Harian Haluan

Harianhaluan.com

Pasutri Ini Pesan Setengah Kilogram Sabu Kepada Napi di Lapas Padang

Pasutri Ini Pesan Setengah Kilogram Sabu Kepada Napi di Lapas Padang
TANGKAPAN BNN-- Dua orang tersangka bandar narkoba jenis sabu yang juga suami istri saat diamankan di Kantor Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumbar, Kota Padang, Rabu (6/3). Dari tangan dua tersangka, BNNP berhasil mengamankan barang bukti sabu senilai Rp1 Milyar 250 juta. IRHAM 

PADANG, HARIANHALUAN.COM--Dari empat pelaku pengedaran narkotika jenis sabu yang ditangkap oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumbar, dari tangan pelaku diamankan sekitar satu kilogram sabu. Rencananya sekitar setengah kilogramnya akan diselundupkan ke Lapas Klas II A Muaro Padang.

Kepala BNNP Sumbar, Brigjen Pol Khasril Arifin mengatakan, hal tersebut didapat dari pengakuan pelaku pasangan suami istri (pasutri) MR (31) dan EGS (25) yang beralamat di jalan Sebarang Palinggam, yang diamankan pada Sabtu (2/3) sekitar 08.30  WIB, di sebelah kawasan jembatan Siti Nurbaya, Padang.

"Kepada kami pelaku pasutri yang merupakan bandar sabu yang ada di Padang, ini mengatakan, bahwa  setengah kilogram sabu yang ada padanya itu, dipesan dari salah seorang warga binaan Lapas Klas II A Muaro Padang yang bernama Albert," kata Khasril Arifin saat konferensi pers, pada Rabu (6/3). 

Ia menyebutkan, pasutri ini ditangkap berawal dari laporan masyarakat yang menyatakan akan masuk narkotika jenis sabu dari Pekanbaru sekitar pukul 05.00 WIB, menggunakan kendaraan roda empat. Kemudian pihaknya melakukan pemantauan, di lokasi terlihat salah seorang mencari sesuatu di dalam bak sampah, kemudian nampak bungkusan plastik hitam yang dipegang. Melihat kejadian tersebut tim langsung melakukan penangkapan. 

"Saat kami akan mengamankan pelaku, dan barang buktinya, pelaku sempat melemparkan barang bukti ke arah sungai. Namun kami berhasil menyelamatkannya dan membawa pelaku beserta barang bukti ke kantor BNNP Sumbar, untuk proses lebih lanjut," ucapnya.

Khasril Arifin katakan, dari pasutri tersebut barang bukti yang didapatkan empat paket sedang, diduga narkotika jenis sabu dengan berat 500 gram, kemudian bukti lainnya satu buah hp dan satu unit sepeda motor.

"Terkait dugaan ada penyelundupan sabu ke lapas ini, kami akan berupaya berkoordinasi dengan Kanwil Kemenkum HAM Sumbar, karena berkaitan dengan warga binaan atas nama Albert yang ada di Lapas Muaro Padang," ungkapnya.

Sementara itu, Khasril mengatakan, di tempat yang berbeda, tapi dihari yang sama dan waktu hampir sama, pihanya juga melakukan penangkapan terhadap dua orang  pelaku narkotika jenis shabu, yaitu MA (26) dan MM (27) di perlintasan rel keneta api jalan lintas Padang - Bukittingi Km 21, Kecamatan Batang Anai, Padang Pariaman.

"Kedua pelaku ini bekerja sebagai sopir travel, yang juga merupakan pengedar narkotika jenis shabu. Masing-masing mereka beralamat, MA warga jalan Delima, Kecamatan Tampan, Pekanbaru. Sedangkan MM merupakan warga Kota Siak, Provinsi Riau," sebutnya.

Dikatakan Khasril, penangkapan kedua pelaku ini, adanya laporan dari masyarakat,  bahwa akan masuk narkotika jenis shabu dari Kota Pekanbaru menuju Padang, informasi yang didapat petugas bahwa barang haram tersebut sudah dalam perjalanan lintas Padang-Bukittinggi. Diduga narkotika tersebut dibawa menggunakan kendaraan roda dua. 

"Setelah mendapat informasi itu, kami langsung bergerak menuju perbatasan Padang dan Padang Pariaman tepatnya di didekat Kasang Pasar Baru, Kecamatan Batang Anai. Kami melakukan pemantauan terhadap kendaraan roda dua yang mencurigakan itu, kemudian mengamankan pengendara dan penumpangnya, yaitu MA dan MM," sebutnya.

Ia katakan, dari tangan pelaku diamankan  satu paket besar diduga narkotika jenis sabu yang dibungkus dengan plastik warna bening, kemudian tiga lembar kantong plastik warna hitam. Barang bukti lainnya, ada uang sejumlah Rp958.000, dua unit Hp dan satu unit sepeda motor.

"Kalau kami totalkan dari barang bukti yang diamankan ada sekitar 1 kg sabu. Dugaan kami dari dua TKP yang diamankan, mereka ini masih dalam jaringan yang sama, hanya saja diperjalanan barang tersebut dipisah-pisah," ujar Khasril.

Khasril mengungkapkan, rencananya setengah kilogram pertama ini akan diedarkan di Lapas, kemudian setengahnya lagi untuk di luar Lapas. Barang haram ini dari Pekanbaru atas nama ininsial G, yang sekarang sudah dilakukan pemburuan. Selanjutnya barang dikirim ke Padang dan disimpan di sebuah gudang atas nama inisial R.

"Kami akan terus melakukan pengembangan kasus ini, dan akan mengusut tuntas terutama jaringannya. Karena untuk di Sumbar ini kami melihat sangat banyak arahnya masuk ke Lapas," ucapnya.

Ia menyebutkan, terhadap pelaku ini, akan dijerat dengan pasal 114 ayat (2), Jo Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UUD No 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman seumur hidup, denda maksimal Rp10 miliar dan minimal Rp1 miliar. (h/mg-pmi)



Ikuti kami di