Harian Haluan

Harianhaluan.com

Gerilya Ma’aruf di Lumbung Prabowo

Gerilya Ma’aruf di Lumbung Prabowo
MA'RUF AMIN DI SUMBAR--Calon Wakil Presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin berziarah di makam salah satu tokoh Islam di Pondok Pesantren Al Manaar di Batu Hampar, Kabupaten Limapuluh Kota, Kamis (7/2). Selain berziarah, Ma'ruf Amin juga menghadiri Tabligh Akbar Tarekat Naqsabandiyah di GOR Kubu Gadang,Payakumbuh. RIVO SEPTI ANDRIES 

Kedatangan Ma'ruf Amin ke Sumbar diyakini kubu Prabowo – Sandi tidak akan menggerus suara pendukung paslon 02. Dukungan terhadap Prabowo – Sandi dianggap telah mengakar, dan sulit untuk diubah.

PADANG, HARIANHALUAN.COM Calon Wakil Presiden (Cawapres) 01, Ma’ruf Amin memulai kunjungannya ke Sumbar, Kamis (7/2). Kedatangan Ma’ruf merupakan sinyalemen untuk mencoba "merusak" suara Prabowo – Sandi di Ranah Minang.

Seperti diketahui, Sumbar merupakan lumbung suara Prabowo. Pilpres 2014 lalu, Prabowo yang berpasangan dengan Hatta Rajasa meraih suara sebanyak 1.797.505 atau 76,92 persen di Sumbar. Sementara Jokowi yang bertandem dengan Jusuf Kalla, hanya meraih 539.308 suara atau 23,08 persen. Sumbar juara satu, mendukung Prabowo dibanding provinsi lainnya. Jokowi – JK malah babak belur, walau JK sendiri merupakan sumando urang awak.

Dukungan terhadap Prabowo tak berhenti di Pilpres 2014 saja. Sampai sekarang, dukungan terhadap Prabowo yang berpasangan dengan Sandiaga Uno tetap mengalir. Nyaris tak berubah dibandingkan dengan 2014. Kunjungan beberapa kali Presiden Jokowi ke Sumbar, dianggap tak signifikan mengubah peta dukungan. Barangkali, kunjungan Ma’ruf ke Sumbar, dijadikan “pembuka jalan” untuk memecah suara Prabowo – Sandi. Ma’ruf seorang ulama kharismatik, kedatangannya ke negeri adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah diharapkan mampu menarik simpati.

Gerilya pertama Ma’ruf dilakukan di daerah darek. Selain menghadiri tabligh akbar di Payakumbuh, Ma’ruf Amin juga berziarah ke Pondok Pesantren Al Manar di Batu Hampar, Kabupaten Limapuluh Kota dan ke makam pendiri Pondok Pesantren Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Canduang, Syekh Sulaiman Arrasuli, yang terletak di halaman pondok pesantren tersebut di Canduang, Kabupaten Agam. Selepas ziarah, Ma'ruf berserta rombongan menuju Kota Bukittinggi.

Di Bukittinggi, mantan Dewan Pertimbangan Presiden di eras SBY itu berkunjung ke rumah masa kecil Wakil Presiden (Wapres) RI pertama, Bung Hatta, untuk melihat ruangan dan barang-barang peninggalan sang Proklamator. Selanjutnya, Ma'ruf Amin mendatangi rumah dinas (Rumdis) Wali Kota Padang Panjang, Fadli Amran.

 Meski tak menyebutkan target, Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 02, Ma’ruf Amin yakin bisa meraih kemenangan dalam kontestasi Pilpres April mendatang. Optimisme itu ia sampaikan di hadapan sejumlah wartawan dalam kunjungan hari pertamanya di Sumbar, Kamis (7/2).

