Harian Haluan

Harianhaluan.com

Tradisi Bakawua Tetap Lestari di Gunung Medan

Tradisi Bakawua Tetap Lestari di Gunung Medan
Masyarakat peternak Kerbau Gunung Medan melaksanakan Bakawua atau do'a tolak bala, Rabu (20/03) di Jorong Seberang Mimpi. MARYADI 

DHARMASRAYA, HARIANHALUAN.COM-Warga Gunung Medan yang beternak kerbau melakukan tradisi orang tua terdahulu yaitu Bakawua atau do'a tolak bala, Rabu (20/03), di kelompok ternak Kerbau, Jorong Seberang Mimpi, Nagari Gunung Medan.

Menurut Kepala Jorong Seberang Mimpi, Sarino, kepada Haluan, kemaren, Bakawua atau do'a tolak bala, dilaksanakan untuk mewarisi tradisi orang tua terdahulu, yang mana tujuannya adalah agar dalam memelihara ternak terutama Kerbau, akan jauh dari segala gangguan atau penyakit ternak.

Bakawua katanya, bukan hanya dihadiri oleh peternak, tetapi juga dihadiri oleh yokoh masyarakat setempat seperti Gusriadi Dt.Basa, serta tokoh tokoh lainnya serta warga sekitar kandang kerbau yang cukup luas.

Setelah memanjatkan do'a, seluruh yang hadir ikut makan bersama, hal itu biasa dilakukan setelah berdo'a bersama bukan hanya dalam acara Bakawua saja. Bakawua dilakukan, menurut tetua dulu, kalau tidak dilakjkan do'a tolak bala, maka akan banyak terjadi gangguan terhadap binatang ternak yang dipeliharanya seperti ternak sakit dan mati."Sementara harga satu ekor Kerbau mencapai Rp 10 juta,"imbuh Sarino.

Menurut Kepala Jorong muda ini, Bakawua selalu dilaksanakan oleh peternak Kerbau yang ada di Gunung Medan sebelum memasuki bula suci Ramadhan atau Bulan Sya'ban, yang mana ketika memasuki Ramadhan, para peternak hanya fokus melaksanakan ibadah puasa.

Ia mengatakan, Bakawua ini dilakukan oleh tetua dahulu, karena jumlah ternak yang ada cukup banyak, bsjkan mencapai ratusan dalam satu kelompok, meski demikian, saat ini tidak sebanyak itu, tetapi yang namanya tradisi orang tua akan terus dilanjutkan agar tradisi tersebut tidak punah ditelan masa.(h/mdi)

 

 

Ikuti kami di