrizal mengatakan, terkait aturannya, tentu ada undang-undang perlindungan konsumen dan undang-undang pangan yang dilanggarnya. Mereka bisa diberi sanksinya dua tahun dan didenda Rp4 miliar. Tapi nanti pengadilan yang membuktikan, sampel sudah dilakukan pengecekan, sekarang sudah terbukti daging tersebut positif.

Sementara itu, Kabid Pemberdayaan Kesehatan, Dinas Kesehatan Padang, Novita Latina menyebutkan, menjual daging babi tidak masalah asalkan ada label atau petunjuk kalau si pedagang sate menjual daging babi.

"Dan lokasi ia berdagang harus jelas," ucapnya. 

Ia menyampaikan, karena menyangkut nama baik seseorang, makanya pemeriksaan dagiang harus dilakukan lebih dalam untuk ditindak lanjuti.

"Pengambilan sampel dengan cara membeli daging sate tersebut sejak Oktober 2018. Daging itu diuji sampel ke BPOM hingga hasilnya keluar 21 Januari 2019. Memang hasilnya lama keluar karena BBPOM Padang harus merujuk ke BPOM Aceh dulu, karena alatnya lebih canggih. Sebab itu menyangkut nama baik orang jadi harus benar-benar dipastikan dulu apakah hasilnya positif atau tidak menggunakan daging babi," tuturnya.

Sementara, pemilik daging inisial B, mengaku tidak tahu daging yang ia jual daging babi.

"Saya tidak tahu," ujarnya.(h/mg-pmi)

 

 

Ikuti kami di