“Ya, Alhamdulilah, saya mendapat sambutan luar biasa, termasuk di Payakumbuh, saya bertemu para ulama. Saya lihat optimisme itu besar sekali dari masyarakat dan para tokoh. Kebetulan, saya telah ketemu perantau orang Padang (Sumbar.red) di Jakarta yang juga mendukung penuh saya dan Pak Jokowi, ujar Ma’ruf di sela Tabligh Akbar Tarekat Naqsabandiyah di kawasan GOR Kubu Gadang, Kota Payakumbuh.

Ma’ruf mengatakan, sambutan dari masyarakat Sumbar merupakan petanda baik bagi pasangan Capres-Cawapres 01. Oleh karena itu, ia tak sungka memasang target kemanangan di Sumbar. “Tidak muluk-muluklah, yang penting menang. Memenangkan Pilres,” ucapnya lagi.

Terkait klaim sejumlah perantau Minang yang mengaku tidak menyatakan dukungan kepada pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin, Ma’ruf menilai hal itu bisa saja terjadi karena setiap orang sangat mungkin berbeda pilihan. Namun, dukungan yang ia terima dari sejumlah perantau Minang yang mayoritas pengusaha restoran dan politikus di Jakarta, sudah memberikan pertanda baik. "Kemarin itu mereka mengadakan acara (dukungan), saya hadir langsung," ulasnya.

Dukungan Para Pihak

Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma’ruf di Sumbar, Hendra Irwan Rahim, meyakini pasangan nomor urut 01 akan meraih kemenangan secara nasional, termasuk di Sumbar. Keyakinan itu ikut terpupuk salah satunya karena melihat sosok Ma’ruf Amin sebagai ulama yang disegani.

“Dari sosok beliau, paham soal sejarah, juga tentang Sumbar hafal oleh beliau. Kalau lihat dari bahasanya, memang pemimpin agama. Pasangan dengan Pak Jokowi pas sekali, kami yakin 17 April beliau menang ," tutur Hendra.

Hendra juga menyampaikan, antusiasme masyarakat terlihat jelas pada setiap kunjungan Ma'ruf Amin ke beberapa lokasi. Namun ia tak menampik, berita bohong atau hoaks masih banyak yang beredar sehingga secara bertahap, tim pemenagan 01 akan berusaha memberikan penjelasan.

"Banyak yang sampai ke kami, berita pembohongan. Ini bertahap dijelaskan kondisi yang sebenarnya. Bagaimana pun di Indonesia ini, tokoh agama belum pernah yang menjadi pemimpin, hanya sekadar mengantar mereka yang ingin jadi peminpin. Tetapi kekuatan negara ini adalah agama, kekuatan Islam, walau pun tidak negara Islam," tuturnya lagi.

Terkait kerja TKD Sumbar, Hendra menjelaskan, orang Sumbar sejak bangun tidur sudah berpolitik dan suka merantau. Ciri-ciri itu menjadi kelebihan orang Sumbar sehingga dalam berpolitik terdapat aksi dukung-mendukung. Hal itu terbukti pada acara persatuan perantau di Jakarta, di mana ada imbuan agar para perantau dan orang di kampung mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin.

Saat tablig akbar di Payakumbuh, Ketua Tarekat Naqsyabandiyah, Riswandi ikut menyatakan dukungan terhadap pasangan Jokowi-Ma’ruf. Ia bersama jemaah tarekat menyatakan siap terlibat untuk memenangkan pasangan 01 di Sumbar.

“Kami seluruh guru, dan jemaah mendukung Kyai (Ma’ruf.red). Alasannya, karena beliau seorang ulama dan bisa memberikan perhatian untuk tarekat. Mudah-mudahan bisa nambah (suara) dari kami jemaah. Insyaallah, ucapnya.

Acungan Gestur Dua Jari

Di sisi lain, Haluan menangkap beberapa warga malah menyambut kedatangan rombongan Ma'ruf Amin dengan salam dua jari. Gestur yang selama ini menunjukkan kekhasan dukungan untuk pasangan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga Uno. Fakta itu terpantau di sepanjang jalan di kawasan Padang Panjang.

Ikuti kami di