Harian Haluan

Harianhaluan.com

Sawahlunto “Numpang” Promo di Pagaruyuang

Sawahlunto “Numpang” Promo di Pagaruyuang
POJOK PARIWISATA - Pojok Pariwisata Sawahlunto di Istano Basa Pagaruyuang, menghadirkan berbagai informasi terkait destinasi dan atraksi wisata "Kota Arang". RIKI YUHERMAN 

SAWAHLUNTO, HARIANHALUAN.COM - Selain melakukan pembenahan di setiap objek wisata yang ada, kehadiran pojok pariwisata Sawahlunto di salah satu pintu keluar Istano Basa Pagaruyuang Batusangkar menjadi upaya lain untuk menggaet kunjungan wisatawan ke Sawahlunto.

"Kami (Dinas Pariwisatas) terus melakukan upaya-upaya kreatif untuk lebih mengenalkan pariwisata Sawahlunto, salah satunya pojok pariwisata ini dengan memanfaatkan momen libur Lebaran," kata Kasi Pemasaran Disparpora Sawahlunto, Riza Anggraini.

Adapun sasaran dari pojok pariwisata di Istano Basa Pagaruyuang ini, lanjutnya, bisa memberikan brainstorming agar pengunjung dapat melanjutkan perjalan wisatanya ke Sawahlunto yang daerahnya tidak begitu jauh dari Istano Pagaruyuang.

Pengunjung, sebutnya, bisa memperoleh informasi terkait destinasi dan atraksi wisata baru di Sawahlunto melalui brosur dan pamflet yang dibagikan oleh petugas pojok.


"Sebelumnya kami juga memanfaatkan momen menjelang Lebaran dengan menyajikan Pojok Sawahlunto di Transmart Mall Padang dengan suguhan apik live accoustic dari grup Alegro's sekaligus melibatkan uda uni duta wisata," ujarnya.

Kepala Dinas Parpora Sawahlunto, Efriyanto menambahkan, meski tidak memiliki potensi wisata laut, tapi Sawahlunto memiliki pesona lain yang cukup komplit mulai dari wisata sejarah, wisata keluarga, edukasi dan juga wisata alam yang menyajikan pemandangan eksotisme yang belum tentu ditemukan di daerah lain.

"Setidaknya ada ada 10 top destinasi wisata yang bisa dinikmati, yakni Puncak Cemara (Puncer), Museum Gudang Ransoem, Lubang Tambang Mbah Soreo, Museum Kereta Api dengan lokomotif Mak Itam, Desa Wisata Rantih, Taman Satwa Kandi, Camping Ground, Waterboom The Unique Park, Taman Buah Kandi dan Site Geopark Batu Runciang Silungkang," ujarnya.

Di Sawahlunto, sebutnya, wisatawan juga akan dimanjakan dengan berbagai bangunan tua khas peninggalan kolonial Belanda.

Kawasan yang biasa disebut "The litle dutch in west Sumatra" itu traveller bisa berswa foto mengabadikan keindahan bangunan kota tua yang tengah berjuang menjadi kota tua warisan dunia yang diakui Unesco.

Paket lengkap wisata Sawahlunto semakin komplit dengan gugusan site geopark yang merupakan bebatuan purba yang membentang di sepanjang Sawahlunto.

Batu Runciang di Silungkang bisa dijangkau oleh wisatawan di Lintas Sumatra baik dari arah Solok maupun Sijunjung.

"Sawahlunto juga telah ditetapkan sebagai kawasan geopark nasional, yang saat ini tengah berjuang untuk pengakuan geopark dunia yang diakui Unesco," ujarnya.

 

Reporter: Riki Yuherman

Editor: HSP



Ikuti kami di